|
|Next|
|Previous|
|Top|
|Home|
Sub.: Sebuah pengingat dan kematian orang-orang yang berpaling dari Allah 75:26-35
[75.26] Sekali-kali jangan. Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai ke kerongkongan, كَلاَّ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ 26
[75.27] dan dikatakan kepadanya. "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ 27
[75.28] dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia, وَظَنَّ أَنَّهُ الفِرَاقُ 28
[75.29] dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ 29
[75.30] kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ المَسَاقُ 30
[75.31] Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Rasul dan Al Qur'an dan tidak mau mengerjakan salat, فَلاَ صَدَّقَ وَلاَ صَلَّى 31
[75.32] tetapi ia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran, وَلَكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى 32
[75.33] kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak sombong. ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى 33
[75.34] Kecelakaanlah bagimu hai orang kafir dan kecelakaanlah bagimu, أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى 34
[75.35] kemudian kecelakaanlah bagimu hai orang kafir dan kecelakaanlah bagimu. ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى 35
[75.36] Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? أَيَحْسَبُ الإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى 36
[75.37] Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَى 37
[75.38] kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى 38
[75.39] lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang. laki laki dan perempuan. فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأُنثَى 39
[75.40] Bukankah Allah yang berbuat demikian berkuasa pula menghidupkan orang mati? أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أن يُحْيِيَ المَوْتَى 40
|
|Next|
|Previous|
|Top|
|Home|
|