https://www.Muhammad.com

https://azhar.indonesiamit.com

المقدمة الأزهرية لعلوم الإسلام

Al-Azhar Pengantar Ilmu Pengetahuan Islam

Al-Azhar Introduction to Islamic Sciences

إِحْيَاءُ سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ  x

Sepuluh Abad Azhar

MENGHIDUPKAN KEMBALI SPIRITUALITAS NABI MUHAMMAD x DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Kunci Kehidupan Yang Bermakna Dalam Menemukan Tujuan Hidup Melalui Iman

A

3 21

Judul:

Ihya`u Sunnah Rasulillahi Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi Wa Sallama.

Sepuluh Abad Azhar, Menghidupkan Kembali Spiritualitas Nabi Muhammad x, Kunci Kehidupan Yang Bermakan Di Dalam Menemukan Tujuan Hidup Melalui Iman.

Penulis:

Khadimul Hadits Asy-Syarif An-Nabawiyyah, Ahmad bin Darwish (khadim Syaikhul Islam Al-Hafidz As-Sayyid Abdullah Al-Ghumari Al-Hasani, dan Syaikhul Islam Al-Hafidz As-Sayyid Abdullah At-Talidi Al-Hasani).

Kitab ini dicetak dan diterbitkan oleh:

https://www.Muhammad.com

https://azhar.indonesiamit.com/

 

Syeh Abdul Qodir Al jilani ibn Ahmad ibn al Darwish, Muhaddith di

Tlp: 0819 4343 3669

Silahkan telepon untuk memperoleh kecerdasan intelegensi bisnis Anda dan proposal otomatis website Anda.

 

 
إِنَّكَ تَجَاهَلْتَ السُّنَّةَ النَّبَوِيَّةَ وَمَعَانِيَ كَلِمَاتِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ زَمَانًا طَوِيْلًا، فَهٰذَا كِتَابٌ لِتُمَارِسَ السُّنَّةَ النَّبَوِيَّةَ يَوْمِيًّا، وَلِتَتَعَلَّمَ مَعَانِيَ كَلِمَاتِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ بِدُوْنِ تِكْرَارٍ، أَيْ أَلْفُ كَلِمَةٍ تُعَلِّمُكَ ٥٠٠٠ كَلِمَةً وَهُوَ مِفْتَاحُ الْوِلَايَةِ.
Anda telah lama mengabaikan Sunnah Nabi x dan makna kalimat Al-Qur`an yang mulia. Maka ini adalah buku panduan bagi Anda untuk mempraktikkan Sunnah Nabi di setiap hari, dan untuk mempelajari makna-makna kalimat di dalam Al-Qur`an yang mulia tanpa pengulangan, yang artinya; 1000 kalimat akan mengajarimu 5000 kalimat, dan inilah kunci pembuka pintu kewalian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

وَبَعْدُ فَهٰذَا إِحْيَاءُ سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ بِإِنْدُوْنِيْسِيَّا فِي الْمُصَلِّيَاتِ وَالْمَسَاجِدِ وَالْمَعَاهِدِ الْإِسْلَامِيَّةِ وَمَجَالِسِ الْأَحْبَابِ وَالْمَشَايِخِ وَخَرِيْجِي الْأَزْهَرِ وَمَشَاهِيْرِ الْخُطَبَاءِ وَطَلَبَةِ الْجَامِعَاتِ وَرِجَالِ الْأَعْمَالِ وَالْمُحْتَرِفِيْنَ مِثْلَ الْأَطِبَّاءِ وَالْمُهَنْدِسِيْنَ وَمَا إِلَى ذٰلِكَ كَنِظَامِ هِدَايَةِ نَبَوِيَّةٍ، كَامِلٌ مُخْتَصَرٌ بِالْعَرَبِيَّةِ وَالْإِنْدُوْنِسِيَّةِ فِي تَعْلِيْمٍ وَإِحْيَاءِ سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ x.

Segala puji bagi Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah x beserta keluarga dan para sahabat beliau seluruhnya.

Wa Ba’du. Kitab ini menjelaskan tentang menghidupkan kembali sunnah Rasulullah x di Indonesia, baik di mushallah-mushallah, masjid-masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, majelis para terkasih, para guru, para alumni Universitas Al-Azhar, para da’i kondang, mahasiswa, pengusaha, dan para profesional seperti; dokter, insinyur, dan lain sebagainya, sebagai suatu sistem tuntunan kenabian yang lengkap dan singkat yang dikemas dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia demi untuk menyampaikan dan mengajarkan, dan menghidupkan kembali sunnah-sunnah Rasulullah x di dalam kehidupan sehari-hari.

هَامٌ جِدًّا اَلْإِحْسَانُ بِمَنْهَجِ الْوِلَايَةِ الْمَجَانِي: خِدْمَةً وَرُؤْيَةً رَسُوْلَ اللهِ x لِتَصِيْرَ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ الَّذِيْنَ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ. أُنْظُرْ صَفْحَةَ وِبٍّ وَلِيُّ اللهِ تَعَالَى اَلْحَافِظُ اَلْمُحَدِّثُ اَلْحَسَنِيُّ اَلَّذِيْ عَلَّمَ مَجَّانًا.

[Bab yang sangat penting]. Metode penulisan kitab ini disusun dengan sebaik mungkin dan dapat diperoleh secara gratis dengan tujuan melayani dan melihat Rasulullah x, sehingga Anda menjadi salah satu bagian dari para kekasih Allah Ta’ala yang tidak memiliki rasa takut sama sekali ataupun kesedihan. Lihat pada website: www.AbdullahGhumari.com.

Ijazah
Siapa pun yang menerima buku ini atau mengunduhnya dari internet dan mengamalkan sunnah-sunnah yang ada di dalamnya maka ia diberi izin ijazah dari Syaikhul Islam Al-Hafidz Abdullah At-Talidi dengan suaranya (https://youtu.be/1CA7cg213Pw), dan mendapatkan izin dari Ahmad Ibn Al-Darwish melalui Syaikhul Islam Al-Hafidz Abdullah Al-Ghumari dalam semua riwayat dan kitab-kitab karya mereka, dan ini adalah ijazah terbesar selama 30 tahun.
 

 

 

 

 


Info Layanan dan Pemesanan via      :

Syeh Abdul Qodir Al jilani: 0819 4343 3669

Daftar Isi:

1.      Bab 1: Tentang Bacaan Dzikir Harian Rasulullah x Setelah Selesai Shalat Fardhu……………………           (1)

2.      Bab 2: Tentang Dzikir Rasulullah x Di Waktu Pagi Dan Sore Hari, Dan Hizib Fath Ash-Shiddiqy………          (7)

3.      Bab 3: Tentang Dzikir-Dzikir Rasulullah x Dalam Sehari Semalam (24 Jam)……………………                            (22)

4.      Bab 4: Penjelasan 40 Hadits Nabi x Yang Mewajibkan Masuk Surga......                                                                    (74)

5.      Bab 5: Ringkasan biografi Rasulullah x....                (89)

6.      Bab 6: Ringkasan Aqidah Dan Asma`ul Husna Oleh Syaikh Al-Islam Ad-Dardiri                                                      (105)

7.      Bab 7: Pesan Moral Yang Baik Untuk Masyarakat Indonesia Dan Maroko.                                                                 (119)

8.      Bab 8: Shalawat Al-Masyisyiyyah Beserta Syarahnya. (125)

9.      Bab 9: Ringkasan Kitab Matan Fikih Abi Syuja`.          (147)

10.  Bab 10: Al-Qur`an Dalam Tiga Bahasa (Arab-Inggris-Indonesia), 1000 Kalimat Yang Akan Mengajarimu 5000 Kalimat.                                                                          (177)


 

 

 

 


Bab 1

ذِكْرُ رَسُوْلِ اللهِ x بَعْدَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَةِ

Tentang Bacaan Dzikir Harian Rasulullah x Setelah Selesai Shalat Fardhu

Oleh:

Muhaddits Maroko, Syaikhul Islam Al-Hafidz Asy-Syaikh As-Sayyid Abdullah Al-Ghumari Al-Hasani, Profesor di Universitas Al-Azhar, Mesir, dan buku ini dihadiahkan untuk semua kaum Muslimin di mana pun berada, dan disponsori oleh Muhammad Ali Clay.

            A         

 

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ.

)لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ(.  

“Aku memohon ampun kepada Allah (dibaca 3x), (memohon ampunan) untuk diriku dan kedua orang tuaku, dan untuk orang-orang yang aku punya kewajiban kepadanya, serta bagi seluruh orang-orang yang beriman dari golongan laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang muslim baik dari golongan laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup di antara mereka maupun yang telah meninggal).

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ (x ۱۰).

Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi Allah segala kekuasaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (dibaca setelah shalat Shubuh dan Maghrib 10 x).

أَللّٰهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ (x۷)

“Ya Allah selamatkanlah aku dari api neraka (dibaca 7x setelah Maghrib dan Isya`).”

أَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، (وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ) تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ.

أَللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. أَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.

“Ya Allah, Engkau lah Dzat Yang Maha Memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya dari-Mu lah keselamatan, (dan kepada-Mu lah segala keselamatan itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), dan masukkanlah kami ke dalam surga yang merupakan rumah kesejahteraan), Engkau lah Dzat yang memberi berkah wahai Tuhan kami, dan Maha Luhur Engkau, Ya Tuhan kami, Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Ya Allah, tiada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat di sisi-Mu kedudukan orang yang memiliki kedudukan, sebab dari-Mu lah segala kedudukan.”

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. )اَللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَـا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَـا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَـا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.(

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Dzat Yang Maha Hidup, dan Yang Maha Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Ilmu-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

سُبْحَانَ اللهِ (x ۳۳)

Maha Suci Allah.” (dibaca 33x).

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (x ۳۳)

“Segala puji bagi Allah.” (dibaca 33x).

اَللهُ اَكْبَرُ(x ۳۳)

“Allah Maha Besar.” (dibaca 33x).

Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing surat dibaca tiga kali). Barang siapa yang membacanya di waktu pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka cukupkan Allah segala sesuatunya.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا،

لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـيِّ الْعَظِيْمِ.

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Allah Maha Besar lagi Maha Sempurna kebesaran-Nya, dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang melimpah, dan Maha Suci Allah, baik di waktu pagi dan sore, tiada daya dan upaya melainkan dari (pertolongan) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).”

سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ، وَالْفَلَقِ، وَالنَّاسِ ثَلاثَ مَرَاتٍ.

مَنْ قَرَأَهُمْ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ؛ تَكْفِيْهِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

Kemudian bacalah surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tiga kali. Barang siapa membacanya tiga kali di waktu pagi dan sore hari, maka Allah Ta’ala akan mencukupi segala sesuatunya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ ۞ اللّٰهُ الصَّمَدُ ۞ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۞ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۞

Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa [1]. Allah tempat meminta segala sesuatu [2]. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan [3]. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia [4].”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ۞ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۞ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۞ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۞ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۞

Katakanlah (Muhammad). Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Shubuh [1], dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan [2], dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita [3], dan dari kejahatan perempuan perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya [4], dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki [5].”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۞ مَلِكِ النَّاسِ ۞ إِلٰهِ النَّاسِ ۞ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۞ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ ۞ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۞

“Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia [1]. Rajanya manusia [2]. Tuhannya manusia [3], dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi [4], yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia [5], dari golongan jin dan manusia [6].”

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ (x۱۰۰ او۳۰۰)

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

“Ketahuilah bahwa dzikir terbaik itu adalah membaca (dzikir yang artinya): “Tiada Tuhan selain Allah, (dibaca 100x atau 300x), dan Nabi Muhammad x adalah utusan Allah.”

صَلَّى اللهُ عَلَى)سَيِّدِنَا (مُحَمَّدٍ.

Semoga rahmat Allah tetap tercurahkan kepada (junjungan kami) Nabi Muhammad x.”

ثُمَّ يَدْعُوْ بِمَا يَشَاءُ

(kemudian berdoa/meminta apa pun yang diinginkan)

 

 

 

 


Bab 2

مِنْ ذِكْرِ رَسُوْلِ اللهِ x فِى الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ، وَحِزْبِ الْفَتْحِ اَلصِّدِّيْقِي

Tentang Bacaan Dzikir Rasulullah x Di Waktu Pagi dan Sore Hari, dan Hizib Fath Ash-Shiddiqiy

A

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ x: رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ، وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ، أَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَكَ الْمُلْكُ كُلُّهُ، وبِيَدِكَ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وإِلَيْكَ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، لَكَ الْحَمْدُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍٍ قَدِيْرٌ، فَاغْفِرْ لِى مَا مَضَى مِنْ ذُنُوْبِي، وَاعْصِمْنِى فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِىْ، وَارْزُقْنِىْ أَعْمَالًا زَاكِيَةً تَرْضَى بِهِا عَنِّىْ وَتُبْ عَلَيَّ.

Rasulullah x berdoa: “Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil), dan Engkau lah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Ya Allah, bagi-Mu segala puji, bagi-Mu segala kekuasaan, pada kekuasaan-Mu segala kebaikan, dan kepada-Mu pula kembali segala urusan, yang terang maupun yang samar. Bagi-Mu segala puji, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ampunilah dosa-dosaku yang telah lewat, dan peliharalah aku disisa umurku, dan anugerahilah aku perbuatan-perbuatan suci yang dengannya Engkau ridha kepadaku, dan terimalah taubatku.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ/أمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ (x۴).

“Ya Allah, sungguh aku di waktu pagi/sore hari ini bersaksi kepada-Mu, bersaksi kepada para (malaikat) pemikul Arsy-Mu, para malaikat-malaikat-Mu beserta seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (dibaca 4x).”

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا (x۳) .

“Maha Suci Allah, dan pujian bagi-Nya. Tidak ada kekuatan kecuali dari Allah. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi. Aku mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas setiap sesuatu, dan bahwa Allah sungguh meliputi setiap sesuatu dengan ilmu-Nya. (dibaca 3x).”

أَللّٰهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَىْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

Ya Allah, Yang Maha Mengetahui segala yang terlihat dan tak terlihat, Pencipta langit dan bumi, Penguasa setiap sesuatu dan yang merajainya, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan syetan dan sekutu-sekutunya.

أَللّٰهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّيْنَ، رَحْمٰنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِي، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ (x۳).

“Ya Allah, Dzat Yang menghilangkan duka cita, Dzat Yang menyingkap (melenyapkan) kekhawatiran, Dzat Yang Maha mengabulkan doa mereka yang terdesak, Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, Engkau yang belas kasih kepadaku, rahmatilah aku dengan belas kasih yang mencukupkan aku dari belas kasih siapa pun selain Engkau. (dibaca 3x).”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ اللَّاتِيْ لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمٰنُ.

بِسْمِ اللّٰهِ الْكَبِيْرِ، نَعُوْذُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ، وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ (x۳).

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan diterobos orang yang baik maupun orang jahat yang sanggup melampauinya, dari kejahatan yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dan dari kejahatan apa pun yang turun dari langit dan dari kejahatan apa pun yang naik ke dalamnya, serta kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dan dari kejahatan fitnah di malam hari dan siang hari, dan dari setiap kejahatan yang datang (di malam hari) dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Dengan Nama Allah Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari kejahatan setiap urat yang meronta-ronta, dan dari kejahatan panas api.” (dibaca 3x).

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ لِذُنُوْبِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ.

“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tak khusyuk, dari nafsu yang tak pernah kenyang dan dari doa yang tak didengar (tak terkabul) . Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosaku, dan kepada-Mu aku memohon rahmat-Mu.”

أَللّٰهُمَّ زِدْنِيْ عِلْمًا، وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ أَنْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

“Ya Allah, tambahkanlah ilmuku, dan janganlah Engkau condongkan hatiku pada kesesatan setelah Engkau memberiku petunjuk, berikanlah rahmat kepadaku dari sisi-Mu, sungguh Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.”

أَللّٰهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ، فَاطِرَ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ، اِهْدِنِىْ لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.

“Ya Allah, Penguasa Jibril, Mika`il dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui segala yang terlihat dan tidak terlihat, Engkau menghukumi di antara para penyembah-Mu di dalam apa yang mereka perselisihkan, bimbinglah aku di dalam apa yang mereka perselisihkan pada kebenaran dengan izin-Mu. Sungguh Engkau membimbing siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.”

أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى، أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطَئِيْ وَعَمْدِيْ وَجَهْليْ وَجِدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَكُلُّ ذٰلِكَ عِنْدِيْ.

“Ya Allah, ampunilah dosaku, ketidaktahuanku dan sikapku yang berlebihan dalam urusanku, dan apa pun yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kesengajaanku, kebodohanku, keseriusanku dan senda gurauku, yang semuanya itu adalah di sisiku.”

أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ.

“Ya Allah, ampunilah segala yang telah aku lakukan dan apa pun yang datang kemudian, dan apa pun yang aku sembunyikan dan apa pun yang aku tampakkan (dari dosa-dosaku), Engkau Yang Maha Mendahului, Engkau Yang Mengakhiri, dan Engkau Maha Berkuasa atas setiap sesuatu.”

أَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِي قَلْبًا تَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ نَقِيًّا لَا جَافِيًا وَلَا شَقِيًّا.

“Ya Allah, karuniahilah aku hati yang menjauhi dosa, yang bersih dari syirik, bukan yang (hati) kasar maupun celaka.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكُ صِحَّةً فِيْ إِيْمَانٍ، وَإِيْمَانًا فِي حُسْنِ خُلُقٍ، وَنَجَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاحٌ، وَرَحْمَةً مِنْكَ وَعَافِيَةً، وَمَغْفِرَةً مِنْكَ وَرِضْوَانًا.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kesehatan dalam keimanan, dan beriman dengan akhlak yang baik, serta kesuksesan yang diiringi dengan kemakmuran, juga rahmat dan keselamatan dari-Mu, serta ampunan dan ridha-Mu.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكُ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, (jiwa) yang mempercayai perjumpaan dengan-Mu dan ridha dengan ketetapan-Mu serta puas dengan pemberian-Mu. Wahai Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Maha Mengurusi segala urusan makhluk, dengan rahmat-Mu aku memohon perlindungan, baguskanlah segala urusanku dan jangan biarkan aku mengandalkan diriku sendiri meskipun sekejap mata.”

أَللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمٰوَاتِ وَرَبَّ الأَرَضِيْنَ، وَرَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيْلِ وَالْقُرْآنِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِىْ شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَىْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَىْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَىْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَىْءٌ، اِقْضِ عَنِّيْ الدَّيْنَ، وَأَغْنِنِيْ مِنَ الْفَقْرِ.

“Ya Allah, Penguasa langit dan Penguasa bumi, Penguasa kami dan Penguasa setiap sesuatu, yang menumbuhkan benih dan biji kurma, yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Qur`an, aku berlindung kepada-Mu dari setiap sesuatu yang mempunyai kejahatan, karena Engkau yang mengendalikan segala sesuatu. Engkau Maha Awal maka tidak ada sesuatu sebelum Engkau, dan Engkau Maha Akhir maka tidak ada sesuatu setelah Engkau, dan Engkau Maha Dzahir maka tiada sesuatu pun di atas Engkau, dan Engkau Maha Tersembunyi maka tiada sesuatu pun yang tersembunyi di bawah Engkau, lunaskanlah hutang kami, dan cukupkanlah (jauhkan) kami dari kefakiran.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا، وَقَلْبًا سَلِيْمًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan, dan aku memohon kebulatan tekad dalam kesalehan. Aku memohon kepada-Mu agar selalu mensyukuri karunia-Mu dan bagus dalam beribadah. Aku juga memohon kepada-Mu lisan yang benar dan hati yang bersih, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui, serta aku memohon ampun dari apa saja yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ وَتَتُوْبَ عَلَيَّ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِيْ إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنٍ، أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu agar senantiasa mengerjakan segala kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran, serta mencintai orang-orang miskin. Mudah-mudahan Engkau mengampuniku dan merahmatiku, serta berkenan menerima taubatku, dan jika Engkau menghendaki fitnah bagi para penyembah-Mu, maka matikanlah aku tanpa fitnah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar mencintai-Mu dan mencintai siapa pun yang mencintai-Mu serta mencintai amalan yang mendekatkan aku pada cinta kepada-Mu.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِى بِهَا قَلْبِيْ، وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِيْ، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِيْ، وَتُصْلِحُ بِهَا دِيْنِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِيْ، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِيْ، وَتُزَكِّى بِهَا عَمَلِيْ، وَتُلْهِمُنِيْ بِهَا رَشَدِيْ، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِيْ، وَتَعْصِمُنِيْ بِهَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu itu Engkau membimbing hatiku dan mengumpulkan urusanku, serta menghimpun hal-hal yang berserakan. Dengan rahmat-Mu itu Engkau memperbaiki agamaku, melindungi mereka yang tak hadir, meninggikan derajat mereka yang hadir, dan dengan rahmat-Mu itu Engkau menyucikan amalku, mengilhamkan keshalehan kepadaku, serta memutihkan wajahku dan menjagaku dari segala keburukan.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ الْقَضَاءِ، وَنُزُلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَآءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesabaran saat menerima keputusan (dari-Mu), keberuntungan saat perjumpaan (dengan-Mu), derajat para syuhada, kehidupan orang-orang yang bahagia, berdampingan dengan para Nabi (di surga-Mu), dan pertolongan atas musuh.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِيْ، وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِيْ، وَضَعُفَ عَمَلِيْ، اِفْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الأُمُوْرِ، وَيَا شَافِيَ الصُّدُوْرِ، كَمَا تُجِيْرُ بَيْنَ الْبُحُوْرِ، أَنْ تُجِيْرَنِيْ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ، وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُوْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُوْرِ.

“Ya Allah, aku haturkan segala hajatku kepada-Mu, meskipun pendek pemikiranku dan lemah amal perbuatanku. Aku sangat membutuhkan rahmat-Mu, maka aku memohon kepada-Mu wahai Yang Mengabulkan segala urusan, wahai Penyembuh segala dada (hati), sebagaimana Engkau menjauhkan di antara lautan, agar Engkau juga menjauhkanku dari adzab neraka Sa’ir, juga dari seruan kecelakaan dan fitnah kubur.”

أَللّٰهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِيْ، وَضَعُفَ عَنْهُ عَمَلِيْ، وَلَمْ تَبْلُغْهُ أُمْنِيَّتِيْ مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ خَيْرٍ أَنْتَ مُعْطِيْهِ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ، فَإِنِّيْ أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيْهِ، وَأَسْأَلُكَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

“Ya Allah, betapa pendeknya pemikiranku tentang itu dan lemahnya amal perbuatanku tentang itu, dan niatku tidak sampai untuk menjangkaunya dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada siapa pun di antara ciptaan-Mu, atau kebaikan yang Engkau berikan kepada siapa pun di antara para penyembah-Mu, aku sangat mengharapkan itu kepada-Mu, dan aku memohon kepada-Mu agar bisa mendapatkannya dengan sebab rahmat-Mu wahai Penguasa semesta alam.”

أَللّٰهُمَّ ذَا الْحَبْلِ الشَّدِيْدِ، وَالْأَمْرِ الرَّشِيْدِ، أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ، وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُوْدِ، مَعَ الْمُقَرَّبِيْنَ الشُّهُوْدِ، اَلرُّكَّعِ السُّجُوْدِ، اَلْمُوْفِينَ بِالْعُهُوْدِ، إِنَّكَ رَحِيْمٌ وَدُوْدٌ، وَإِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ. أَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِيْنَ مُهْتَدِيْنَ، غَيْرَ ضَآلِّيْنَ وَلَا مُضِلِّيْنَ، سِلْمًا لِأَوْلِيَآئِكَ وَعَدُوًّا لِأَعْدَائِكَ، نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَحَبَّكَ، وَنُعَادِى بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ. أَللّٰهُمَّ هٰذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهٰذَا الْجَهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ.

“Ya Allah, Pemilik tali yang kuat dan urusan yang bagus, aku memohon kepada-Mu rasa aman pada hari yang dijanjikan (Hari Kiamat), dan surga pada Hari Keabadian, bersama orang-orang yang dekat, mereka yang bersaksi, yang rukuk dan sujud, dan yang memenuhi janji-janjinya. Sungguh Engkau Dzat Maha Penyayang lagi Maha Mengasihi, dan sungguh Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang membimbing (orang lain) dan termasuk orang-orang yang terbimbing, bukan orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Salam sejahtera untuk para wali-Mu, kami memusuhi terhadap musuh-musuh-Mu. Demi cinta kepada-Mu, kami cinta kepada siapa pun yang mencintai-Mu, dan kami memusuhi dengan permusuhan-Mu kepada siapa pun yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, inilah doa kami dan hanya Engkau lah Yang Maha mengabulkan, inilah usaha kami, dan kami hanya mengandalkan kepada-Mu.”

أَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا فِي صَدْرِيْ، وَنُوْرًا فِى قَلْبِيْ، وَنُوْرًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَنُوْرًا مِنْ خَلْفِيْ، وَنُوْرًا منْ يَمِيْنِيْ، وَنُوْرًا مِنْ شِمَالِيْ، وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِيْ، وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِيْ، وَنُوْرًا فِيْ بَشَرِيْ، وَنُوْرًا فِي لَحْمِيْ، وَنُوْرًا فِي دَمِيْ، وَنُوْرًا فِي عَظمِيْ، أَللّٰهُمَّ زِدْنِيْ نُوْرًا، وَأَعْظِمْ لِيْ نُوْرًا، وَأَعْطِنِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا، سُبْحَانَ الَّذِى تَعَطَّفَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِى لَبِسَ الْمَجْدَ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِى لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيْحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ ذِى الْفَضْلِ وَالنِّعَمِ، سُبْحَانَ ذِى الْقُدْرَةِ وَالْكَرَمِ، سُبْحَانَ الَّذِيْ أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ بِعِلْمِهِ، سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اَلْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيرًا.

Ya Allah, jadikanlah untukku cahaya di dalam dadaku, cahaya di dalam hatiku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di dalam kulitku, cahaya di dalam dagingku, cahaya di dalam darahku, dan cahaya di dalam tulangku. Ya Allah, tambahkanlah cahaya kepadaku, hebatkanlah cahaya kepadaku, karuniakan cahaya kepadaku dan jadikanlah cahaya untukku. Maha Suci Dia Yang Berjubah Kemuliaan dan berbicara dengan Kebesaran. Maha Suci Dia Yang berpakaian kemuliaan dan pemurah dengan kemuliaan. Maha Suci Dia yang pengagungan tidak dihaturkan kecuali hanya kepada-Nya. Maha Suci Dia Pemilik Karunia dan Kenikmatan. Maha Suci Dia Pemilik Kekuasaan dan Kemurahan. Maha Suci Dia Yang memperhitungkan setiap sesuatu dengan ilmu-Nya. Maha Suci Dia Pemilik keagungan dan kemuliaan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Semoga Allah senantiasa melimpahkan pujian, keberkatan, dan kesejahteraan yang melimpah kepada junjungan kami baginda Nabi Muhammad x beserta keluarga dan para sahabat dengan kesejahteraan yang melimpah.”

 

(حِزْبُ الْفَتْحِ الصِّدِّيْقِى اَلْيَوْمِي)

يُقْرَأُ مَرَّةً فِي الصَّبَاحِ وَمَرَّةً فِي الْمَسَاءِ وَهُوَ مَأْخُوْذٌ مِنْ جُمْلَةِ الْأَحَادِيْثِ النَّبَوِيَّةِ، لِمَوْلَانَا الْإِمَامِ الْحَافِظِ أَبِي الْفَضْلِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ الصِّدِّيْقِ اَلْغُمَارِيِّ.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ، أَللهم لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَكَ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَبِيَدِكَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، وَإِلَيْكَ يُرْجَعُ الْأَمْرُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، لَكَ الْحَمْدُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اِغْفِرْ لِي مَا مَضَي مِنْ ذُنُوْبِي وَاعْصِمْنِي فِيْمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِي وَارْزُقْنِي أَعْمَالًا زَكِيَّةً تَرْضَي بِهَا عَنِّي وَتُبْ عَلَيَّ.

أَللهم إِنِّي أَصْبَحْتُ (وَفِي الْمَسَاءِ: أَمْسَيْتُ) أَشْهَدُكَ وَأَشْهَدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ (x4).

سُبْحَانَ اللهُ وَبِحَمْدِهِ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مَا شَاءَ لَمْ يَكُنْ أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَـيْءٍ قَدِيْرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا. (x3).

أَللهم فَاطِرَ السَّموَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِكِهِ.

أَللهم فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، رَحْمٰنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِي فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ. (x3).

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمٰنُ.

بِاسْمِ اللهِ الْكَبِيْرِ، أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنْ شَرِّ كُلِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ. (x3).

أَللهم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يَسْمَعُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، أَللهم إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ لِذُنُوْبِي وَأَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ، أَللهم زِدْنِي عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ أَنْ هَدَيْتَنِي وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.  أَللهم رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ، اِهْدِنِي لِمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِـإِذْنِكَ أَنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. أَللهم اغْفِرْلِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ وَمَـا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَللهم اغْفِرْلِيْ خَطَئِيْ وَعَمْدِيْ وَجَهْلِيْ وَجِدِّيْ وَهَزْلِي وَكُلُّ ذٰلِكَ عِنْدِيْ. أَللهم اغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. أَللهم ارْزُقْنِي قَلْبًا نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ لَا جَافِيًا وَلَا شَقِيًّا، أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ صِحَّةَ إِيْمَانٍ وَإِيْمَانًا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَجَاحًا يَتَّبِعُهُ فَلَاحٌ وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا. أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَرْضَي بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ. يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ. أَللهم رَبَّ السَّمٰوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِيْنَ، وَرَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمَنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيْلِ وَالْقُرْآنِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، أَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَالظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَالْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، إِقْضِ عَنِّي الدَّيْنِ وَأَغْنِنِي مِنَ الْفَقْرِ. أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ الْعَزِيْمَةَ فِي الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَقَلْبًا سَلِيْمًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَــا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَإِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. أَللهم أَسْـأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي وَتَتُوْبَ عَلَيَّ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنٍ. أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ. أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِي، وَتَلُمَّ بِهَا شَعَثِي، وَتَرُدَّ بِهَا الْفِتَنُ عَنِّي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِيْنِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِى، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَبْيَضُّ بِهَا وَجْهِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. أَللهم اعْطِنِي إِيْمَانًا صَادِقًا، وَيَقِيْنًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. أَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ الْقَضَاءِ، وَنُزُلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ. أَللهم إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَـتِي وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِـي وَضَعُفَ عَمَلِي، وَافْتَقِرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ فَأَسْأَلُكَ قَاضِيَ الْأُمُوْرِ وَيَا شَـافِيَ الصُّدُوْرِ، كَمَا تَجِيْرُ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تَجِيْرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُوْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُوْرِ. أَللهم مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِي وَضَعُفَ عَنْهُ عَمَلِي وَلَمْ تَبْلُغْهُ أُمْنِيَّتِي مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ خَيْرٍ أَنْتَ مُعْطِيْهِ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ فَإِنِّي أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيْهِ، وَأَسْأَلُكَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. أَللهم ذَا الْحَبْلِ الشَّدِيْدِ وَالْأَمْرِ الرَّشِيْدِ أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُوْدِ مَعَ الْمُقَرَّبِيْنَ الشُّهُوْدِ الرُّكَّعِ السُّجُوْدِ، اَلْمُوَفِّيْنَ بِالْعُهُوْدِ، إِنَّكَ رَحِيْمٌ وَدُوْدٌ، وَإِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ. أَللهم اجْعَلْنَا هَادَيْنِ مُهْتَدِيْنَ غَيْرِ ضَالِّيْنَ وَلَا مُضِلِّيْنَ سَلِمًا لِأَوْلِيَآئِكَ وَعَدُوًّا لِأَعْدَائِكَ، نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَحَبَّكَ، وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ. أَللهم هٰذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الْإِجَابَةُ، وَهٰذَا الْجَهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ. أَللهم اجْعَلْ لِي نُوْرًا فِي صَدْرِي، وَنُوْرًا فِي قَلْبِي، وَنُوْرًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَنُوْرًا مِنْ خَلْفِـي، وَنُوْرًا مِنْ يَمِيْـنِي، وَنُوْرًا مِنْ شِـمَالِي، وَنُوْرًا مِنْ فَـوْقِي، وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِي، وَنُوْرًا فِي بَشَرِي، وَنُوْرًا فِي لَحْمِي، وَنُوْرًا فِي دَمِي، وَنُوْرًا فِي عَظْمِي، أَللهم زِدْ نِي نُوْرًا، وَاعْظِمْ لِي نُوْرًا، وَاعْطِنِي نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِي نُوْرًا. سُبْحَانَ الَّذِيْ تَعَطُّفُ بِالْعِزِّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ الْمَجْدِ وَتَكَرُّمَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيْحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ ذِي الْفَضْلِ وَالنِّعَمِ، سُبْحَانَ ذِي الْقُدْرَةِ وَالْكَرَمِ، سُبْحَانَ الَّذِي أَحْصَي كُلَّ شَيْءٍ بِعِلْمِهِ، سُبْحَانَ ذِي الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَلْإِخْوَانُ يَفْتَتِحُوْنَ الْحَضْرَةَ بِقِرَاءَةِ سُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ ثُمَّ الْمَعَارِفِ الذَّوْقِيَّةِ فِي الْوَظِيْفِيَّةِ الصِّدِّيْقِيَّةِ حَتَّى وَصَلُوْا إِلَى (وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهُ) اِسْتَمِرُّوْا فِي ذِكْرِ الْمُفْرَدِ ”اَللهُ“ جُلُوْسًا بِصَوْتٍ مُتَوَسِّطٍ نَحْوِ عِشْرِيْنَ مَرَّةً ثُمَّ يَقُوْمُوْنَ لِلذِّكْرِ بِهِ قِيَامًا مَعَ إِنْشَادِ الْقَصَائِدِ الْوَعْظِيَّةِ وَمَا يُنَاسِبُهَا ثُمَّ يَجْلِسُوْنَ فَيَقْرَأُ أَحَدُ الْإِخْوَانِ بَعْضَ آىِ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ثُمَّ يُتِمُّوْنَ قِرَاءَةَ الْوَظِيْفَةِ وَيُخْتِمُوْنَ الْحَضْرَةَ بِالدُّعَاءِ الْآتِي مَعَ رَفْعِ الْأَيْدِي وَهُوَ:

أَللهم اجْمَعْنَا عَلَى مَحَبَّتِكَ، وَأَعِنَّا عَلَى طَاعَتِكَ وَخِدْمَتِكَ، وَطُهْرًا تَطْهِيْرًا نُصْلِحُ بِهِ لِحَضْرَتِكَ، وَلَقِيَ نَبِيَّكَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَزِدْنَا فِيْكَ تَحَيُّرًا، وَبِكَ افْتُتِنَا، وَغَيْبُنَا فِيْكَ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ سِوَاكَ، حَتَّى لَا نَكُوْنَ إِلَّا بِكَ وَلَكَ، وَاحْفِظْنَا فِيْكَ سَائِرَ يَوْمِنَا، وَبَقِيَّةِ عُمْرِنَا حَتَّى تَتَوَفَّانَا، وَأَنْتَ عَنَّا رَاضٍ، وَنَحْنُ عَنْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ، بِحَقِّ مَوْلَانَا رَسُوْلُ اللهِ x. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِـزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

ثُمَّ يَتَصَافَحُوْنَ مَعَ تَقْبِيْلِ الْأَيْدِي وَيَتَذَاكَرُوْنَ فِيْمَا يُهِمُّهُمْ مِنْ أَمْرِ دِيْنِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ، وَمِنْ وَظَائِفِ الطَّرِيْقَةِ أَيْضًا اَلْوَظِيْفَةُ الزَّرُوْقِيَّةِ وَحِزْبُ الْبَحْرِ الشَّاذِلِيِّ وَحِزْبُ النَّوَوِيِّ.

 

 

 

 

 

 


Bab 3

مِنْ أَذْكَارِ رَسُوْلِ اللهِ x فِي ٢٤ سَاعَةً اَيْ اَلْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ

Tentang Dzikir-Dzikir Rasulullah x Dalam Sehari Semalam (24 jam)

A

قَالَ اَلْإِمَامُ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ I: لَا خَيْرَ فِي عِبَادَةٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ، وَلَا خَيْرَ فِي عِلْمٍ بِغَيْرِ فَهْمٍ.

“Al-Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan; “Tiada kebaikan di dalam ibadah tanpa disertai ilmu, dan tiada kebaikan di dalam ilmu tanpa disertai kefahaman.”

أَذْكَارُ الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ

Dzikir-Dzikir Di Waktu Pagi Dan Sore Hari.

1)      أَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذُنُوْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.

“Ya Allah, Engkau lah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku, dan aku adalah penyembah-Mu, dan aku menepati janji dan janji-janji-Mu sebaik mungkin, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.

“Barang siapa membacanya di waktu siang hari dengan penuh keimanan, kemudian ia meninggal di sore harinya sebelum petang, maka dia termasuk penghuni surga, dan barang siapa membacanya di malam hari dengan penuh keimanan, lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.”

2)      أَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.

أَللّٰهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.

Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang, dan karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu juga kami akan kembali.”

Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan waktu pagi, karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu kami kembali.”

3)      أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَكَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحمَّدٍ x، وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

“Kami menyongsong pagi dengan kesucian Islam dan dengan kalimat ikhlas (syahadat), serta dengan agama (yang dibawa) Nabi Muhammad x, dan juga agama Bapak kami Ibrahim dengan berserah diri (hanif), serta bukanlah kami termasuk golongan orang-orang musyrik.”

4)      أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. أَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، أَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tentramkanlah aku dari rasa takutku. Ya Allah, peliharalah aku dari arah depanku, belakangku, dari kananku dan kiriku, serta atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari ancaman yang datang dari arah bawahku.

5)      أَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَدَنِيْ، أَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِي سَمَعِيْ، أَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَصَرِيْ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ (x۳).

“Ya Allah sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.” (dibaca 3x).

أَللّٰهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، أَللّٰهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ (x۳).

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain Engkau.”

6)      أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Kami memasuki pagi hari dan pada pagi ini kekuasaan (jagad raya tetap) milik Allah. Segala puji bagi Allah tiada Tuhan yang haq selain Allah, Dialah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah semua kekuasaan dan pujian, dan Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dari kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan di hari ini dan kejahatan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan dari kesengsaraan di masa tua. Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَـا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَـا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِن عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

“Kami memasuki sore hari dan pada sore ini (jagat raya dan seisinya) tetap menjadi milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Dialah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya semua kekuasaan dan pujian. Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dari kebaikan malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya, dan aku berlindung pada-Mu dari kemalasan, dan kesengsaraan di masa tua. Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.”

7)      أَللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرَفَ عَلَى نَفْسِي سُوْءًا أَوْ أَجَرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.

“Ya Allah, Dzat Pencipta langit dan bumi, Dzat yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dzat yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan syetan serta bala tentaranya, atau aku berbuat kejelekan pada diriku, atau aku mendorongnya kepada orang muslim.

8)      رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ x نَبِيًّا.

“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad x sebagai Nabi (ku).”

مَنْ قَالَهَا حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي كَانَ حَقًّا عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُرْضِيَهُ.

“Siapa yang membacanya ketika di waktu pagi dan sore hari, maka ia berhak mendapatkan ridha-Nya Allah”.

9)      يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ.

“Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.”

10)  لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

مَنْ قَالَهَا فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئةٍ، وَكَانَ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذٰلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذٰلِكَ.

“Barang siapa yang membacanya dalam satu hari sebanyak seratus kali, maka baginya setara dengan memerdekakan sepuluh budak, dan ditulis baginya seratus kebaikan, dan dihapus baginya seratus kesalahan, dan baginya perlindungan dari godaan syetan pada hari tersebut sampai sore hari, dan tidak ada seorang pun yang datang lebih utama dari apa yang dia bawa, kecuali seseorang yang melakukan lebih banyak dari itu.”

11)  سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ (x۳).

“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sesuai keridhaan-Nya, seberat timbangan ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya. (dibaca 3x).”

12)  اَللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. (البقرة:255).

Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(Qs. Al-Baqarah [2]: 255).

مَنْ قَالَهاَ حِيْنَ يُمْسِي أُجِيْرَ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِيْنَ يُصْبِحُ أُجِيْرَ مِنْهُ حَتَّى يُمْسِيَ.

“Siapa yang membacanya di waktu petang, maka ia akan selamat dari godaan syetan sampai pagi hari, dan siapa yang membacanya di waktu pagi, ia akan selamat dari godaan syetan sampai sore hari.”

13)  سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ، وَالْفَلَقِ، وَالنَّاسِ.

Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

مَنْ قَرَأَهُمْ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي (x۳)؛ تَكْفِيْهِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

Siapa pun yang membacanya di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka dicukupkan baginya dari segala sesuatu.

سُوْرَةُ الْإِخْلَاصِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ۞ اَللهُ الصَّمَدُ ۞ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ۞ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۞

Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. [1]. Allah tempatnya meminta segala sesuatu. [2]. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. [3]. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. [4].”

سُوْرَةُ الْفَلَقِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ۞ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۞ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۞ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۞ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۞

Katakanlah (Muhammad). Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Shubuh. [1], dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan. [2], dan dari kejahatan malam jika telah gelap gulita, [3], dan dari kejahatan perempuan perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya [4], dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki. [5].”

سُوْرَةُ النَّاسِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۞ مَلِكِ النَّاسِ ۞ إِلٰهِ النَّاسِ ۞ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۞ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ۞ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ۞

“Katakanlah (Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia. [1]. Rajanya manusia. [2]. Tuhannya manusia. [3], dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi. [4], yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia [5], dari golongan jin dan manusia. [6].”

14)  بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (x۳).

Dengan nama Allah, yang tidak akan berbahaya dengan (sebab) nama-Nya segala sesuatu (yang ada) di bumi dan di langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (dibaca 3x).

مَنْ قَالَهَا فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْءٌ.

“Siapa yang membaca di waktu pagi setiap harinya, dan di waktu sore setiap malamnya, maka apa pun tidak akan membahayakan dirinya.”

15)  أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ/أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ (x۴).

“Ya Allah, aku telah berpagi, aku persaksikan Engkau, dan aku persaksikan kandungan ‘arys-Mu, malaikat-malaikat-Mu serta seluruh makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain-Mu dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu.” (dibaca 4x).

مَنْ قَـالَهَا مَرَّةً أَعْتَقَ اللّٰهُ رُبُعَهُ مِنَ النَّارِ، فَمَنْ قَـالَهَا مَرَّتَيْنِ أَعْتَقَ اللّٰهُ نِصْفَهُ، وَمَنْ قَـالَهَا ثَلَاثًا أَعْتَقَ اللّٰهُ ثَلَاثَةَ أَرْبَـاعِهِ، فَإِنْ قَـالَهَا أَرْبَعًا أَعْتَقَهُ اللّٰهُ مِنَ النَّارِ.

“Barang siapa membaca kalimat ini satu kali, maka Allah akan membebaskan seperempatnya dari api neraka, dan barang siapa membacanya dua kali, Allah akan membebaskan setengahnya dari api neraka. Barang siapa membacanya tiga kali, maka Allah akan membebaskan tiga perempatnya dari api neraka, dan barang siapa membacanya empat kali, maka Allah akan membebaskan sepenuhnya dari api neraka.”

16)  أَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rejeki yang halal, dan amal yang diterima.”

17)  سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ (x۱۰۰).

Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.” (dibaca 100x).

مَنْ قَالَهَا حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي مِئَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بِأَفْضَلَ مِمَّا جَـاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ، أَوْ زَادَ عَلَيْهِ.

“Siapa yang membacanya pada saat pagi dan saat malam hari sebanyak seratus kali, maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan yang lebih baik dari pada yang ia bawa, kecuali seseorang yang mengucapkan (bacaan) yang sama atau lebih dari yang ia baca.”

18)  سُبْحَانَ اللهِ (x۱۰۰).

“Maha Suci Allah.” (dibaca 100x).

19)  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (x۱۰۰).

“Segala puji bagi Allah.” (dibaca 100x).

20)  اَللهُ أَكْبَرُ (x۱۰۰).

“Allah Maha Besar.” (dibaca 100x).

21)  لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (x۱۰۰).

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya (segala) pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

مَا يَقُوْلُ إِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ

Doa Yang Dibaca Nabi x Ketika Bangun Dari Tidur.

1)      اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ.

Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.

2)      اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ رَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَعَافَانِيْ فِي جَسَدِيْ، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.

مَا يَقُوْلُ إِذَا لَبِسَ ثَوْبَهُ

Doa Yang Diucapkan Nabi x Ketika Memakai Pakaian.

أَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ، وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ، وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ.

“Ya Allah, untuk-Mu segala pujian yang Engkau berikan kepadaku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa pun yang dibuat untuknya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pakaian ini dan kejelekan apa pun yang dibuat untuknya.

كَيْفِيَةُ لُبْسِ الثَّوْبِ

Tata Cara Memakai Pakaian.

إِذَا لَبِسْتُمْ وَإِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَءُوْا بِأَيْمَانِكُمْ.

“Apabila kalian memakai pakaian, dan apabila kalian berwudhu` maka mulailah dari bagian kanan (tangan) kalian.”

مَا يَقُوْلُ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ

Doa Yang Dibaca Ketika Masuk Kamar Mandi.

1)     أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan.

2)     بِسْمِ اللهِ.

“Dengan menyebut nama Allah.”

مَا يَقُوْلُ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْخَلَاءِ

Doa Yang Dibaca Ketika Keluar Kamar Mandi.

غُفْرَانَكَ.

“Dengan mengharap ampunan-Mu (Ya Allah).”

اَلذِّكْرُ قَبْلَ الْوُضُوْءِ

Bacaan Dzikir Sebelum Berwudhu`.

بِسمِ اللهِ.

“Dengan menyebut nama Allah.”

مَا يَقُوْلُ إِذَا فَرَغَ مِنْ وُضُوْئِهِ

Doa Yang Dibaca Nabi x Setelah Selesai Berwudhu`.

1)      أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

2)      أَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَّةُ، يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

“(Barang siapa selepas berwudhu` berdoa); “Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci,” melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia boleh masuk lewat pintu mana saja yang ia kehendaki.

3)      سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, dan aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ قَالَهَا عِنْدَ فَرَاغِهِ مِنْ وُضُوْئِهِ خُتِمَ عَلَيْهَا بِخَاتَمٍ فَوُضِعَتْ تَحْتَ الْعَرْشِ فَلَمْ تُكْسِرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Siapa yang berwudhu` kemudian menyempurnakan wudhu` itu lalu membaca do’a di atas ketika selesai dari wudhu`nya, maka dia akan dipakaikan cincin yang kemudian cincin itu diletakkan di bawah ‘Arsy, maka cincin itu tidak akan retak sampai hari kiamat.

مَا يُقَالُ عِنْدَ الْخُرُوْجِ مِنْ الْمَنْزِلِ

Doa Yang Dibaca Ketika Keluar Dari Rumah.

1)      بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاللهِ.

“Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dari pertolongan Allah.”

2)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَليَّ أَوْ أَظْلِمَ أو أُظْلَمَ.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah aku sampai tersesat atau disesatkan, jangan sampai tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain, serta berbuat dzalim atau didzalimi.

مَا يُقَالُ عِنْدَ الدُّخُوْلِ إِلَى الْمَنْزِلِ

Doa Yang Dibaca Ketika Masuk Rumah.

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا. ثُمَّ لِيُسَلِّمَ عَلَى أَهْلِهِ.

Ya Allah, dengan nama-Mu kami masuk, dan dengan nama-Mu kami keluar. Kepada Allah-lah, Tuhan kami, kami bertawakal.” Lalu mengucapkan salam kepada keluarga yang ada di rumah.

مَا يَقُوْلُ إِذَا خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

Doa Yang Diucapkan Ketika Keluar Untuk Shalat.

أَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا وَفِي لِسَانِي نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُوْرًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِي نُوْرًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا أَللّٰهُمَّ أَعْطِنِي نُوْرًا.

“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.”

مَا يَقُوْلُ عِنْدَ دُخُوْلِ الْمَسْجِدِ

Doa Yang Diucapkan Ketika Masuk Masjid.

1)      أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya dari godaan syetan yang terkutuk.

2)      بِسْمِ اللهِ، وَالسَّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ.

“Dengan menyebut nama Allah, dan salam sejahtera untuk Rasulullah x.”

3)      أَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

“Ya Allah, bukalah bagiku pintu rahmat-Mu.”

مَا يَقُوْلُ عِنْدَ الْخُرُوْجِ مِنَ الْمَسْجِدِ

Doa Yang Diucapkan Ketika Keluar Dari Masjid.

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akan karunia-Mu.”

أَذْكَارُ الْأَذَانِ

Dzikir-Dzikir Seputar Adzan.

1)      مَنْ سَمِعَ الْمُؤَذِّنَ فَقَالَ مِثْلَ مَا يَقُوْلُ؛ إِلَّا فِي حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ وَحَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ فَيَقُوْلُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ.

“Apabila kamu mendengar muadzin sedang adzan, maka ucapkanlah (jawablah) seperti yang diucapkan muadzin, kecuali saat mendengar muadzin membaca “hayya ‘alas shalah” dan “hayya ‘alal falah”, maka ucapkanlah (jawablah); la haula wala quwwata illa billah.”

2)      يُصَلِّي عَلَى النَّبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ بَعْدَ فَرَاغِهِ مِنْ إِجَابَةِ الْمُؤَذِّنِ.

“(lalu) bershalawatlah kepada Nabi Muhammad x setelah selesai dari menjawab adzannya muadzin.”

3)      أَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدَا نِالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدَا نِالَّذِيْ وَعَدْتَهُ، أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan ini, berikanlah dengan limpah karunia-Mu kepada Nabi Muhammad kedudukan dan keutamaan (paling tinggi) dan limpahkanlah kepadanya tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad, dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.

4)      يَدْعُوْا لِنَفْسِهِ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَالدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَهُمَا.

“(Lalu) berdoalah untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa di antara keduanya itu tidak akan ditolak.”

مَا يَقُوْلُ الْإِمَامُ قَبْلَ الصَّلَاةِ لِلْمَأْمُوْمِيْنَ

Yang Dibaca Imam Kepada Makmum Sebelum Shalat Dimulai.

1)      اِسْتَوُوْا وَلَا تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفَ قُلُوْبُكُمْ؛ لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلاَمِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ.

“Luruskanlah (shaff kalian) dan janganlah kalian bercerai-berai sehingga tercerai-berai hati kalian, dan Hendaknya yang berada di belakangku ialah ulul ahlam wa nuha (orang yang sempurna akal dan fikirannya) kemudian (orang-orang) yang setelah itu, dan kemudian (orang-orang) yang setelah itu.”

2)      أَتِمُّوا الصَّفَّ الْمُقَدَّمَ، ثُمَّ الَّذِي يَليْهِ، فَمَا كَانَ مِنْ نَقْصٍ فَلْيَكُنْ فِي الصَّفِّ الْمُؤَخَّرِ.

“Sempurnakanlah shaf yang paling depan. Kemudian barulah shaf selanjutnya. Apabila ada shaf yang tidak sempurna maka hendaklah di shaf paling belakang.”

3)      رَصُّوْا صُفُوْفَكُمْ، وَقَارِبُوْا بَيْنَهَا، وَحَاذُوْا بِالْأَعْنَاقِ.

“Tertibkanlah barisan (shaff)-mu, rapatkanlah jaraknya, dan luruskanlah dengan leher.”

مَا يَقُوْلُ مِنْ دُعَاءِ الْإِسْتِفْتَاحِ (بَعْدَ أَوَّلِ تَكْبِيْرَةِ الْإِحْرَامِ )

Yang Diucapkan Dari Doa Iftitah (Setelah Takbiratul Ihram).

1)      وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. أَللّٰهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي جَمِيْعًا لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ_طَاعَةً مَعَ السَعَادَةِ _وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ وَالْمَهْدِيُّ مَنْ هَدَيْتَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus, dan aku tidaklah tergolong orang-orang yang menyekutukan-Mu. Sesungguhnya shalat, ibadah, dan hidup serta matiku adalah hanya untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh sebab itu ampunilah semua dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Tunjukkanlah kepadaku akhlak terbaik, karena tidak ada yang bisa menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, karena tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku dari padanya kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tangan-Mu, kejelekan tidak dinisbahkan kepada-Mu. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmat-Mu, dan hanya kepada-Mu aku kembali. Maha suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

2)      سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ.

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau.”

3)      أَللّٰهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. أَللّٰهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. أَللّٰهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah Ya Tuhanku, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.”

4)      اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah.”

5)      اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah di pagi dan petang hari.”

اَلتَّعَوُّذُ بَعْدَ دُعَاءِ الْإِسْتِفْتَاحِ

Bacaan Ta’awwudz Setelah Doa Iftitah.

1)      أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفَثِهِ.

“Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk, dari hasutan fitnahnya, hembusan dan tiupan sihirnya.”

2)      أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفَثِهِ.

“Aku berlindung kepada Allah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk, dari hasutan fitnahnya, hembusan dan tiupan sihirnya.”

مَا يُقَالُ فِي الرُّكُوْعِ

Doa Yang Dibaca Ketika Ruku’.

1)      سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ (x۳).

“Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung.” (3x).

2)      سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (x۳).

“Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung, dan dengan memuji-Nya.” (3x).

3)      سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلَآئِكَةِ وَالرُّوْحِ.

“Maha Bersih dan Maha Suci (Engkau Ya Allah), Tuhan para malaikat dan roh.”

4)      سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ اللهم اغْفِرْ لِي.

“Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku. Ya Allah, ampunilah dosaku.”

5)      أَللّٰهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي وَعَصَبِي.

“Ya Allah, untuk-Mu aku ruku’, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku, dan apa saja yang diangkat oleh telapak kakiku (semuanya) tunduk kepada-Mu.”

6)      سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَالْمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.

“Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.”

مَا يَقُوْلُ عِنْدَ الْإِعْتِدَالِ مِنَ الرُّكُوْعِ

Yang Diucapkan Ketika Bangun Dari Ruku’.

1)      سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.

“Allah mendengar kepada siapa yang memuji-Nya.”

2)      إِذَا اسْتَوَى قَائِمًا قَالَ: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ.

“Apabila bangkit dari ruku’ untuk berdiri tegak (i’tidal), maka bacalah; “Ya Tuhan kami, segala puji bagi Engkau.”

3)      أَللّٰهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ، وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.

“Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau lah yang lebih berhak atas segala pujian dan keagungan, (pujian) yang lebih baik dari yang dikatakan seorang hamba, dan kami semua adalah hamba-Mu, tiada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak, dan tidak ada yang bermanfaat bagi seseorang kecuali atas kehendak-Mu.”

4)      لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ. (يُكَرِّرُهَا).

“Bagi Tuhanku segala pujian, dan bagi Tuhanku segala pujian. (dibaca berulang-ulang).”

مَا يَقُوْلُ فِي السُّجُوْدِ

Bacaan Yang Diucapkan Ketika Sujud.

1)      سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى (x۳).

“Maha Suci Tuhan Yang Maha Luhur.”

2)      سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (x۳).

“Maha Mulia Tuhan Yang Maha Agung, dan dengan memuji-Nya.”

3)      سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي.

“Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku. Ya Allah, ampunilah dosaku.”

4)      سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَالْمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.

“Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.”

5)      سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلَآئِكَةِ وَالرُّوْحِ.

“Maha Bersih dan Maha Suci (Engkau Ya Allah), Tuhan (para) malaikat dan roh.”

6)      أَللّٰهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللّٰهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.

“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku bersujud, dan hanya kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu lah aku berserah diri, dan Engkau lah Rabb-ku. Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakan dan membentuknya, maka baguskanlah bentuknya, dan Dzat yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat. Maha Suci Allah, sebaik-baiknya pencipta.”

7)      أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ.

“Tuhanku, ampunilah aku dari segala dosa baik kecil maupun besar, awal maupun akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

8)      أَللّٰهُمَّ اجْعلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا، وَفِي لِسَانِي نُوْرًا، وَفِي بَصَرِي نُوْرًا، وَفِي سَمْعِي نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِي نُوْرًا، وَعَنْ يَسَارِي نُوْرًا، وَمِنْ فَوْقِي نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِي نُوْرًا، وَمِنْ خَلْفِي نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِي فِي نَفْسِي نُوْرًا، وَأَعْظِمْ لِي نُوْرًا.

“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, dan di dalam lisanku cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku cahaya. Jadikanlah dari depanku cahaya, dari belakangku cahaya, dan jadikanlah di dalam jiwaku cahaya, dan perbesarlah cahaya untukku.”

مَا يَقُوْلُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ

Yang Diucapkan Di Antara Dua Sujud.

1)      أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَارْفَعْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي.

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, angkatlah derajatku, perbaikilah keadaanku, berilah aku petunjuk, maafkanlah aku, dan berilah rezeki-Mu.”

2)      رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي.

“Ya Tuhan, ampuni aku, Ya Tuhan, ampuni aku.”

مَا يَقُوْلُ فِي الْقُنُوْتِ

Doa Yang Dibaca Saat Qunut.

أَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.

“Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah aku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkau lah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, dan Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak, dan Engkaulah yang Maha Tinggi.”

اَلتَّشَهُّدُ فِي الصَّلَاةِ

Bacaan Tasyahhud Di Dalam Shalat.

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّٰهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan (tetap) bagimu wahai Nabi Muhammad, beserta rahmat dan keberkahan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.”

اَلصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ بَعْدَ التَّشَهُّدِ

Membaca Shalawat Kepada nabi Setelah Bacaan Tasyahhud.

أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَللّٰهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim beserta keluarganya, dan limpahilah berkah atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia.”

اَلدُّعَاءُ إِذَا فَرَغَ مِنَ التَّشَهُدِ

Doa Ketika Selesai Dari Membaca Tasyahhud.

1)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dan dari siksa kubur. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah kematian, dan dari buruknya fitnah Al-Masih Dajjal.”

2)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ.

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan dan dari kejahatan yang tidak aku lakukan.”

3)      أَللّٰهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا.

“Ya Allah, hisablah amalku dengan seringan-ringannya.”

4)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُـوْبَ إِلَّا أَنْتَ، فَـاغْفِرْ لِي مَغْفِـرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kedzaliman yang banyak, dan tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

5)      أَللّٰهُمَّ إِنَّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ x، وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ بِهِ مُحَمَّدٌ x، وَمَا قَضَيْتَ لِي مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا.

Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui. Aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan hal-hal yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku meminta segala sesuatu yang diminta oleh Nabi Muhammad x dan berlindung dari segala yang diminta perlindungannya oleh Nabi Muhammad x, dan apa pun yang Engkau takdirkan untukku jadikanlah kebaikan pada akhirnya.”

6)      أَللّٰهُمَّ إنِّي أسألُكَ يَا اللهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ، الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوْبِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon (pertolongan) kepada-Mu ya Allah, bahwa sesungguhnya Engkau adalah tempat bergantung (semua makhluk), yang tiada melahirkan dan tiada pula dilahirkan, serta tiada apa pun yang menyamai-Nya. Ampunilah dosa-dosaku, karena sesungguhnya Engkau lah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

7)      أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ.

“Ya Allah, ampunilah aku (terhadap) apa saja yang telah lalu dan yang akan datang. Dari masaku, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku tampakkan, serta apa yang aku lakukan dengan berlebihan. Engkau lah Dzat Yang Maha Mengetahui dari pada aku. Engkau lah Yang Maha Akhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”

مَا يَقُوْلُ بَعْدَ الْإِنْصِرَافِ مِنَ الصَّلَاةِ

Bacaan Wirid Yang Dibaca Setelah Selesai Shalat.

1)      يُكَبَّرُ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى.

“Bertakbir kepada Allah Ta’ala.”

2)      أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Ya Allah, Engkau lah Dzat yang mempunyai kesejahteraan, dan dari-Mu kesejahteraan itu. Engkau lah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkau lah Yang Maha Tinggi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

3)      لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

“Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, yang tiada sekutu baginya. Hanya miliknya segala kerajaan dan hanya miliknya segala pujian, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, Dialah yang memiliki karunia dan keutamaan, Dialah yang memiliki sanjungan yang baik, ikhlas beragama kerena-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

4)      لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، أَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.

Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya miliknya segala kerajaan dan hanya miliknya segala puji, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang menghalangi untuk apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi dari apa yang telah Engkau halangi, dan tidak bermanfaat di sisi-Mu orang yang mempunyai kedudukan, karena (sesungguhnya) kedudukan itu berasal dari-Mu.”

5)      يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، وقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ.

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.”

6)      سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَ اللهُ أَكْبَرُ (ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ) لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

)مَنْ قَالَ ذٰلِكَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.(

“Membaca: Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar (33x). Dan bacaan yang artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(Siapa yang membaca dzikir ini selepas shalat maka diampuni semua kesalahannya meskipun seperti buih lautan).

مَا يُقَالُ بَعْدَ صَلَاةِ الْوِتْرِ

Yang Dibaca Setelah Shalat Witir.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ. يَقُوْلُهَا ثَلَاثًا، وَيَمُدُّ بِهَا صَوْتُهُ، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ فِي الثَّالِثَةِ.

“Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari segala kekurangan.” (dibaca 3x, memanjangkan suara beserta mengeraskan suara pada bacaan yang ketiga).

دُعَاءُ صَلَاةِ الْإِسْتِخَارَةِ

Doa Shalat Istikharah.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ x يُعَلِّمُنَا الْإِسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنَ الْقُرْآنِ، يَقُوْلُ: إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيْضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ: أَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ، أَللّٰهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِيْنِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي (أوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِيْنِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي (أوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي، قَالَ: (وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ).

“Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra, ia berkata: ‘Rasulullah x mengajari kami para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur`an. Beliau x bersabda: Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau Yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkau lah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya.” Lalu ia sebutkan hajatnya.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ رُؤْيَةُ هِلَالِ رَمَضَانَ

Doa Ketika Melihat Hilal Ramadhan.

أَللّٰهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللهُ.

“Ya Allah, perjalankanlah bulan ini kepada kami dengan penuh kebajikan, iman, selamat, dan Islam. Rabb-ku dan Rabb-mu (bulan) adalah Allah.”

مَا يَقُوْلُ الصَّائِمُ إِذَا سَابَهُ أَحَدٌ

Yang Diucapkan Orang Yang Berpuasa Jika Seseorang Menghinanya.

إنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ.

“Sesungguhnya saya sedang berpuasa.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ إِفْطَارِ الصَّائِمِ

Doa Yang Dibaca Ketika Berbuka Puasa.

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

اَلدُّعَاءُ إِذَا أَفْطَرَ عِنْدَ أَهْلِ بَيْتٍ

Doa Ketika Berbuka Puasa Bersama Keluarga.

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَآئِكَةُ.

“Telah berbuka di sisi kalian orang-orang yang berpuasa, dan telah menyantap makanan kalian orang-orang yang baik, dan para Malaikat telah mendoakan kalian.”

اَلذِّكْرُ قَبْلَ الطَّعَامِ

Doa Sebelum Makan.

1)      إِذَا أَكَلْتَ سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ.

“Jika kamu makan maka sebutlah nama Allah, dan makanlah dari sisi kananmu, dan makanlah apa yang layak bagimu.”

2)      إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ، فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ.

“Jika seseorang memakan makanan, maka hendaknya ia mengucapkan bismillah. Jika ia lupa di awal, maka ucapkanlah bismillah fii awwalihi wa aakhirihi (dengan Nama Allah di awal dan di akhir).”

3)      مَنْ أَطْعَمَهُ اللهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ:

أَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ: أَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ.

“Barang siapa yang diberi rezeki Allah berupa makanan, hendaklah membaca: “Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya, dan berilah makanan yang lebih baik darinya. Dan barang siapa yang diberi rezeki oleh Allah berupa susu, maka hendaknya membaca doa; “Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan tambahkanlah.”

4)      إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلَا يَأْكُلْ مِنْ أَعْلَى الصَّحِفَةِ وَلٰكِنْ لِيَأْكُلَ مِنْ أَسْفَلِهَا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ مِنْ أَعْلَاهَا.

Apabila salah seorang di antara kamu makan, maka janganlah ia makan dari bagian atas piringnya, tetapi makanlah dari bagian bawahnya, karena berkah turun dari atasnya.

5)      إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا.

“Apabila salah seorang dari kalian telah selesai makan, maka janganlah ia langsung mengusap tangannya hingga ia menjilatnya atau menjilatkannya (memberikannya) kepada yang lain (maksudnya kepada orang-orang dekat atau mereka yang tidak merasa sungkan dan enggan menghabiskan sisa makanan tersebut, seperti kepada istri atau anak atau yang semisalnya).”

6)      إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَسَقَطَتْ لُقْمَةٌ فَلْيُمِطْ مَا رَابَهُ مِنْهَا، ثُمَّ لِيَطْعَمْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ.

Apabila salah seorang dari kalian sedang makan dan potongan makanan kalian terjatuh, hendaklah ia segera mengambilnya dan membersihkan bagian yang terkena kotoran dari makanan itu. Setelahnya hendaklah ia memakannya, dan janganlah ia membiarkannya menjadi makanan bagi syaithan.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ الْفَرَاغِ مِنَ الطَّعَامِ

Doa Ketika Selesai Makan.

1)      مَنْ أَكَلَ طَعَامًا، ثُمَّ قَالَ:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هٰذَا الطَّعَامَ، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ.

“Barang siapa memakan makanan kemudian membaca doa; Alhamdulillahil ladzii ath’amanii hadza ath tha’aama wa razaqaniihi min ghairi haulin minni wa laa quwwatin (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rizki, tanpa daya dan kekuatan dariku).”

2)      اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ، وَلَا مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا.

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik (murni terhindar dari riyâ’ dan sum‘ah/ingin didengar orang lain) nan berkah (berkembang, terus menerus tidak terputus), yang pujian itu tidak akan bisa mencukupi, tidak ditolak, dan tidak pula dicukupkan sepadan pada pemberian-Mu, wahai Tuhan kami.”

دُعَاءُ الضَّيْفِ لِصَاحِبِ الطَّعَامِ

Doanya tamu Kepada Orang Yang Memberinya Makan.

أَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ.

“Ya Allah, berkahilah apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka, Ampunilah mereka dan sayangilah mereka.

اَلدُّعَاءُ لِمَنْ أَطْعَمَهُ أَوْ سَقَاهُ

Doa Untuk Orang Yang Memberi Makan Dan Minum.

1)      أَللّٰهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ.

Ya Allah, semoga Engkau membalas kebaikan orang ini karena telah memberikan makan untukku dan juga Engkau berikan minuman atas minuman yang diberikan kepadaku.

2)      كَانَ النَّبِيُّ x إِذَا اجْتَهَدَ لِأَحَدٍ فِي الدُّعَاءَ قَالَ: جَعَلَ اللهُ عَلَيْهِ صَلَاةَ قَوْمٍ أَبْرَارٍ، يَقُوْمُوْنَ اللَّيْلَ وَيَصُوْمُوْنَ النَّهَارَ، لَيْسُوْا بِظَلَمَةٍ وَلَا فُجَّارٍ.

“Dahulu Nabi x apabila bersungguh-sungguh mendoakan kebaikan bagi seseorang, maka beliau pun berkata (berdoa): “Semoga Allah menetapkan bagi kalian doanya kaum yang baik, (yaitu) mereka yang senantiasa mengerjakan shalat di malam hari serta berpuasa di siang hari. Mereka bukanlah orang-orang yang berdosa, serta bukan pula orang-orang yang suka berbuat maksiat.”

اَلدُّعَاءُ لِمَنْ صَنَعَ إِلَيْكَ مَعْرُوْفًا

Doa Untuk Seseorang Yang Membuatmu Terkenal.

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا.

“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

اَلدُّعَاءُ لِمَنْ قَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللهِ

Doa Untuk Orang yang Mengatakan: Sesungguhnya Aku Mencintaimu Karena Allah.

أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ.

“Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.

مَا يُقَالُ فِي الْمَجْلِسِ

Yang Diucapkan Ketika Di Majelis.

كُنَّا نَعُدُّ لِرَسُوْلِ اللهِ x فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِئَةَ مَرَّةٍ:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَليَّ؛ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

“Kami menghitung dari Rasulullah x, dalam satu majelis (sebelum beliau bangun dari majelis tersebut) seratus kali ucapan (yang artinya): “Wahai Rabbku, ampuni aku dan terima taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.”

كَفَّارَةُ الْمَجْلِسِ

Doa Kafaratul Majlis.

سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu.”

كَيْفَ يُلَبِّي الْمُحْرِمُ فِي الْحَجِ أَوِ الْعُمْرَةِ

Tata Cara Membaca Talbiyah Di Waktu Haji Dan Umrah.

لَبَّيْكَ أَللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ.

“Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu (3x). Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan, dan seluruh kerajaan adalah milik-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu.

تَفْسِيْرُ لَبَّيْكَ: أَللّٰهُمَّ أَنَا أُطِيْعُ نِدَاءَ النَّبِيِّ إِبْرَاهِيْمَ لِلْحَجِّ بِفَرَحٍ.

Tafsir lafadz “Labbaika” ialah: “Ya Allah, aku mentaati panggilan Nabi Ibrahim as untuk melaksanakan haji dengan rasa suka cita.”

اَلتَّكْبِيْرُ إِذَا أَتَى الرُّكْنَ الْأَسْوَدِ

Bacaan Takbir Saat Mendatangi Hajar Aswad.

يُسْتَحَبُّ إِذَا أَتَى الرُّكْنَ وَاسْتَطَاعَ أَنْ يَسْتَلِمَهُ بِيَدِهِ وَيُقَبِّلَهُ دُوْنَ إِيْذَاءِ غَيْرِهِ فَعَلَ ذٰلِكَ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُقَبَّلَ الْحَجَرَ اَسْتَلِمَهُ بِيَدِهِ وَقَبَّلَ يَدَهُ، وَإِلَّا أَشَارَ إِلَيْهِ وَكَبَّرَ لِلْأَثَرِ الَّذِى صَحَّ فِي ذٰلِكَ: طَـافَ النَّبـِيُّ x بِالْبَيْتِ عَلَى بَعِيْرٍ، كُلَّمَا أَتَى الرُّكْنَ أَشَارَ إلَيْهِ بِشَيْءٍ عِنْدَهُ وَكَبَّرَ.

“Dianjurkan ketika seseorang mendatangi rukun Yamani dan Hajar Aswad agar bisa mencium itu atau menyentuh dengan tangannya, dan menciumnya tanpa menyakiti orang lain, jika ia tidak mampu mencium Hajar Aswad dengan tangannya dan mencium tangannya, maka cukuplah ia berisyarat dengan mengucapkan takbir (Allah Akbar) karena semata mengikuti Nabi x yang pernah selama thawaf berputar-putar mengelilingi Kabah dalam keadaan menunggang unta, dan saat beliau sampai di dekat Hajar Aswad, maka beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang ada padanya seraya bertakbir.”

اَلدُّعَاءُ بَيْنَ الرُّكْنِ الْيَمَانِيِّ وَالْحَجَرِ الْأَسْوَدِ

Bacaan Doa Antara Rukun Yamani Dan Hajar Aswad.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari api neraka.”

دُعَاءُ الْوُقُوْفِ عَلَى الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ

Doa Ketika Wuquf Di Shafa Dan Marwah.

لَمَّا دَنَا النَّبِيُّ x مِنَ الصَّفَا قَرَأَ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ، فَبَدَأَ بِالصَّفَا، فَرَقِيَ عَلَيْهِ، حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَوَحَّدَ اللهَ وَكَبَّرَهُ، وَقَالَ: لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، ثُمَّ دَعَا بَيْنَ ذٰلِكَ، قَالَ مِثْلَ هٰذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ نَزَلَ إِلَى الْمَرْوَةِ حَتَّى إِذَا انْصَبَّتْ قَدَمَاهُ فِي بَطْنِ الْوَادِي سَعَى، حَتَّى إِذَا صَعِدَتَا مَشَى حَتَّى أَتَى الْمَرْوَةَ فَفَعَلَ عَلَى الْمَرْوَةِ كَمَا فَعَلَ عَلَى الصَّفَا.

Ketika Nabi x mendekati bukit Shafa maka beliau membaca (ayat yang artinya): “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari tanda (syiar-Nya) Allah. Lalu beliau berkata; “Kita mulai dengan apa yang telah Allah mulai.” Maka kemudian dia mulai dari bukit Shafa, lalu beliau naik ke bukit sampai melihat Kabah sehingga menghadap ke arah kiblat, lalu membaca kalimat tauhid dan membaca takbir, dan beliau mengucapkan (yang artinya): Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian. Kemudian beliau berdoa di antara keduanya dan mengucapkan seperti itu tiga kali. Lalu beliau turun ke bukit Shafa sampai berdiri tegak dengan kaki mulianya di tengah lembah, lalu melanjutkan dengan tergesa-gesa sampai beliau mendaki bukit Shafa saat itu dengan berjalan kaki sampai di bukit Marwah, lalu beliau lakukan di bukit Marwah seperti yang beliau lakukan di bukit Shafa.”

اَلدُّعَاءُ يَوْمَ عَرَفَةَ

Doa Hari Arafah.

لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

اَلذِّكْرُ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ

Dzikir Ketika Di Masy’aril Haram.

صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ x فِي الْمَسْجِدِ، ثُمَّ رَكِبَ الْقَصْوَاءَ، حَتَّى إِذَا اسْتَوَتْ بِهِ نَاقَتُهُ عَلَى الْبَيْدَاءِ، فَأَهَلَّ بِالتَّوْحِيْدِ: لَبَّيْكَ أَللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ، وَأَهَلَّ النَّاسُ بِهٰذَا الَّذِي يُهِلُّوْنَ بِهِ، فَلَمْ يَرُدَّ رَسُوْلُ اللهِ x عَلَيْهِمْ شَيْئًا مِنْهُ، وَلَزِمَ رَسُوْلُ اللهِ x تَلْبِيَتَهُ، حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَوَحَّدَ اللهَ وَكَبَّرَهُ، وَقَالَ: لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، ثُمَّ دَعَا بَيْنَ ذٰلِكَ، قَالَ مِثْلَ هٰذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ تَوَجَّهُوا إِلَى مِنًى، فَأَهَلُّوا بِالْحَجِّ، وَرَكِبَ رَسُوْلُ اللهِ x، فَصَلَّى بِهَا الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ، وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ، وَالْفَجْرَ، ثُمَّ مَكَثَ قَلِيْلًا حتَّى طَلَعَتِ الشَّمْسُ، فَأَجَازَ رَسُوْلُ اللهِ x حَتَّى أَتَى عَرَفَةَ، حَتَّى إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ أَمَرَ بِالْقَصْوَاءِ، فَرُحِلَتْ لَهُ، فَأَتَى بَطْنَ الْوَادِي، فَخَطَبَ النَّاسَ ثُمَّ أَذَّنَ، ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ، ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ، وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا، ثُمَّ رَكِبَ رَسُوْلُ اللهِ x حَتَّى أَتَى الْمَوْقِفَ، فَجَعَلَ بَطْنَ نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ إِلَى الصَّخَرَاتِ، وَجَعَلَ حَبْلَ الْمُشَاةِ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى غَرَبَتِ الشَّمْسُ.

Nabi shalat di masjid, lalu beliau mengendarai unta_yang bernama Qashwa`_hingga unta tersebut terdampar di padang pasir, lalu beliau memulainya dengan membaca kalimat tauhid dan takbir; “Ya Allah, aku memenuhi seruan-Mu, aku memenuhi seruan-Mu yang Tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi seruan-Mu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan, dan seluruh kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.” Dan orang-orang bertalbiyah dengan talbiyah yang mereka ucapan ini, dan Rasulullah x tidak menolak sedikitpun dari hal tersebut, dan Rasulullah x terus mengucapkan talbiyahnya, hingga beliau melihat Ka’bah, maka kemudian beliau bertakbir serta mentauhidkan Allah. Beliau mengucapkan (artinya): “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok musuh sendirian. Kemudian beliau berdoa di antara tempat tersebut dan mengucapkan seperti itu tiga kali. Tatkala pada Hari Tarwiyah dan mereka mengarahkan ke Mina, mereka bertalbiyah untuk melakukan haji. Lalu Rasulullah x menaiki kendaraan dan melakukan shalat di waktu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya` serta Shubuh di Mina, kemudian beliau tinggal beberapa saat hingga terbit matahari. Kemudian Rasulullah x lewat hingga sampai ke Arafah dan kemudian beliau singgah di sana hingga setelah matahari tenggelam beliau memerintahkan agar untanya, Qashwa`, segera dipersiapkan, lalu beliau pergi ke tengah bukit dan berkhutbah di hadapan semua orang, dan lalu mengumandangkan adzan. Kemudian beliau melakukan shalat Dzuhur, lalu berdiri dan shalat Ashar, dan tidak melakukan shalat apa pun di antara keduanya. Kemudian beliau menaiki Qashwa` hingga ke tempat wuquf dan menempatkan perut untanya menghadap bebatuan, dan menempatkan Hablul Musyah (yaitu tempat mereka berkumpul) di hadapan beliau, lalu beliau menghadap kiblat hingga matahari tengelam.”

اَلتَّكْبِيْرُ عِنْدَ رَمْيِ الْجِمَارِ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ

Bacaan Takbir Ketika Melempar Jumrah Pada Tiap-Tiap Kerikil.

يُكَبِّرُ (اَللهُ أَكْبَرُ) كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ ثُمَّ تَقَدَّمَ أَمَامَهَا فَوَقَفَ رَافِعًا يَدَيْهِ وَيَدْعُو (أَللّٰهُمَّ....) مُسْتَقبِلَ الْبَيْتِ، رَافِعًا يَدَيْهِ بَعْدَ الْجَمْرَةِ الْأُوْلَى وَالثَّانِيَةَ. أَمَّا جَمْرَةُ الْعَقَبَةِ فَيُرْمِيْهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ، وَلَا يَقِفُ عِنْدَهَا.

“Beliau bertakbir setiap kali melempar dengan kerikil, kemudian maju ke depan, lalu berdiri menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangannya dan berdoa (Ya Allah..) dan berdiri lama setelah melempar jumrah yang pertama dan kedua. Sedangkan jumrah Aqabah, beliau x melemparnya dengan tujuh kerikil kemudian beralih, dan tidak berdiri di sisinya.

دُعَاءُ رُكُوْبِ الدَّابَّةِ وَنَحْوِهَا

Doa Mengendarai Hewan Tunggangan Atau Semisalnya.

بِسْمِ اللهِ، اَلْحَمدُ لِلّٰهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَـا كُنَّا لَهُ مُقْـرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللهم إِنَّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَـاغْفِرْ لِي، فَـإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Segala puji bagi Allah (baca 3x), Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku mendzalimi diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

دُعَاءُ السَّفَرِ

Doa Safar (Bepergian).

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. أَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، أَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، أَللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأهْلِ، أَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأهْلِ، وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ، وَزَادَ فِيْهِنَّ: آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ.

“Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Dzat yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Ya Allah, sesungguh-nya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkau lah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, dari pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.” Apabila kembali maka doa berpergian di atas dibaca, dan ditambah: “Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ سِمَاعِ صِيَاحِ الدِّيْكِ وَنَهيْقِ الْحِمَارِ

Doa Ketika Mendengar Kokok Ayam Dan Ringkikan keledai.

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا.

Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari syetan, karena dia melihat syetan.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ سِمَاعِ نِبَاحِ الْكِلَابِ

Doa Ketika Mendengar Lolongan Anjing.

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ، وَنَهِيْقَ الْحِمَرِ بِاللَّيْلِ، فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ (نَعُوْذُ بِاللهِ..) فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لَا تَرَوْنَ.

Apabila kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari, maka mintalah perlindungan (ta’awwudz) kepada Allah, karena mereka melihat apa yang tidak kalian lihat.”

دُعَاءُ لِقَاءِ الْعَدُوِّ

Doa Ketika Bertemu Musuh.

1)      حَسْبُنَا اللهُ ونِعْمَ الوَكِيْلُ.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

2)      أَللّٰهُمَّ أَنْتَ عَضُدِي، وَأَنْتَ نَصِيْرِي، بِكَ أَحُوْلُ وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ.

Ya Allah, Engkau lah lenganku (penolongku), Engkaul ah pembelaku. Dengan sebab pertolongan-Mu aku bergerak, dengan pertolongan-Mu aku menyergap, dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.

مَا يَقُوْلُ مَنْ خَافَ قَوْمًا

Yang Diucapkan Orang Yang Takut Terhadap Kejahatan Sekelompok Kaum.

أَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ.

“Ya Allah, cukupkanlah aku dari kejahatan mereka dengan yang Engkau kehendaki.”

دُعَاءُ الرِيْحِ

Doa Ketika Angin Kencang.

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.

اَلدُّعَاءُ إِذَا نَزَلَ الْمَطَرُ

Doa Ketika Hujan Turun.

أَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا .وبَعْدَ انْتِهَاءِ الْمَطَرِ يَقُوْلُ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ.

“Ya Allah berilah hujan yang bermanfaat.” Dan ketika hujan telah reda maka ucapkanlah: “Kita telah diberikan hujan dengan hujan yang mengandung karunia dan rahmat Allah.”

اَلدُّعَاءُ لِطَرْدِ الشَّيْطَانِ وَوَسَاوِسِهِ

Doa Untuk Mengusir Syetan Dan Rasa Was-Was.

1)      (اَلْإِسْتِعَاذَةُ بِاللهِ مِنْهُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى): فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ (الأعراف: 200).(وَقَوُلُهُ تَعَالَى): وَقُلْ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ (المؤمنون: 97).

“Membaca ta’awwudz, karena berdasarkan firman Allah yang berbunyi (yang artinya): “Mintalah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Qs. Al-A’raf: 200).” Berikut firman Allah Ta’ala yang berbunyi (yang artinya): “Dan katakanlah; “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syetan (Qs. Al-Mu`minun: 97).”

2)      اَلْأذَانُ.

Mengumandangkan adzan.

3)      قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ لِقَوُلِهِ x: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ.

“(Dengan) membaca surat Al-Baqarah, karena sabda Nabi x yang berbunyi: “Sesungguhnya syetan lari tunggang-langgang dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.”

مَا يُعَوِذُّ بِهِ الْأَوْلَادُ

Doa Agar Anak Diberi Perlindungan Oleh Allah.

كَانَ النَّبِيُّ x يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ، وَيُقُوْلُ:

أَعُوْذُ بكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ.

Nabi x mendoakan perlindungan bagi Hasan dan Husein. Nabi x bersabda,Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan syetan, hewan melata, dan dari segala penyakit ain yang ditimbulkan oleh pandangan mata jahat.”

مَا يَقُوْلُ مَنْ أَحَسَ وَجَعَا فِي جَسَدِهِ

Doa Yang Dibaca Ketika Merasakan Sakit Pada Tubuhnya.

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.

Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah Bismillahtiga kali. Lalu bacalah tujuh kali; “A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (Aku berlindung kepada keagungan dan kekuasaan Allah dari segala kejelekan apa yang aku dapatkan dan apa yang aku takutkan.”

اَلدُّعَاءُ الْمَرِيْضِ

Doa Ketika Menjenguk Orang Sakit.

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ (x۷).

Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhannya Arsy yang agung agar menyembuhkanmu.(dibaca 7x).

دُعَاءُ الْعُطَاسِ

Doa Ketika Bersin.

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ )أوْ صَاحِبُهُ(: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ ويُصْلِحُ بَالَكُمْ.

“Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaknya dia mengucapkan, Alhamdulillah”, dan saudaranya atau temannya (yang mendengar) maka ucapkanlah, Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu)”, dan jika saudaranya mengucapkan Yarhamukallah, maka dia menjawabnya dengan, Yahdikumullahu wa yushlihu balakum (mudah-mudahan Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).”

تَلقِيْنُ الْمُحْتَضَرِ

Talqin Untuk Orang Yang Menghadapi Kematian.

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

“Barang siapa yang akhir hayatnya mengucapkan “Laa Ilaha Illallah” maka dia masuk surga.”

دُعَاءُ مَنْ أُصِيبَ بِمُصِيبَةِ

Doa Orang Yang Tertimpa Musibah.

إنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، أَللّٰهُمَّ أْجُرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إلَّا أَجَرَهُ اللّٰهُ فِي مُصِيْبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا.

“Sesungguhnya kita kepunyaan Allah Ta’ala, dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik dari padanya. Kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibah yang menimpanya, dan Allah akan memberi ganti baginya yang lebih baik dari padanya.”

دُعَاءُ التَّعْزِيَّةِ

Doa Ketika Bertakziyah.

إنَّ لِلّٰهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ ولْتَحْتَسِبْ.

“Sesungguhnya hak Allah ialah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah, dan carilah ridha Allah.”

دُعَاءُ قَضَاءِ الدَّيْنِ

Doa Ketika Membayar Hutang.

1)      أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih, duka cita, dan kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang jahat.

2)      أَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

“Ya Allah, berilah aku kecukupan melalui rezeki yang halal sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karunia-Mu sehingga aku tidak lagi memerlukan bantuan orang lain selain-Mu.”

اَلدُّعَاءُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Doa Ketika Sedang Marah.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

دُعَاءُ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Doa Ketika Sedang Sedih Dan Susah.

1)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، اِبْنُ عَبْدِكَ، اِبْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ اِسْتَأثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجِلَاءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawwa`). Ubun-ubunku ada di dalam genggaman tangan (kekuasaan)-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha`-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam pengetahuan yang ghaib (yang ada) di sisi-Mu, dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai penentram hatiku, cahaya di dalam dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

2)      أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (perkara yang) menyedihkan serta menyusahkan, dari lemah dan malas, dari bakhil dan penakut, dan dari lilitan hutang serta penindasan orang.”

دُعَاءُ الْكُرْبِ

Doa Ketika Mengalami Kesusahan.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رُبُّ الْعَالَمِيْنَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah: Dzat Yang Maha Agung, Dzat Yang Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam, Sang Pemilik Arsy yang agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; Sang Pemilik langit dan bumi, dan Sang Pemilik Arsy yang mulia.

________________

مِنَ الدُّرَرِ النَّقِيَّةِ فِى أَذْكَارِ وَآدَابِ الطَّرِيْقَةِ الصِّدِّيْقِيَّةِ لِوَلِيِّ اللّٰهِ الْحَافِظِ الْغَمَارِيِّ.

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ (مِئَةَ مَرَّةٍ).

أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ (مِئَةَ مَرَّةٍ).

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلىَ كُلٍّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (مِئَةَ مَرَّةٍ).

﴿أَذْكَارُ الصَّلَاةِ الْيَوْمِيَّةِ الْمُنْضَبِطَةِ بِالتَّلَقِّيِّ

﴿دُعَاءُ الِاسْتِفْتَاحِ

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

﴿وَفِي الرُّكُوْعِ

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (مِنْ ثَلَاثٍ إِلَىَ خَمْسَةٍ).

﴿وَفِي الْقِيَامِ مِنَ الرُّكُوْعِ

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.

﴿فِي السُّجُوْدِ

سُبْحَانَكَ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي (ثَلَاثَ مَرَّاتٍ).

وَيَدْعُو لِلْوَالِدَيْنِ: أَللّٰهُمَّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا، وَاجْزِهِمَا عَنِّي خَيْرَ الْجَزَاءِ.

﴿بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ

أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي وَاجْبُرْنِى وَارْفَعْنِى.

﴿صِيْغَةُ التَّحِيَّاتِ

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدَ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرْاهِيْمَ، أَللّٰهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بارَكْتَ عَلي سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلي آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَميْدٌ مَجِيْدٌ.

﴿بَعْدَ التَّحِيَّاتِ

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، أَللّٰهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. (ثُمَّ يُسَلِّمُ).

﴿دُعَاءُ القُنُوْتِ

أَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكَ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى النَّبِيِّ.

“Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah aku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun, dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara, dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka, dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum, maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau hukumkan, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, dan mudah-mudahan Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi x.”

﴿وِرْدُ عَصْرِ الْجُمُعَةِ

يُضَافُ لِمَا سَبَقَ أَنَّ الْمُرِيْدَ يَقْرَأُ مَا بَيْنَ عَصْرِ الْجُمُعَةِ إِلَى مَغْرِبِهَا صِيْغَةَ الصَّلَاةِ التَّالِيَةِ ثَمَانِيْنَ مَرَّةً.

(أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبيِّ الْأُمِّيِّ).

 ثُمَّ قُبَيْلَ الْمَغْرِبِ تَقْرَأُ قَصِيْدَةَ الْبَرْأَةِ (الشَّهِيْرَةُ بِالْبُرْدَةِ) لِلْإِمَامِ الْبُوصِيْرِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، ثُمَّ بَعْدَ الْمَغْرِبِ يَسْتَمِعُوْنَ لِشَيْءٍ مِنَ الرَّقائِقِ مِنَ الرِّسَالَةِ الْقَشَيْرِيَّةِ فِي الْإِحْسَانِ (التَّصَوُّفُ السُّنِّيُّ).

﴿وِرْدٌ عَامٌ

يَقْرَأُوْنَ هٰذِهِ الصِّيْغَةَ بِغَيْرِ عَدَدٍ فِي أَيِّ وَقْتٍ، وَأَقَلُّهَا ثَلَاثُ مَرَّاتٍ، وَهِيَ لِلشَّدَائِدِ:

(اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى (سَيِّدِنَا) مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلَي الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ).

﴿وِرْدُ الْمُهِمَّاتِ وَالشَّدَائِدِ

وَيَقْرَأُوْنَ فِي الْمُلِمَّاتِ وَأَشَدَّ الشَّدَائِدَ: بِعَدَدِ 4444.

اَلصَّلَاةُ التَّازِيَةُ اَلشَّهِيْرَةُ بِالنَّارِيَّةِ وَهِيَ لِلْإِمَامِ التَّازِى، وَصِيْغَتُهَا اَلْمُنْضَبِطَةُ بِالتَّلَقِّيِّ:

(أَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلَّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَي نَبيٍّ تَنْحَلُّ بِهِ العُقَدُ وتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَي بِهِ الْحَوائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ)

 وَتُقَسَّمُ عَلَي الْحَاضِرِيْنَ.

 

 

 

 


Bab 4

تَمَامُ الْمِنَّةِ بِبَيَانِ أَحَادِيْثِ الْخِصَالِ الْأَرْبَعِيْنَ اَلْمُوْجِبَةِ لِلْجَنَّةِ

وسبق به الحفاظ قبله فلم يجمعها غيره

للمحدث الحافظ الشريف الحبيب السيد عبد الله الصديق الغماري، رحمه الله تعالى.

Penjelasan 40 Hadits Yang Mewajibkan Seseorang Masuk Surga

A

 

3 21

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ :x

(1). أَرْبَعُوْنَ خَصْلَةً أَعْلَاهُنَّ مَنِيْحَةُ الْعَنْزِ، مَا مِنْ عَامِلٍ يَعْمَلُ بِخَصْلَةٍ مِنْهَا رَجَاءَ ثَوَابِهَا، وَتَصْدِيْقَ مَوْعُوْدِهَا إِلَّا أَدْخَلَهُ اللهُ بِهَا الْجَنَّةَ.

(2). لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيْقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ (اَلْمُسْلِمِيْنَ). مَنْ رَفَعَ حَجَرًا مِنَ الطَّرِيْقِ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ حَسَنَةٌ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

(3). بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِی بِطَرِيْقٍ اِشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطْشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيْهَا فَشَرَبَ ثُمَّ خَرَجَ، فَإِذَا هُوَ كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطْشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبُ مِنَ الْعَطْشِ مِثْلَ الَّذِيْ كَانَ بَلَغَ بِي، فَنَزَلَ الْبِئْرَ، فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً، ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيْهِ حَتَّی رَقَی فَسَقَى الْكَلْبُ فَشَكَرَ اللهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ. (وَفِي رِوَايَةٍ: فَغَفَرَ اللهُ لَهُ، فَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ).

(4). بَيْنَمَا كَلْبٌ يَطِيْفُ بِرَكْيَةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطْشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغَي مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيْلَ فَنَزَعَتْ مُوْقَهَا فَاسْتَقَّتْ لَهُ بِهِ، فَسَقَّتْهُ، فَغُفِرَ لَهَا بِهِ.

(5). مَنْ عَادَ مَرِيْضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللهِ، نَادَاهُ مُنَادٍ: أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا.

(6). إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ أَوْ زَارَهُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مَنْزِلًا فِي الْجَنَّةِ.

(7). مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غَدَوْةً (صَبَاحًا) إِلَّا صَلَّی عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يَمْسِي وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً صَلَّی عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّي يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ.

(8). إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمُ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ.

(9). مَنْ عَادَ مَرِيْضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللهِ نَادَاهُ مُنَادٍ: طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا.

(10). مَا مِنْ عَبْدٍ أَتَی أَخَاهُ يَزُوْرُهُ فِي اللهِ إِلَّا نَادَاهُ مَلَكٌ مِنَ السَّمَاءِ: أَنْ طِبْتَ وَطَابَتْ لَكَ الْجَنَّةُ، وَإِلَّا قَالَ اللهُ فِي مَلَكُوْتِ عَرْشِهِ: عَبْدِی زَارَ فِيَّ وَعَلَيَّ قَرَاهُ فَلَمْ يَرْضَ لَهُ بِثَوَابٍ دُوْنَ الْجَنَّةِ.

(11). سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ، قُلْتُ: دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلَ الْعَبْدُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: سَأَلْتُ عَنْ ذٰلِكَ رَسُوْلَ اللهِ x قَالَ: تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَ مَعَ الْإِيْمَانِ عَمَلًا؟ قَالَ: يَرْضَخُ مِمَّا رَزَقَهُ اللهُ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فَقِيْرًا لَا يَجِدُ مَا يَرْضَخُ بِهِ؟ قَالَ: يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَيِيَا لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَأْمُرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟ قَالَ: يَصْنَعُ لِأَخْرُقٍ، قُلْتُ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ أَخْرُقُ أَنْ يَصْنَعَ شَيْئًا؟ قَالَ: يُعَيِّنُ الْمَغْلُوْبِ، قُلْتُ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ ضَعِيْفًا لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يُعَيَّنَ مَغْلُوْبًا؟ قَالَ: مَا تُرِيْدُ أَنْ يَكُوْنَ فِي صَاحِبِكَ مِنْ خَيْرٍ، يُمْسِكُ عَنْ أَذَى النَّاسَ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِذَا فَعَلَ ذٰلِكَ دَخَلَ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعْمَلُ خَصْلَةً مِنْ هٰؤُلَاءِ إِلَّا أَخَذَتْ بِيَدِهِ حَتَّی تُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ.

(12). حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ، وَاِتْبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيَتُ الْعَاطِسِ.

(13). مَنْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ مِنْ بَيْتِهَا وَصَلَّی عَلَيْهَا ثُّمَّ تَبِعَهَا حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيْرَاطَانِ مِنَ الْأَجْرِ، كُلُّ قِيْرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ أُحُدٍ.

(14). مَا مِنْ مَيَّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَبْلُغُوْنَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُوْنَ لَهُ إِلَّا شَفَعُوْا فِيْهِ.

(15). إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُجِبْ عُرْسًا كَانَ أَوْ نَحْوَهُ.

(16). إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا.

(17). إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ فَلْيَجِبْ، فَإِنْ شَاءَ طَعَمَ وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ.

(18). حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: وَمَا هُنَّ یَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهُ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ.

(19). اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قِيْلَ: لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِلّٰهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ.

(20). مَنْ أَخْرَجَ أَذًى مِنَ الْمَسْجِدِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.

(21). مَاتَتْ إِمْرَأَةٌ كَانَتْ تَنْظِفُ الْمَسْجِدَ فَدَفَنُوْهَا وَلَمْ يَخْبِرُوا النَّبِيَّ، فَلَمَّا عَرَفَ صَلَّی صَلَاةً جَنَازَةً عَلَيْهَا، وَقَالَ: إِنِّي رَأَيْتُهَا فِي الْجَنَّةِ تَلْقُطُ الْقَذَى مِنَ الْمَسْجِدِ، وَقَالَ: إِذَا مَاتَ لَكُمْ مَيِّتٌ فَآذِنُوْنِي.

(22). تَبَسَّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ، وَأَمَرُكَ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيُكَ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِمَاطَتُكَ الْأَذَى وَالشَّوْكَ وَالْعَظْمَ عَنِ الطَّرِيْقِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ.

(23). وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيْءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ. وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ.

(24). يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامِى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذٰلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

(25). لَيْسَ مِنْ نَفْسِ ابْنِ آدَمَ إِلَّا عَلَيْهَا صَدَقَةٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيْهِ الشَّمْسُ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مِنْ أَيْنَ لَنَا صَدَقَةٌ نُتَصَدِّقُ بِهَا؟ قَالَ: إِنَّ أَبْوَابَ الْخَيْرِ لَكَثِيْرَةٍ: اَلتَّسْبِيْحُ وَالتَّحْمِيْدُ وَالتَّكْبِيْرُ وَالتَّهْلِيْلُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُمِيْطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ وَتُسْمِعُ الْأَصَمِّ وَتَهْدِى الْأَعْمَى وَتَدُلُّ الْمُسْتَدِلَّ عَلَى حَاجَتِهِ وَتَسْعَى بِشِدَّةٍ سَاقَيْكَ مَعَ اللَّهْفَانِ الْمُسْتَغِيْثِ وَتَحْمِلُ بِشِدَّةِ ذِرَاعَيْكَ مَعَ الضَّعِيْفِ، فَهٰذَا كُلُّهُ صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ.

(26). كُلُّ سُلَامِى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ، يَعْدِلُ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَيُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ يَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَيُمِيْطُ الْأَذَى عَنِ الطَرِيْقِ صَدَقَةٌ.

(27). إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَى سِتِّيْنَ وَثَلَاثِمِائَةٍ مَفْصَلٍ، فَمَنْ كَبَّرَ اللهَ وَحَمِدَ اللهَ وَهَلَّلَ اللهَ وَسَبَّحَ اللهَ وَاسْتَغْفَرَ اللهَ وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ أَوْ شَوْكَةً أَوْ عَظْمًا عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ أَوْ أَمَرَ بِمَعْرُوْفٍ أَوْ نَهْيَ عَنْ مُنْكَرٍ عَدَدَ السِّتِّيْنَ وَالثَّلَاثِمِائّةٍ فَإِنَّهُ يَمْشِي يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنِ النَّارِ.

(28). إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرْفَةً یُرَی ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا. فَقَالَ أَبُوْ مُوْسَى اَلْأَشْعَرِيُّ: لِمَنْ هِيَ یَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَبَاتَ قَائِمًا وَالنَّاسُ نِيَامٌ.

(29). مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بِيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيْضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيْئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً.

(30). إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُؤْجَرُ فِي إِتْيَانِهِ أَهْلِهِ حَتَّى إِنَّهُ لَيُؤْجَرُ فِي السِّلْعَةِ تَكُوْنُ فِي طَرَفِ ثَوْبِهِ فَيَلْمَسُهَا فَيَفْقِدُ مَكَانَهَا فَيَخْفِقُ فُؤَادُهَا فَيَرِدُّهَا اللهُ عَلَيْهِ وَيَكْتُبُ لَهُ أَجْرَهَا.

(31). أَتَى رَجُلٌ اَلنَّبِيَّ x فَقَالَ: مَا عَمَلٌ إِنْ عَمِلْتُ بِهِ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: أَنْتَ بِبَلَدٍ يُجْلَبُ بِهِ الْمَاءُ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَاشْتَرِ بِهَا سَقَاءً جَدِيْدًا ثُمَّ اسْقَ بِهَا فَإِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَهَا حَتَّى تَبْلُغَ بِهَا عَمَلَ الْجَنَّةِ.

(32). أَدْخَلَ اللهُ رَجُلًا كَانَ سَهْلًا مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا اَلْجَنَّةَ.

(33). دَخَلَ رَجُلٌ اَلْجَنَّةَ بِسَمَاحَتِهِ قَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا.

(34). مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ.

(35). إِنَّ رَجُلًا مَاتَ، فَدَخَلَ الْجَنَّةَ، فَقِيْلَ لَهُ: مَا كُنْتَ تَعْمَلُ؟ فَإِمَّا ذَكَرَ وَإِمَّا ذُكِّرَ، فَقَالَ: كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فَكُنْتُ أُنْظِرُ الْمُعْسِرَ، وَأَتَجَوَّزُ فِي السِّكَّةِ أَوْ فِي النَّقْدِ فَغُفِرَ لَهُ.

(36). إِنَّ رَجُلًا مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ أَتَاهُ مَلَكٌ لِيَقبِضَ نَفْسَهُ، فَقَالَ لَهُ: هَلْ عَمِلْتَ مِنْ خَيْرٍ؟ فَقَالَ: مَا أَعْلَمُ، قِيْلَ لَهُ: اُنْظُرْ، قَالَ: مَا أَعْلَمُ شَيْئًا غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ وَأُجَازِفُهُمْ، فأُنْظِرُ الْمُوْسِرَ وَأَتَجَاوَزُ عَنِ الْمُعْسِرِ، فَأَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ.

(37). لَا يَرَى مُؤْمِنٌ مِنْ أَخِيْهِ عَوْرَةً فَيَسْتُرَهَا عَلَيْهِ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللهُ بِهَا الْجَنَّةَ.

(38). مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ مُؤْمِنٍ فَكَأَنَّمَا اِسْتَحْيَا مَوْءُوْدَةً فِي قَبْرِهَا.

(39). مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيْبَةٍ إِلَّا كَسَاهُ اللهُ مِنْ حِلَلِ الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

(40). مَنْ عَزَّی ثِکْلِی کُسِيَ بُرْدًا فِي الْجَنَّةِ.

اَلتَّسْبِيْحُ: سُبْحَانَ اللهُ، وَمَعْنَاهُ: تَنْزِيْهِ اللهُ عَنِ النَّقَائِصِ کَالْوَلَدِ وَالصَّاحِبَةِ وَمُشَابِهَةِ الْحَوَادِثِ. وَالتَّحْمِيْدُ: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَمَعْنَاهُ: إِثْبَاتُ الْكَمَالِ لِلّٰهِ تَعَالَى. وَالتَّهْلِيْلُ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَمَعْنَاهُ: إِثْبَاتُ الْأُلُوْهِيَّةِ لِلّٰهِ، وَنَفْيُهَا عَمَّا سِوَاهُ، فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْ هٰذِهِ الْأَرْبَعَةِ صَدَقَةٌ لِقَائِلِهِ، يَدْخُلُ بِهِ الْجَنَّةَ.

Terjemah 40 Hadits.

1.      Empat puluh sifat, yang paling tinggi derajatnya adalah meminjamkan kambingmu (atau sejenisnya) dengan cuma-cuma. Barang siapa yang mengamalkan salah satu sifat ini dengan harapan mendapat pahalanya, dan meyakini janji ini, maka sungguh Allah pasti akan memasukkan orang itu ke dalam surga karenanya.

2.      Saya pernah melihat seorang laki-laki yang sedang berayun-ayun di surga, yang disebabkan karena sebuah pohon yang menghalangi jalan, maka ia kemudian menebangnya, dan membuangnya ke tepi Jalan, karena itu bisa menghalangi, dan menyakiti umat islam yang sedang bepergian.

3.      Suatu ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasa kehausan, maka ia menemukan air pada sebuah sumur, maka ia turun untuk minum. Kemudian setelah keluar, tiba-tiba ia melihat seekor anjing terengah-engah yang sangat kehausan sedang mengisap lumpur basah. Lalu Pria itu berkata pada dirinya sendiri bahwa saya telah merasakan kehausan seperti anjing itu, maka kemudian, lelaki itu turun lagi ke sumur untuk mengisi sepatunya dengan air, memegangnya dengan mulutnya sambil memanjat, lalu ia memberi minum anjing itu. Maka setelah itu, Allah berterima kasih kepadanya dengan memaafkan dosanya dan memasukkannya ke dalam surga”.

4.      Ketika seekor anjing berkeliling di sumur yang belum mati, ia hampir mati karena kehausan, tiba-tiba ia dilihat oleh seorang pelacur Bani Israil, lalu ia melepas sepatunya, kemudian dengannya mengambilkan air untuknya, lalu ia pun memberinya minum, maka ia pun diampuni karenanya.

5.      Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, niscaya seorang penyeru berseru, "Engkau telah berbuat baik dan perjalananmu juga merupakan kebaikan, serta engkau akan menempati satu tempat di Surga.

6.      Apabila seseorang menjenguk orang sakit atau saudaranya maka Allah menyerunya: “Beruntung sekali perjalananmu, dan kamu akan masuk ke dalam rumah di surga.

7.      Sesungguhnya jika seorang muslim menjenguk seorang muslim yang sakit, maka di pagi hari akan ada tujuh puluh ribu malaikat yang berdoa (untuk memintakan ampunan dan rahmatnya Allah) sampai dia kembali. Begitu pula jika dia berziarah di sore hari, akan ada tujuh puluh ribu Malaikat yang berdoa (untuk memintakan ampunan dan rahmatnya Allah) sampai pagi, dan karenanya dia akan mendapatkan buah-buah surga.

8.      Sesungguhnya seorang muslim yang menjenguk seorang muslim lainnya yang sakit, dia akan mendapatkan buah surga sampai dia kembali.

9.      Barangsiapa menjenguk orang sakit atau saudaranya dengan menyebut nama Allah, maka dia akan diseru (oleh malaikat): Berbahagialah dalam perjalananmu, dan kamu akan masuk ke dalam rumah di surga.

10.  Barangsiapa menjenguk orang sakit atau saudara dengan menyebut nama Allah, maka orang tersebut akan dipanggil oleh malaikat: berbahagialah kamu dan surga berbahagia bagimu, dan Allah di kerajaan singgasana-Nya berfirman: hamba-Ku berkunjung karena Aku, dan oleh karena itu, menjamunya ada hak pada-Ku, Aku tidak memberi balasan baginya kecuali surga.

11.  Aku bertanya kepada Abu Dzar ra: Tunjukkan kepadaku suatu amalan jika seorang hamba mengamalkannya maka ia akan masuk surga? Dia berkata: Saya bertanya tentang itu kepada Rasulullah x. Beliau berkata, Kamu harus beriman kepada Allah, dan hari akhir. Lalu aku bertanya kepada Rasulullah x: “Ya Rasulullah, apakah ada amalan yang dikerjakan dengan Iman? Beliau berkata, Seseorang harus berbagi dari apa yang Allah berikan kepadanya. Kemudian saya bertanya lagi: “Apakah seseorang miskin tidak memiliki apa-apa untuk dibagikan? Saya bertanya apakah seseorang yang lemah dan tidak dapat melakukan ini, Dia menjawab biarkan seseorang membantu orang cacat, saya bertanya apakah dia tidak dapat melakukan ini? Beliau menjawab untuk membantu orang yang terluka, saya bertanya apakah dia tidak bisa melakukan ini?” Beliau bertanya: “Apakah kamu tidak menginginkan kebaikan pada temanmu? Biarkan dia tidak menyakiti orang.” Saya bertanya, Wahai Rasulullah, jika dia berpegang teguh pada ini, dia akan masuk surga? Dia menjawab: siapa pun muslim yang mempraktikkan salah satu dari karakteristik ini, saya akan menuntun tangannya ke jalan menuju surga.

12.  Ada lima hak seorang muslim atas muslim lainnya, yakni: Menjawab salam, menjenguk orang sakit, dan menyertai ke pemakaman, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin.

13.  Barang siapa yang berjalan mengiringi jenazah menuju ke pemakamannya, dan menghadiri shalat jenazah dan melanjutkannya sampai pemakaman, dia akan mendapatkan dua karat dari upahnya, setiap karat sama dengan gunung Uhud. Adapun siapa yang menshalatinya, maka akan mendapatkan pahala yang sama seperti gunung Uhud.

14.  Tidaklah mayyit itu dishalati oleh seratus orang muslim menghadiri shalat jenazahnya, kecuali masing-masing akan diberi kesanggupan untuk bersyafaat untuknya.

15.  Jika salah seorang di antara kamu diundang oleh saudaranya sesama muslim, maka kamu harus menghadirinya atau yang semisalnya.

16.  Jika salah satu dari kalian diundang walimah, maka kalian harus menghadirinya.

17.  Jika salah satu dari kalian diundang untuk makan, kalian harus hadir, baik kalian makan apa tidak.

18.  Ada enam hak seorang muslim atas muslim lainnya. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak tersebut?” Beliau menjawab: “Jika kamu bertemu dengannya kamu memberi salam, jika ia mengundangmu maka kamu menghadirinya, jika dia meminta nasihatmu, kamu menasihatinya, jika dia bersin berdoalah agar dia mendapatkan rahmat, jika ia sakit kamu menjenguknya, dan jika dia meninggal dunia kamu datang mengikuti proses pemakamannya.

19.  Agama adalah nasehat, agama adalah nasehat, agama adalah nasehat.” Ditanyakan: “Kepada siapa Ya Rasulullah? Beliau menjawab, “Untuk Allah dan untuk Rasul-Nya, dan untuk para pemimpin kaum Muslimin dan kaum Muslimin pada umumnya.

20.  Barangsiapa menghilangkan kotoran dari masjid, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.

21.  Ada seorang wanita yang sedang membersihkan masjid meninggal dunia, dan mereka menguburkannya tanpa memberitahu Nabi. Ketika Nabi mengetahuinya, Beliau berdoa di pemakaman untuknya dan berkata, “Saya melihatnya dia di surga mebersihkan lebih banyak dari masjid yang dia bersihkan.” Dan Beliau berkata, “Jika salah seorang dari kalian meninggal, maka beritahu aku.

22.  Senyuman yang kamu berikan pada saudaramu itu termasuk sedekah, dan menyeru kebaikan adalah sedekah, mencegah keburukan adalah sedekah, membimbing seseorang di tempat tersesat adalah sedekah, menghilangkan bahaya dan duri dan tulang dari jalan adalah sedekah bagimu, dan pengosongan dari ember ke ember saudaramu adalah sedekah untukmu”.

23.  Menolong dan menunjukkan jalan kepada orang buta itu sedekah bagimu, dan membimbing orang yang tersesat adalah sedekah.

24.  Di setiap pagi ada sedekah untuk setiap anggota tubuh kalian, oleh karena itu, ada sedekah untuk setiap anggota tubuh yaitu: dengan membaca tasbih, tahlil dan takbir berbuat kebaikan, menjauhi keburukan, semua itu termasuk shadaqah dan shalat dua rakaat shalat dhuha itu termasuk shadaqah untuk diri kamu sendiri.

25.  Tiada atas diri anak Adam kecuali baginya sedekah di setiap hari setelah matahari terbit.” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, dari mana kami bersedekah? Beliau menjawab, “Sesungguhnya ada banyak jalan menuju kebaikan, salah satunya membaca; “subhanallah”, dan “Alhamdulillah”, Allahu Akbar”, dan Laa ilaah Illa Allah”, “memerintahkan kebajikan” dan “mencegah keburukan.”, membantu orang tuli untuk memahami, membimbing orang buta, membantu orang yang mencari petunjuk, menopang dengan kekuatan tangan orang yang menangis, menggendong orang yang lemah dengan kekuatan tangan. Semua itu adalah sedekah dirimu sendiri untuk kepentinganmu.

26.  Pada setiap anggota tubuh manusia, setiap hari setelah terbitnya matahari, terdapat sedekah seperti: mengadili secara adil antara dua orang yang bertengkar, membantu dan mengangkat seseorang untuk menunggangi hewannya, atau mengangkat miliknya, untuk mengucapkan selamat tinggal. perkataan yang baik, setiap langkah seseorang menuju masjid untuk shalat, menghilangkan suatu hal buruk dijalan, yang menghalangi seseorang agar mempermudah perjalananya, itu semua adalah sedekah.

27.  Dia menciptakan setiap manusia dari anak-anak Adam dengan tiga ratus enam puluh persendian. Maka barang siapa yang mengagungkan, memuji Allah, atau memohon ampun kepada Allah, dan menyingkirkan batu di jalan supaya tidak mengganggu perjalanan seseorang, menyingkirkan duri yang ada dijalan, atau menyingkirkan tulang yang berserakan dari jalan, memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan, maka jumlah tiga ratus enam puluh akan datang pada hari itu, dan bisa menjauhkan dirinya dari api neraka.

28.  Di surga ada kamar yang tampilan luar dalamnya jelas terlihat seperti kaca. Abu Malik Al-Asy’ari bertanya: “Kepada siapa wahai Rasulullah itu semua diberikan? Beliau menjawab: Barang siapa yang berbicara dengan lembut berkata baik, dan memberikan makanan kepada seseorang, dan menjalankan shalat malam hari ketika semua orang pada tidur.

29.  Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke masjid manapun untuk menunaikan ibadah shalat, seluruh langkahnya di setiap satu langkah akan diampuni dosanya dan di setiap satu langkah bisa mengangkat derajatnya.

30.  Sesungguhnya seorang muslim akan mendapat pahala ketika bercumbu rayu dengan pasangannya. Juga dia mendapat pahala ketika dia merasa kehilangan suatu barang dan tidak bisa menemukannya di sakunya, sehingga dia merasa sedih hatinya, kemudian Allah menggantikan dengan yang lain dan ia mendapat pahala.

31.  Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw, dan berkata: Apa amalan yang apabila saya mengamalkannya maka saya masuk surga? Beliau menjawab: “Apakah kamu di negara di mana tidak ada air dibawa ke sana? Dia menjawab, Ya, Nabi memberitahu dia untuk membeli wadah air baru dan gunakan untuk mengambil air minum orang di sekitarnya, sebelum mencapai wadah tersebut sudah tidak layak dipakai, kamu akan mencapai surga dengannya.

32.  Allah akan memasukkan seseorang ke surga karena dia adalah pembeli yang tidak menyulitkan pembeli, penjual yang mudah, hakim yang mudah dalam memberi dan menagih hutang.

33.  Seseorang masuk surga dikarenaan kemudahannya di dalam mengembalikan hutang dan menagih hutang.

34.  Orang kaya yang menghindar dalam membayar hutangnya adalah dzalim.

35.  Seseorang meninggal dan dia masuk surga. Dikatakan kepadanya; Apa (perbuatan) yang kamu lakukan? (Entah dia mengingatnya sendiri atau dia dibuat untuk mengingat), dia mengatakan; Saya biasa melakukan transaksi dengan orang-orang dan saya memberi kelonggaran kepada mereka yang bangkrut dan tidak menunjukkan ketegasan jika menerima uang, maka ia diampuni oleh Allah.

36.  Jauh sebelum kamu, seorang pria meninggal, lalu Malaikat bertanya kepadanya: Apa perbuatan baikmu? Dia menjawab: Saya tidak ingat apa-apa, tetapi ketika saya menjual sesuatu kepada orang, ketika pembayaranya kurang, maka saya mengikhlaskan dan memaafkannya. Oleh karena itu, Allah memasukkannya ke dalam surga.

37.  Jika seorang mukmin melihat aurat saudaranya atau kekurangannya, lalu ia menutupinya, maka Allah akan memasukkannya ke surga”.

38.  Siapa yang menutupi aurat atau aib saudaranya maka seolah-olah dia seperti menghidupkan kembali bayi yang terkubur hidup-hidup di dalam kuburnya.

39.  Setiap mukmin mengucapkan belasungkawa atas musibah saudaranya, sesungguhnya Allah akan mendandaninya dengan pakaian kehormatan pada hari kiamat.

40.  Barangsiapa yang berbela sungkawa kepada seorang wanita dalam kesedihannya, maka Allah akan mendandaninya di surga.

 

 

 

 

Peringatan:

Al-Tasbih: Maha Suci Allah, dan artinya adalah: Allah meninggikan kekurangan-kekurangan, seperti anak, sahabat, dan apa saja yang disamakan.

Al-Tahmid: Segala puji bagi Allah, dan artinya: bukti kesempurnaan Allah SWT. Dan

At-Tahlil: Tidak ada tuhan selain Allah, dan artinya: menegaskan tentang Ketuhanan Allah, dan meniadakannya dari segala sesuatu yang lain.

 

 

 

 

 


Bab 5

مُخْتَصَرُ سِيْرَةِ رَسُوْلِ اللهِ x

Ringkasan Biografi Rasulullah x

A

 

3 21

Daftar Isi;

1)      Nama Nabi adalah cahaya (An-Nur) dalam Al-Qur`an, dan cahaya itu keluar bersamaan dengan waktu kelahirannya.

2)      Silsilah Nabi Muhammad x.

3)      Kelahiran dan masa kecil Nabi x.

4)      Masa muda Nabi x.

5)      Awal turunnya wahyu.

6)      Berdakwah di Makkah.

7)      Hijrah Nabi x.

8)      Di kota Madinah Al-Munawwarah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1)      Nama Nabi Adalah Cahaya (An-Nur) Dalam Al-Qur`an, Dan Cahaya Itu Keluar Bersamaan Dengan Waktu Kelahirannya.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas rasul yang paling mulia, junjungan kita Nabi Muhammad, dan atas keluarganya yang mulia, beserta para sahabatnya yang setia, begitupun istri-istrinya yang suci yang merupakan ibu-ibu dari orang-orang yang beriman, dan semua orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari ini.

Allah mengutus banyak rasul seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isma’il, Nabi Musa dan Nabi Isa bin Maryam, hamba Allah dan utusannya, kemudian Allah mengutus penutup para rasul, yaitu junjungan kita Nabi besar Muhammad x. Nama Rasulullah x adalah cahaya dalam Al-Qur`an. Imam Al- Qadi ‘Iyad berkata: “Sungguh Allah Ta’ala telah menamakan Nabi x dalam Al-Qur`an di beberapa ayat sebagai cahaya dan lampu yang menerangi. Allah berfirman: “Telah datang kepadamu dari Allah cahaya dan kitab yang jelas.” (Al- Ma`idah: 15). Dan Allah berfirman di surat yang lain: “Wahai Nabi, kami telah mengutus kamu sebagai saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan dan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.” (Al- Ahzab: 45-46).

Nabi x adalah manusia yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Swt, dan dia adalah makhluk yang paling mulia di sisi-Nya dan manusia paling utama dari hamba-Nya. Nabi Muhammad x adalah sebaik-baik anak, pemuda paling istimewa, suami yang utama, ayah penuh kasih, pemimpin yang bijaksana, hakim yang adil, dan jenderal perang yang pemberani, maka hendaknya umatnya agar mempelajari biografinya yang harum cemerlang, dan mempelajari juga segala perilaku akhlak mulia, kebiasaan serta keseharian beliau agar kemulian dan spirit umat ini kembali seperti dulu.

2)      Silsilah Nabi Muhammad x.

Dia adalah junjungan kami; Muhammad putra Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Al-Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrakah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan, yang naik hingga ke Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim alaihimassalam. Adapun ibunda Nabi Muhammad x adalah Aminah binti Wahb bin Abdul Manaf.

3)      Kelahiran Dan Masa Kecil Nabi x.

Nabi Muhammad x ketika dilahirkan berada di tengah-tengah Bani Hasyim, dan hari kelahirannya adalah pada tanggal dua belas Rabi’ul Awwal, di Tahun Gajah, tepat empat puluh hari setelah kejadian di mana Raja Yaman, Abrahah Al-Ashram, mencoba untuk menghancurkan Ka’bah.

Orang yang pertama menyusuinya setelah ibunya yang mulia adalah Tsuwaybah, seorang hamba sahaya Abu Lahab, kemudian menyusu kepada Halimatus Sa’diyyah.

Beberapa kejadian aneh yang mengagumkan ketika lahirnya Nabi Muhammad x, seperti yang diberitakan oleh para ahli sejarawan: “Sebagaimana yang disebutkan oleh ibundanya, bahwasanya dia melihat cahaya keluar dari dirinya tepat pada saat kelahiran Nabi Muhammad yang menerangi istana Syria untuknya. Ibundanya bermimpi melihat cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam ketika mengandung Nabi Muhammad x hingga Sayyidah Aminah benar-benar melihat secara nyata ketika Nabi x lahir.”

Al-Irbad bin Sariya berkata bahwa Rasulullah x bersabda: “Aku adalah hamba Allah dan penutup para nabi, sedangkan nabi Adam diciptakan dari tanah liat, dan aku akan memberitahu kalian tentang hal itu. Saya adalah doa ayah saya Nabi Ibrahim, kabar baik Nabi Isa, mimpi ibuku, dan seperti yang dilihat semua ibu para nabi dalam mimpinya, sungguh ibundanya bermimpi melihat cahaya yang menerangi istana-istana negeri syam ketika mengandung Nabi Muhammad x hingga Sayyidah Aminah benar-benar melihat secara nyata ketika Nabi x lahir.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Bazzar dan Al-Bayhaqi, dan dinilai sahih oleh Al-Hafiz Ibn Hibban dan Al-Hakim, dan ketetapan yang valid tentang riwayat ini telah dikonfirmasi Al-Hafidz Ibn Hajar, dan disebutkan dalam hadits-hadits pilihan tentang keutamaan Rasulullah x oleh Al-Hafidz Abdullah bin Al-Shiddiq Al-Ghumari, semoga Allah merahmati mereka semua. Bahwa kakek Nabi Muhammad x mencari wanita yang menyusui dari Bani Sa’ad bernama Halimah yang melihat kebaikan dan berkah dari Nabi x. Kemudian ibundanya mengirimnya untuk disusukan kepada suku Bani Sa`ad di sisi Halimah As-Sa`diyah. Dia adalah wanita yang beruntung semenjak Nabi x tinggal bersamanya dan mendapatkan keberkahan darinya, karna sebab cintanya Halimah kepada Nabi x serta keberkahan yang melimpahkan kepada keluarganya, dan itu mereka rasakan dalam segala hal, dan karena cintanya kepadanya dan berkah yang melimpah atas mereka, maka Halimah meminta kepada ibunda Nabi x agar menetap bersamanya selama dua tahun. Nabi  x tinggal di Bani Sa’ad sampai ia berusia empat tahun, sampai Nabi mengalami peristiwa dadanya dibelah oleh malaikat pada tahun keempat kelahirannya, dan kemudian Halimah mengembalikkanya kepada ibundanya karna khawatir terhadapnya.

Tatkala ibunda Nabi x meninggal Nabi berusia enam tahun, dan saat itu ibunda bersamanya serta kakeknya Abdul Mutthalib tatkala kembali dari mengunjungi makam ayahnya yang mulia, Abdullah, jadi kakeknya yang mulia, yakni Abdul Mutthalib memeliharanya, dan dia memuliakannya melebihi anak–anaknya, sampai kakeknya meninggal ketika itu Nabi Muhammad x berusia delapan tahun.

Kemudian pamannya yang terhormat, Abu Thalib, merawatnya. Beliau mendapat pesan dari ayahnya agar membesarkan dan merawat Nabi Muhammad x. Rasulullah x pernah mengungkapkan rasa cintanya kepada kakeknya yang mulia dengan mengatakan; “Saya seorang Nabi, tidak ada dusta, saya putra Abdul Mutthalib.”

Di saat Abdul Mutthalib wafat usia Nabi x delapan tahun. Abu Thalib memenuhi kewajibaannya terhadap keponakannya merawat dengan penuh kasih sayang dan memberikan perhatian penuh. Pamannya selalu membawanya dalam perdagangan ke Syam, dan di sana dia bertemu dengan pendeta Bahira (Buhairah), yang yakin bahwa Muhammad adalah seorang Nabi yang ditunggu-tunggu, dan menyarankan pamannya untuk membawanya kembali ke Makkah karena takut akan diri Nabi dari incaran orang-orang Yahudi, dan kisah ini disebutkan oleh para ulama secara valid dan akurat.

4)      Masa Muda Nabi x.

Ketika Nabi x mencapai usia muda beliau menggembala domba, kemudian berdagang beliau membawa dagangan Sayyidah Khadijah dalam rombongan kafilah menuju Syam, di wilayah Suriah, dan dalam berdagang Nabi x mendapat keuntungan yang berlimpah sehingga membuat Khadijah kagum dengan akhlak dan sifat amanah Nabi x. Kemudian Khadijah menawarkan dirinya kepada Nabi x untuk dijadikan istri. Maka Nabi x menikahi Khadijah saat beliau berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

Ketika beliau berumur 35 tahun terjadi peristiwa dinding Ka’bah hancur disebabkan banjir yang melanda, sehingga orang Quraisy ingin merenovasinya kembali manakala pemulihan renovasi Ka’bah telah sampai pada tahap peletakan batu mulia, yakni hajar aswad, orang-orang berselisih tentang siapa yang akan meletakkan batu itu di tempatnya, dan hampir saja terjadi peperangan di antara mereka andai bukan karena Allah Swt yang memudahkan mereka untuk mendapat solusi melalui tangan Nabi Muhammad x, di mana beliau meletakkan surbannya dan meletakkan batu itu di atasnya, dan meminta agar setiap pemimpin suku memegang di setiap sisinya dan kemudian membawanya, lalu meletakkan batu hajar aswad tersebut di tempatnya. Di masa mudanya Nabi x dikenal dengan sifat jujur dan amanahnya.

5)      Awal Turunnya Wahyu.

Awal pertama wahyu yang diturunkan kepada Nabi x adalah mimpi yang menjadi kenyataan, yakni masa awal kenabian dan diangkat menjadi rasul serta berdakwah. Pada mulanya Nabi x di senangkan hati beliau untuk menyendiri dari keramaian manusia, kemudian Nabi pergi ke gua Hira` yang berada di gunung Jabal Nur dalam beberapa hari setiap bulannya, kejadian tersebut terjadi sekitar tiga tahun lamanya sebelum di angkat menjadi rasul. Tatkala telah sempurna usianya yang ke 40 tahun, maka tampak cahaya kenabian pada diri beliau, di antaranya awal tanda dari kenabian Nabi x malaikat Jibril datang kepadanya ketika dia berada di gua Hira`, dan berkata: “Bacalah.” Kemudian Nabi x menjawab: “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian malaikat Jibril mendekati dan mendekap erat Nabi sampai beliau kesulitan bergerak, dan malaikat Jibril berkata; “Bacalah wahai Muhammad,” dan Nabi berkata; “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian Jibril mendekati Nabi dan memeluknya untuk yang kedua kalinya sehingga Nabi merasa lelah, kemudian Jibril berkata; “Bacalah.” Maka beliau x menjawab; “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian Jibril mendekatiku dan memeluku untuk yang ketiga kalinya, dan berkata; “Bacalah..”, Nabi menjawab; “Aku tidak bisa membaca.” Maka Jibril berkata: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Yang menciptakan manusia dari segumpal darah , Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah.” (Qs. Al-‘Alaq: 1-5).

Nabi x kembali dengan ketakutan kepada istrinya, Khadijah, dan istrinya pun menenangkannya, lalu dia membawanya ke sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal, seorang ahli kitab dari kalangan Nashrani, kemudian Waraqah memberinya kabar baik bahwa dia adalah seorang Nabi akhir zaman. Di kota Makkah ini wahyu Al-Qur`an diturunkan selama 13 tahun.

6)      Berdakwah Di Makkah.

Dakwah Nabi x di Makkah terbagi menjadi dua fase;

1.      Dakwah secara sembunyi, dan

2.      Dakwah secara terang-terangan.

Tahap Pertama: Berdakwah secara sembunyi-sembunyi:

Awal ketika Nabi Muhammad x diangkat jadi rasul berlangsung selama tiga tahun pertama dari tahun kenabian. Pada bab ini memiliki beberapa penjelasan, yakni;

Generasi pertama:

Nabi x menyebarkan dakwah Islamiyyah kepada orang-orang terdekat dari keluarga dan teman-temannya, dan orang yang pertama memeluk agama Islam yaitu: Istri beliau Khadijah binti Khuwaylid,

lalu hamba sahaya beliau Zaid bin Haritha, lalu sepupunya beliau Ali bin Abi Thalib, yang dibesarkan di rumahnya dan masih kecil, dan Nabi x mengatakan tentang Ali bin Abi Thalib: “Aku adalah kota ilmu pengetahuan, dan Ali adalah pintunya.” Selanjutnya sahabat beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang masuk Islam di depan umum, dan dia juga teman dari saudara Abu Thalib, yang masuk Islam secara diam-diam seperti saudaranya, Hamzah. Itu adalah rencana yang tepat untuk melindungi Rasulullah x dari orang-orang kafir Quraisy.

Sayyidina Abu Bakar sangat antusias di dalam menyebarkan dakwah Nabi x, dan mereka memeluk Islam dengan sebab dakwahnya beberapa sahabat Nabi x yang di antaranya:

1.      Utsman bin Affan.

2.      Zubair bin Al- Awwam.

3.      Abdul Rahman bin Auf.

4.      Saad bin Abi Waqas.

5.      Thalhah bin Ubaidullah, dan lainnya, semoga Allah Ta’ala meridhai mereka semua.

Tahap Kedua:

Berdakwah dengan terang terangan.

Tatkala datang perintah Allah agar Nabi x berdakwah kepada kerabat nabi yang terdekat. Di dalam Al-Qur`an, Allah Swt berfirman: “Dan peringatkan kaummu yang dekat.” Maka Nabi x mengajak kaumnya dan naik ke gunung shofa, lalu berucap, “salam sejahtera bagi kalian.” Kemudian beliau mengumpulkan kaum, Apa pendapat kalian seandainya aku beri tahu bahwa ada pasukan berkuda yang membawa pedang berada di balik lembah gunung ini, apakah Anda percaya? Mereka menjawab: “Ya, kami tidak pernah mendapatimu dusta.” Lalu Nabi x berkata: “Saya memperingatkan kalian sebelum siksaan yang berat.” Dan ketika peringatan ini telah disampaikan kepada semua orang, semua membubarkan diri kecuali Abu Lahab, ia mendatangi Nabi x dengan ejekan. Berkata Abu Lahab: “Celaka engkau ya muhammad, apakah dengan sebab ini engkau mengumpulkan kami,” Maka turunlah ayat, “Celakalah tangan Abu Lahab, dan ia menjadi terhina.”

Orang kafir Quraisy memusuhi Nabi x, dan menyiksa para sahabatnya, dan mereka berusaha mengancam Nabi dengan mengusirnya dan ancaman, mengusirnya dengan godaan dan ancaman lagi, dan mereka mencoba berulang kali merayu pamannya, Abi Thalib, untuk meninggalkan perlindungan terhadap Nabi, dan dia selalu menolak, dan akhirnya mereka memboykot Nabi serta kaum muslimin dan Bani Hasyim dilembah selama tiga tahun.

Nabi x memerintahkan para sahabatnya untuk berhijrah, untuk menemukan tempat yang aman bagi mereka. Dia memerintahkan mereka untuk bermigrasi ke negeri Habasyah, Etiophia. Di antara orang-orang yang Islamnya berdampak pengaruh terhadap kekuatan umat Islam di Mekah adalah Islamnya pamannya, Hamzah bin Abdul Mutthalib, ketika dia mengumumkan keyakinannya kepada Islam setelah dia menyembunyikan sebelumnya. Dia adalah salah satu yang terkuat dan kesatria pemberani di kota Makkah. Sedangkan Umar ibn Al-Khatthab yang memusuhi dakwah Nabi x menyiksa para sahabatnya, dan dia adalah orang yang ditakuti, kuat, dan pemberani.

Gambaran Secara Umum.

Perjanjian untuk memusuhi keluarga Nabi dan mendzaliminya.

Kaum musyrik bersekutu melawan Bani Hasyim dan Bani Abdul Mutthalib, mereka tidak mau menikahi orang-orang dari keluarga mereka, tidak melakukan transaksi kepada mereka, tidak berintraksi dengan mereka, dan tidak berbicara dengan mereka sampai mereka menyerahkan Muhammad kepada mereka, dan mencatatnya di satu catatan yang digantung di dinding Ka’bah.

Terbatalnya Sahifah (Lembaran) Yang Digantung Di Kab’ah.

Abu Thalib keluar menemui orang-orang dan memberitahu mereka bahwa serangga telah memakan sahifah kecuali kalimat yang berbunyi: “Bismillah”, dan dengan demikian sahifah tersebut tidak berlaku lagi.

Tahun Kesedihan.

Ketika wafatnya istri Nabi x, Khadijah, maka Nabi x menjadi sangat sedih, dan tidak berapa lama pamannya beliau Abu Thalib meninggal sekitar dua bulan kemudian, dan mereka berdua adalah orang yang paling dicintainya, semoga Allah memberkati dia dan keluarganya, sehingga semakin bertambah kekejaman orang Quraisy menyakiti Nabi x, kejadian ini dikenal dengan Tahun Kesedihan.

Abu Jahal Yang Terkutuk Menyiksa Kaum Muslim.

Ketika ibu Mus’ab mengetahui Mus’ab masuk Islam, dia melarangnya makan dan minum dan mengusirnya dari rumah.

Suhaib Al-Rumi disiksa sampai pingsan, sampai dia tidak tahu apa yang dia katakan.

Umayyah bin Khalaf menyiksa Bilal, dan dia melingkarkan tali di lehernya dan memerintahkan seseorang untuk meletakkan batu besar di dadanya, sambil Bilal berkata, “Ahad,..Ahad,..Ahad (Allah Maha Esa, Allah Maha Esa, Allah Maha Esa).”

Ammar bin Yasir disiksa berserta ayahnya dan ibunya Sumayyah binti Khayat hingga membuat Yasir tewas karena dahsyatnya siksaan. dan Abu Jahal menikam Sumayah ibunda Ammar sampai meninggal, dan dialah wanita pertama yang syahid dalam Islam.

Khubaib bin Al-Art adalah seorang pandai besi, maka ketika dia memeluk Islam, majikannya menyiksanya dengan api. Sebaliknya, mereka melemparkannya ke dalam api, lalu menyeretnya ke atasnya, dan dia tidak memadamkannya kecuali diletakkannya minyak di punggungnya. Abu Bakar ra membeli budak laki-laki dan perempuan ini dan membebaskan mereka semua, dan ayahnya menegurnya untuk ini, maka Allah menurunkan dan akan mengampuni meraka yang paling saleh yang menghabiskan uangnya untuk sedekah, dan nikmat apa saja yang harus dibalas kecuali demi Wajah Tuhan Yang Maha Esa dan dia akan dipuaskan.

Orang-Orang Yang Memusuhi Rasulullah x:

1.      Abu Lahab: Dia biasa mengitari di belakang Nabi, menyebutnya pembohong dan bahkan melemparinya dengan batu sampai tumitnya berdarah.

2.      Arwa binti Harb: istri Abu Lahab, biasa membawa duri dan meletakkannya di jalannya nabi saw dan di depan pintunya. Oleh karena itu, diwahyukan tentang dia dan suaminya pada surah Al-Masad (surat Al-Lahab).

3.      Uqbah bin Abi Muait: Dia membawa sekeranjang isi perut unta dan meletakkannya di punggung Nabi dan di antara bahunya, ketika dia sujud di Masjidil Haram, sehingga mereka tertawa, sehingga Nabi x berdoa kepada Allah Ta’ala: “Ya Allah binasakanlah orang kafir quraisy.”

4.      Uqbah bin Abi Muait meletakkan pakaiannya di leher nabi x dan mencekiknya dengan keras, juga meletakkan kakinya di leher nabi x ketika dalam keadaan sujud.

5.      Umayyah bin Khalaf: Jika dia melihat Rasulullah dia mengumpat dan menghardiknya oleh karena itu diturunkan ayat: “Celaka bagi setiap ….. ”

Melihat siatuasi yang demikian ini Nabi x mengambil dua langkah untuk meringankan krisis ini:

1)      Memilih rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam sebagai tempat berkumpulnya kaum muslimin secara sembunyi-sembunyi, jauh dari mata para musuh-musuh.

2)      Nabi x memerintahkan migrasi pertama ke Habasyah ketika dia mengetahui bahwa Negus (raja habasyah) adalah raja yang adil, jadi dia memerintahkan kaum muslimin untuk bermigrasi kepadanya.

Intrik Tipu Daya Quraisy:

Kaum kafir Quraisy mengirim mata-mata mereka Amr ibnu Al-Ash dan Abdullah ibnu Abi Rabi’ah sebelum mereka masuk Islam, dengan membawa hadiah untuk raja Habasyah, dan mereka mengatakan sesuatu kepadanya yang tidak akan membuka hatinya untuk menerima kaum Muslim dan mengembalikkanya ke negerinya. lalu berkata raja Najasyi: “Tidak, demi Allah sampai aku mendengar kabar dari mereka muslimin.” Maka Jakfar bin Abi Thalib berkata: “Apakah Anda memiliki sesuatu yang dibawa Muhammad putra Abdullah?” raja Najasyi menjawab: “Ya, lalu Jakfar bin Abi Thalib membacakan awal Surat Maryam, dan menagislah raja Najasyi, lalu berkata kepada delegasi Qurays: “Demi Allah, saya tidak akan menyerahkan mereka kepada Anda.”

Tawar-Menawar Dan Negoisasi:

Mereka kafir Qurays membuat negosiasi kepada Nabi x untuk menyembah Allah selama satu tahun dan menyembah berhala dengan mereka selama satu tahun, maka diturunkanlah ayat (surat Al-Kafirun): “Hai orang-orang kafir, Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah, kamu tidak menyembah apa yang aku sembah, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah, kamu juga tidak menyembah apa yang aku sembah, Maka bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.”

Orang Quraisy ingin bertanya kepada kaum Yahudi tentang masalah Muhammad, lalu mereka berkata: “Tanyakan kepadanya tentang tiga hal. Jika dia bisa menjawab, maka dia seorang Nabi:

1.      Pemuda yang melarikan diri di awal masa.

2.      Seorang lelaki yang mengelilingi dunia timur dan barat.

3.      Tanyakan padanya tentang apa ruh itu?

Maka Nabi x menjawab pertanyaan mereka tentang pemuda, dengan mengatakan: “Kami beritakan kepadamu berita mereka dengan benar, bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Qs. Al- Kahfi: 13).

Adapun orang yang mengelilingi timur dan barat, dia berkata: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang Dzulkarnain , katakanlah: Aku akan membacakan untukmu sebagian sebagai peringatan.

Adapun tentang ruh/roh, beliau berkata: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu melainkan sedikit.” (Qs. Al- Isra`: 85).

Tahap Penyampaian Dakwah Nabi x Di Luar Kota Makkah.

Setelah semua penolakan dari orang-orang Makkah maka Nabi x mencoba mencari tempat baru untuk dakwah Islam, kemudian Nabi x pergi ke kota Thaif dan menyebarkan dakwah Islam di sana, dan mereka merespons dengan penolakan, dengan tanggapan yang buruk, dan menyuruh anak-anak kecil budak laki-laki dan perempuan mereka untuk mengolok-ngolok dan melempari Nabi x dengan batu.

Nabi x biasa mengajak semua individu atau suku yang datang ke Makkah, terutama pada musim haji. Di antara mereka yang menerima dakwah itu adalah enam pemuda yang paling beruntung dari Yatsrib selama musim haji, kemudian mereka kembali pada tahun berikutnya dengan dua belas pemuda, dan mereka berjanji setia kepada Nabi x, perjanjian ini dinamakn Bai’atul Aqabah yang pertama. Nabi x mengutus Mus’ab bin Umair ra untuk mengajari dan mengajak orang masuk Islam. Mus’ab mendapatkan sukses besar dalam hal ini, kemudian Bai’atul Aqaba kedua terjadi pada musim haji berikutnya, dan jumlahnya adalah tujuh puluh tiga pria dan dua wanita, dan janji ini adalah awal dari migrasi.

Migrasi Nabi Muhammad Ke Kota Madinah.

Nabi x telah berdakwah selama 13 tahun di Makkah. Nabi x memerintahkan para sahabatnya untuk pergi ke Yatsrib, baik secara kelompok atau individu dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Nabi saw bermigrasi dengan Abu Bakar ra dalam bentuk perjalanan terbaik dan perencanaan secara manusiawi dan apa adanya, dan berpegang penuh dan berserah diri hanya kepada Allah Swt sebagai upaya untuk menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan yang dikonspirasikan oleh para pemimpin Quraisy di Darun Nadwa, dan upaya lain dari Suraqah bin Malik.

Kedatangan orang-orang Quraisy yang mencarinya di pintu gua Hira` sebagai tempat Nabi x dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran oarang Quraisy, akan tetapi keduanya mengambil penunjuk jalan terbaik, dan mengubah arah perjalanan yang diketahui, dan ada orang-orang yang menyembunyikan jejak jalan mereka dan lainnya dipandang dari segi kebijaksanaan serta keselamatan.

Nabi x tiba di Yatsrib, maka menjadi bercahaya kota tersebut dengan sebab kedatangannya, dan akhirnya kota tersebut dinamakan Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya). Di kota Madinah ini wahyu Al-Qur`an diturunkan dan berlangsung selama 10 tahun.

Mengasaskan Kedaulatan Di Kota Madinah.

Usaha pertama yang dilakukan oleh Nabi x ialah membangun masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, dan mengatur hubungan antar komponen masyarakat sipil, menengah, dan kalangan atas di kota Madinah.

Mulainya Permusuhan Dengan Orang Quraisy.

Mulai jalan militer dan peperangan. Beberapa perang terjadi antara kedua belah pihak, dan yang paling menonjol adalah;

1)      Perang Badar. Puncaknya adalah kemenangan dipihak kaum Muslimin, dan itu terjadi pada tahun kedua Hijrah.

2)      Perang Uhud. Perang ini terbagi menjadi dua tahap, pada mulanya kaum muslimin menang, kemudian siklus berbalik, kaum muslimin menelan kekalahan ketika mereka tidak mematuhi perintah Nabi x.

3)      Perang Khandaq (perang parit). Pada peperangan ini kaum muslimin memenangkannya dan itu terjadi pada tahun kelima Hijrah.

Ada beberapa kesepakatan dengan orang-orang Yahudi di kota Madinah yang menyebabkan pengusiran mereka dari Madinah beserta Bani Qainuqa dan Bani Nadhir, atas pembunuhan terhadap laki-laki mereka dan menyandra perempuan-perempuan mereka sebagaimana ini terjadi di Bani Quraidhah, serta kesepakatan dengan suku-suku lainnya di Madinah.

Perjanjian Hudaibiyyah yang terjadi pada tahun keenam Hijrah merupakan transformasi konflik berkelanjutan dengan Makkah, di mana kedua belah pihak memutuskan untuk menghentikan perang selama sepuluh tahun, setelah itu Nabi memberikan kedamaian dan mengajak serta menyeru orang-orang untuk masuk Islam dan menyingkirkan musuh lainnya, sehingga banyak di antara orang-orang Quraisy yang masuk Islam.

Orang Quraisy melanggar perjanjian setelah dua tahun, maka Nabi x keluar dengan membawa sepuluh ribu pasukan menuju kota Makkah, kemudian Nabi x menaklukan kota Makkah pada tahun delapan Hijriah, dan penduduk Makkah memeluk islam.

Pada tahun kesembilan dan kesepuluh Hijrah, sejumlah besar orang masuk Islam, setelah orang-orang melihat masuknya Islam ke Makkah, yang merupakan pemimpin agama di Jazirah Arab, maka orang-orang berlomba-lomba untuk memeluk agama Islam, dan Nabi membawa jumlah yang besar kaum muslimin untuk melakukan haji perpisahan (haji wada’), dan pada tahun kesepuluh Hijriah kaum muslimin yang berhaji sebanyak seratus dua puluh empat ribu.

Pada tahun sebelas Hijriah Nabi x wafat di hari Senin tanggal dua belas Rabiul Awwal setelah menunaikan tugas risalahnya dengan maksimal, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada beliau x dan keluarganya beserta para sahabatnya. Wahai Nabi x, semoga Allah memberkatimu dan memberimu kedamaian, dan salam untukmu, rahmat dan berkah-Nya. Amin.

 

 

 

 

 


Bab 6

مُخْتَصَرُ الْعَقِيْدَةِ وَ أَسْمَآءِ اللهِ الْحُسْنَى لِشَيْخِ الْأَزْهَرِ اَلدَّرْدِيْرِ.

Ringkasan Aqidah Dan Asma`ul Husna Karya Syaikhul Azhar Al-Imam Ad-Dardiri.

A

 

3 21

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas rasul yang paling mulia, junjungan kita Muhammad, dan atas keluarganya yang mulia, beserta para sahabatnya yang setia, begitupun istri-istrinya yang suci yang merupakan ibu-ibu dari orang-orang yang beriman, dan semua orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari kiamat.

Wajib bagi seorang mukallaf mengetahui sifat apa yang wajib bagi Allah, dan bagi Nabi-nabi-Nya serta bagi para malaikat-Nya yang mulia. Maka di antara sifat yang wajib diketahui bagi Allah, yaitu:

1.      Sifat Dzatiyah adalah sifat yang menyertai Dzat Allah, bukanlah sifat tersebut menunjukkan hakikat Dzat Allah tanpa menunjukkan suatu arti, yaitu “Al-Wujud (Yang Maha Ada).

2.      Sifat yang ada pada Dzat Allah yang tidak menunjukkan melainkan makna keberadaan Allah, yaitu Shifat;Al-Hayat (Yang Maha Hidup), Al-Ilmu (Yang Maha Mengetahui), Al-Iradah (Yang Maha Berkehendak), Al-Qudrah (Yang Maha Kuasa), As-Sama (Yang Maha Mendengar), Al-Bashar (Yang Maha Melihat), Al-Kalam (Yang Maha Berbicara).

3.      Sifat yang menafikan sifat-sifat yang tidak layak (Muhal) bagi Allah, yaitu: “Al-Qidam (Maha Mendahului), Al-Baqāu (Maha Kekal), Mukhalafah Li Al-Hawadits (Maha berbeda dengan makhluk), Al-Qiyamu bi Nafsihi (Berdiri sendiri), dan Wahdaniyah (Maha Esa / Maha Tunggal).

Allah Swt benar-benar Maha Ada, Terdahulu dan Kekal, berbeda dengan seluruh makhluk-Nya. Allah bukanlah sebuah jism (tubuh/benda), dan bukan pula aradh (sifat yang ada pada tubuh/benda), tidak disifati dengan bertempat, waktu, arah kanan, kiri, belakang, depan. Allah Swt Maha Berdiri Sendiri, Maha Esa pada Dzat, Sifat, dan Perbuatan-Nya. Maha Hidup, Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, maupun yang belum terjadi. Maha berkehendak bagi seluruh makhluk-Nya dan seluruh alam raya, dan apa yang belum ada pada alam raya tersebut. Maha Kuasa atas segala sesuatu untuk mengadakannya dan meniadakannya, tidak ada yang menyaingi-Nya dalam segala kehendak-Nya. Maha Mendengar dan Maha Melihat segala makhluk yang ada. Maha Berfirman dengan firman yang Azali |yang terdahulu| yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk suara atau huruf.

Dan wajib bagi diri para Nabi -Alaihimusshalatu wassalam- sifat “Al-Ishmah” yaitu terpelihara dari kesalahan, Maka mereka tidak pernah menyelisihi Allah pada perintah dan larangan-Nya, begitujuga para Malaikat.

Dan wajib bagi para Rasul -Alaihimusshalatu wasssalam- sifat “At-Tablig” yaitu menyampaikan segala yang diperintahkan kepada mereka untuk disampaikan kepada makhluk dari hukum-hukum dan selainnya.

Seperti adanya Hari Akhir dan apa yang terjadi padanya dari “Al-Hisab” yaitu perhitungan, “Al-Iqab” yaitu balasan perbuatan, “Al-Shirat” yaitu titian, “Al-Mizan” yaitu timbangan amalan, Surga dan Neraka, dan adanya Arsy, Kursi, dan Kitab-kitab samawi, dan para Rasul dan cobaan yang menimpa mereka dari umat-umat mereka, dan adanya bidadari, dan “Al-Wildan” yang berarti anak-anak yang muda, dan adanya wali-wali Allah, begitujuga dengan Isra dan Mi’rajnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, dan menyampaikan bahwa orang-orang yang mati syahid hidup dengan kehidupan yang diberikan Allah kepada mereka serta mereka mendapat rizki dari-Nya

Dan Syafaat Nabi kita Sayyidina Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dan tanda-tanda hari kiamat, dan pengajaran mengenai ridha terhadap “Qadha dan Qadar” yaitu takdir dan ketentuan Allah, begitupun tentang kewajiban memperbaharui tobat dari dosa-dosa.

Apakah benar Allah ada di permulaan zaman, Sebagaimana perkataan orang Kristen; “Tuhan di Permulaan Zaman”, ataukah Allah yang pertama tanpa permulaan? Penjelasan dan penjabarannya sebagai berikut:

Orang Kristen telah salah setelah menyelisi akidah Nabi Isa disebabkan mereka kehilangan kitab Injil dan apa yang tertera pada perjanjian baru, dan mereka juga menyelisi akidah Nabi Musa yang tertera dalam kitab Taurat yang asli dan apa yang tersisa dari penyampaiannya dari perjanjian lama, seperti penyembahan hanya kepada Allah yang Maha Esa saja. Sedang orang-orang Kristen yang sekarang telah kafir terhadap apa yang dikatakan Nabi Isa.

Yesus sejati mengatakan: “Yang paling penting, jawab Yesus, adalah ini: “Dengarlah, hai Israel: Tuhan, Allah kita, Tuhan itu Esa. (Markus 12:29, Versi King James |KJV 1900). Yesus menjawab: “Perintah yang paling utama adalah: Dengarlah, hai Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. (Mark 12:29 versi terjemahan baru). Maka orang-orang Kristen berkata: “Sesungguhnya Allah berada pada permulaan segala sesuatu dari waktu |zaman|, tempat, makhluk-makhluk, alam dan alam. Sedangkan yang benar adalah sebagaimana yang terdapat pada firman Allah di dalam Al-Qur`an dan penjelasan Nabi Muhammad–Shallallahu Alaihi wasallam-dalam hadits, dan penjelasan ulama Islam seperti Al-Gazali dan Ar-Razi-Radhiyaallahu anhuma-: Bahwasanya Allah tidaklah berada pada permulaan segala sesuatu dari waktu |zaman| tempat, makhluk-makhluk, alam, dunia dari apa yang kita ketahui dan apa yang kita tidak ketahui, yang penjelasannya diutarakan berikut ini:

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ﴾

“Dialah Allah yang pertama |sebelum| menciptakan segala sesuatu sebelum menciptakan waku dan tempat, dikarenakan dialah |Allah| yang menciptakan makhluk dan yang menciptakan waktu.”

Yang Maha Akhir: Yang Kekal setelah kehancuran dan kematian segala makhluk yang ada.

Yang Maha Zhahir: Keberadaan Allah dapat dipahami dengan jelas lewat makhluk-makhluk atau alam semesta yang Dia ciptakan dengan Kemaha Kuasaan-Nya.

Yang Maha Bathin: Tiada sesuatupun yang dapat menjangkau hakikat Dzat Allah baik pancara indra maupun akal, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.

Dia adalah Yang Pertama, sebelum ada sesuatu, dan Yang Terakhir, setelah segalanya musnah dan punah, dan yang lahiriah, yang tidak ada apa-apa di atas-Nya, dan bathin yang tidak ada apa-apa di bawah-Nya, dan tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi dari-Nya di bumi atau di langit, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Rasulullah x berdoa ketika hendak tidur dengan mengatakan:

Ya Allah, Tuhan pencipta tujuh langit, Tuhan penguasa Arasy yang agung, Tuhan segala sesuatu,Yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Furqan |Al-Qur`an|, Yang menumbuhkan butir tumbuh-tunbuhan dan biji buah-buahan, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau mengendalikan ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah Yang Pertama yang tidak ada apa-apa sebelum-Mu, dan Engkaulah Yang Terakhir Yang tidak ada apa-apanya setelah-Mu, dan Engkaulah Yang Zhahir dan tidak ada sesuatu di atas-Mu, dan Engkaulah Yang Bathin dan tidak ada sesuatu di bawah-Mu, lunasi hutang kami dan lepaskanlah kami dari kefakiran.”

Karena Allah Ta’ala Maha Awal tanpa didahului permulaan, Allah ada sebelum adanya makhluk, dan perkataan yang utama adalah Dia yang pertama tanpa suatu apapun yang membersamai-Nya, dan tiada suatu apapun sebelum-Nya, yaitu tiada suatupun yang mendahului-Nya. (Ketiadaan tidak dipakai sebelum adanya alam yang dicipta) Adapun makhluk memiliki permulaan dalam alam semesta, dan mustahil awal permulaan alam semesta menyamai awal keberadaan Allah, karena awal permulaan semesta didahului ketiadaan sebab tidak berada sebelum diciptakan, maka dinyatakan bahwa sesuatu sebelum dicaptakan merupakan ketiadaan, yaitu tidak adanya makhluk-makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ ۚ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡئًا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٞ.

Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi? Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Ma`idah: 17).

لَقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلۡمَسِيحُ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ.

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang dzalim itu. (QS. Al-Ma`idah: 72).

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ.

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. (QS. Al-Ma`idah: 73).

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلِلّٰهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُوْنَ فِيٓ أَسْمَٰٓئِه ۦۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُوْنَ.

Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Araf: Ayat 180).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asma`ul Husna:

1.            اَللهُ الرَّحْمٰنُ (Allah, Ar-Rahman), Yang Maha Pengasih

2.            اَلرَّحِيْمُ (Ar-Rahim), Yang Maha Penyayang

3.            اَلْمَلِكُ (Al-Malik), Maha Raja

4.            اَلْقُدُّوْسُ (Al-Quddus), Maha Suci

5.            اَلسَّلَامُ (As-Salam), Maha Sejahtera

6.            اَلْمُؤْمِنُ (Al-Mu’min), Yang Maha Terpercaya

7.            اَلْمُهَيْمِنُ (Al-Muhaimin), Yang Maha Memelihara

8.            اَلْعَزِيْزُ (Al-‘Aziz), Yang Maha Perkasa

9.            اَلْجَبَّارُ (Al-Jabbar), Yang Maha Berkehendak | yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari |

10.        اَلْمُتَكَبِّرُ (Al-Mutakabbir), Yang Memiliki Kebesaran

11.        اَلْخَالِقُ (Al-Khaliq), yang Maha Pencipta

12.        اَلْبَارِئُ (Al-Bari’), Yang Mengadakan dari Tiada

13.        اَلْمُصَوِّرُ (Al-Mushawwir), Yang Membuat Bentuk

14.        اَلْغَفَّارُ (Al-Ghaffar), Yang Maha pengampun

15.        اَلْقَهَّارُ (Al-Qahhar), Yang Maha Perkasa

16.        اَلْوَهَّابُ (Al-Wahhab), Yang Maha Pemberi

17.        اَلرَّزَّاقُ (Ar-Razzaq), Yang Maha Pemberi Rezeki

18.        اَلْفَتَّاحُ (Al-Fattah), Yang Maha Pembuka Hati

19.        اَلْعَلِيْمُ (Al-‘Alim), Yang Maha Mengetahui

20.        اَلْقَابِضُ (Al-Qabidh), Yang Maha Menyempitkan

21.        اَلْبَاسِطُ (Al-Basith), Yang Maha Melapangkan

22.        اَلْخَافِضُ (Al-Khafidh), Yang Merendahkan

23.        اَلرَّافِعُ (Ar-Rafi’), Yang Meninggikan

24.