Version: 2014sep15-0.0.1-2
| Next Five topics Table of Contents Ch.1 The Opener; Al-Fatihah Ch.2 The Cow; Al Baqarah Ch.3 The Family of 'Imran; Aali 'Imran Ch.4 Women; An Nisa' Ch.5 The Table; Al Ma'ida Ch.6 The Cattle; Al-'An'am Ch.7 The Ramparts; Al 'A'raf Ch.8 The Spoils; Al-'Anfal Ch.9 Repentance; Al-Tawba Ch.10 The Prophet Jonah; Yunus Ch.11 The Prophet Hood; Hood Ch.12 The Prophet Joseph; Yusuf Ch.13 Thunder; Ar-Ra'd Ch.14 The Prophet Abraham; Ibrahim Ch.15 The Valley of Hijr; Al-Hijr Ch.16 The Bees; An-Nahl Ch.17 The Night Journey; Al-'Isra' Ch.18 The Cave; Al-Kahf Ch.19 Mary; Maryam Ch.20 Taha; Taahaa Ch.21 The Prophets; Al-'Anbiya' Ch.22 The Pilgrimage; Al-Hajj Ch.23 The Believers; Al-Mu'minun Ch.24 The Light; An-Noor Ch.25 The Criterion; Al-Furqan Ch.26 The Poets; Ash-Shu'ara' Ch.27 The Ants; An-Naml Ch.28 The Story; Al-Qasas Ch.29 The Spider; Al-'Ankabut Ch.30 The Romans; Ar-Rum Ch.31 Lokman; Lokman Ch.32 The Prostration; As-Sajda Ch.33 The Confederates; Al-Ahzab Ch.34 Sheba; Saba' Ch.35 The Originator; Fatir Ch.36 Yaseen; YaSeen Ch.37 The Alignment; As-Saffat Ch.38 Saad; Saad Ch.39 The Groups; Az-Zumar Ch.40 The Forgiver; Ghafir Ch.41 Distinguished; Fussilat Ch.42 The Consultation; Ash-Shurah Ch.43 Gold; Az-Zukhruf Ch.44 The Smoke; Ad-Dukhan Ch.45 The Kneeling; Al-Jathiah Ch.46 The Valley of Al-Ahqaf; Al-Ahqaf Ch.47 Prophet Muhammad; Muhammad Ch.48 The Opening; Alfat-h Ch.49 The Apartments; Al-Hujurat Ch.50 Qaaf; Qaaf Ch.51 The Scatterers; Ath-Thariyat Ch.52 The Mount; At-Tur Ch.53 The Star; An-Najm Ch.54 The Moon; Al Qamar Ch.55 The Merciful; Ar-Rahman Ch.56 The Event; Al-Waqi'a Ch.57 The Iron; Al-Hadeed Ch.58 The Reasoning; Al-Mujadala Ch.59 The Gathering; Al-Hashr Ch.60 Tested; Al-Mumtahana Ch.61 The Line; As-Saff Ch.62 Friday; Al-Jumu'ah Ch.63 The Hypocrites; Al-Munafikoon Ch.64 The Loss and Gain; At-Taghabon Ch.65 The Divorce; At-Talaq Ch.66 The Forbidding; At-Tahreem Ch.67 The Kingdom; Al-Mulk Ch.68 The Pen; Al-Qalam Ch.69 The Resurrection Verifier; Al Haqqah Ch.70 The Elevated Passages; Al-Ma'arij Ch.71 Prophet Noah; Nooh Ch.72 The Jinn; Al-Jinn Ch.73 The Wrapped; Al-Muzzammil Ch.74 The Cloaked; Al-Muddaththir Ch.75 The Resurrection; Al-Qiyamah Ch.76 The Human; Al-'Insan Ch.77 Those Sent; Al Mursalat Ch.78 The News; An-Naba' Ch.79 The Pluckers; An-Nazi'at Ch.80 Frowned; 'Abasa Ch.81 The Winding-Up; At-Takweer Ch.82 The Splitting; Al-'Infitar Ch.83 The Diminishers; Al-Mutaffifin Ch.84 The Rending; Al-'Inshiqaq Ch.85 The Constellations; Al-Burooj Ch.86 The Nightly Comer; At-Tariq Ch.87 The Highest; Al-'A'la Ch.88 The Enveloper; Al-Ghashiyah Ch.89 The Dawn; Al-Fajr Ch.90 The Country; Al-Balad Ch.91 The Sun; Ash-Shams Ch.92 The Night; Al-Layl Ch.93 The Mid-morning; Ad-Duha Ch.94 The Expanding; Al-'Inshirah Ch.95 The Fig; At-Teen Ch.96 The Clot; Al-'Alaq Ch.97 The Honor; Al Qadr Ch.98 The Proof; Al-Bayyina Ch.99 The Earthquake; Az-Zalzalah Ch.100 The Runners; Al-'Adiyat Ch.101 The Clatterer; Al-Qari'a Ch.102 The Excessive Gathering; At-Takathor Ch.103 The Afternoon; Al-'Asr Ch.104 The Backbiter; Al-Humazah Ch.105 The Elephant; Al-Feil Ch.106 Koraysh; Koraysh Ch.107 The Assistance; Al-Ma'un Ch.108 The River of Abundance; Al-Kawthar Ch.109 The Unbelievers; Al-Kafiroon Ch.110 The Victory; An-Nasr Ch.111 The Flame; Al-Lahab Ch.112 Oneness; Al-'Ikhlas Ch.113 Daybreak; Al-Falaq Ch.114 People; An-Nas |
|Next| |Previous| |Top| |Home| Sub.: Bercerai dengan cara yang baik 2: 228
[2.228] Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri menunggu tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka para suami itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلاثَةَ قُرُوءٍ وَلاَ يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلاحاً وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ 228
[2.229] Talak yang dapat dirujuki dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya suami istri tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim. الطَّلاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ وَلاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئاً إِلاَّ أَن يَخَافَا أَلاَّ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ تَعْتَدُوهَا وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ 229
[2.230] Kemudian jika si suami menlalaknya sesudah talak yang kedua, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya bekas suami pertama dan istri untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang mau mengetahui. فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَن يَتَرَاجَعَا إِن ظَنَّا أَن يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ 230
[2.231] Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf pula. Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab Al Qur'an dan Al Hikmah As Sunah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَفَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَلاَ تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَاراً لِّتَعْتَدُوا وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَلاَ تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُواً وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنزَلَ عَلَيْكُم مِنَ الكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ 231
[2.232] Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu para wali menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُم بِالْمَعُروفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ 232
[2.233] Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah menderita karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih sebelum dua tahun dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى المَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نُفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلادَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 233
|
|