-
HartaRampasanPerang, page : 3
tumpuk jadi satu hingga menjadi timbunan yang besar, dan Nabi lalu menyalakan api untuk
membakarnya, namun timbunan harta rampasan perang itu tetap tidak terbakar meski dia
telah mencoba membakarnya berkali-kali.
Nabi itu tahu alasan kenapa tidak terbakar adalah karena Allah tidak menerimanya, maka dia
memanggil bala tentaranya agar berkumpul dan mengumumkan: "Diantara kalian ada yang
mencuri harta rampasan perang? Laki-laki dari masing-masing suku mari maju kedepan dan
berikrar janji kepatuhannya padaku."
Satu persatu perwakilan suku menyalami tangan Nabi dan mengikrarkan janji kepatuhan
mereka. Tiba-tiba, ada satu perwakilan suku yang tangannya melekat erat ketika menyalami
Nabi, dan dia lalu berkata, "Dalam sukumu ada pencuri yang bersalah, panggil setiap orang
agar berikrar janji kepatuhan kepadaku." Semua anggota suku itu lantas berikrar janji, dan
ternyata benar, ada tiga orang diantara mereka yang melekat tangannya saat menyalami
Nabi, dan satu diantaranya melekat sangat kuat. Seketika itu Nabi berkata, "Satu diantara
kamu adalah pencuri yang bersalah."
Kejadian yang sungguh memalukan. Si pencuri kini sadar bahwa dia tidak akan bisa
menyembunyikan perbuatannya, maka diserahkan semua harta rampasan perang yang
membakarnya, namun timbunan harta rampasan perang itu tetap tidak terbakar meski dia
telah mencoba membakarnya berkali-kali.
Nabi itu tahu alasan kenapa tidak terbakar adalah karena Allah tidak menerimanya, maka dia
memanggil bala tentaranya agar berkumpul dan mengumumkan: "Diantara kalian ada yang
mencuri harta rampasan perang? Laki-laki dari masing-masing suku mari maju kedepan dan
berikrar janji kepatuhannya padaku."
Satu persatu perwakilan suku menyalami tangan Nabi dan mengikrarkan janji kepatuhan
mereka. Tiba-tiba, ada satu perwakilan suku yang tangannya melekat erat ketika menyalami
Nabi, dan dia lalu berkata, "Dalam sukumu ada pencuri yang bersalah, panggil setiap orang
agar berikrar janji kepatuhan kepadaku." Semua anggota suku itu lantas berikrar janji, dan
ternyata benar, ada tiga orang diantara mereka yang melekat tangannya saat menyalami
Nabi, dan satu diantaranya melekat sangat kuat. Seketika itu Nabi berkata, "Satu diantara
kamu adalah pencuri yang bersalah."
Kejadian yang sungguh memalukan. Si pencuri kini sadar bahwa dia tidak akan bisa
menyembunyikan perbuatannya, maka diserahkan semua harta rampasan perang yang