-
KemurahanNabi, page : 2
sanjungan kepadanya, memandang gunung itu kemudian menoleh pada Abu Dzar dan
berkata, "Jikalau aku mempunyai emas seberat gunung uhud, niscaya akan kubagikan
semuanya kepada para penyembah Allah. Dan apabila tersisa satu dinar saja hatiku tidak
akan tenang kecuali kalau menggunakannya untuk membayar hutang." Beliau berkata lagi,
"Sayangnya hanya sedikit orang-orang yang membelanjakan kekayaannya dengan cara
seperti itu. Mereka yang melimpah ruah kekayaannya di dunia ini, akan menjadi yang paling
miskin dihari pembalasan kelak."
Mereka berdua terus berjalan. Hari mulai beranjak petang. Ketika sampai disuatu tempat,
Rasulullah, pujian dan sanjungan kepadanya, berkata pada Abu Dzar agar menunggunya
disitu dan tidak pergi kemana-mana, sementara beliau akan pergi sendirian untuk suatu
urusan lalu segera kembali sesudah itu.
Langit tampak gelap. Semuanya serba sepi dan tidak ada satu orang pun yang terlihat. Tiba-
tiba Abu Dzar dikagetkan oleh suara yang sangat keras. Spontan dia jadi mencemaskan
keselamatan Nabi, pujian dan sanjungan kepadanya. Ingin rasanya mencari tahu apa yang
tengah terjadi, namun dia teringat pesan yang disampaikan Nabi, pujian dan sanjungan
berkata, "Jikalau aku mempunyai emas seberat gunung uhud, niscaya akan kubagikan
semuanya kepada para penyembah Allah. Dan apabila tersisa satu dinar saja hatiku tidak
akan tenang kecuali kalau menggunakannya untuk membayar hutang." Beliau berkata lagi,
"Sayangnya hanya sedikit orang-orang yang membelanjakan kekayaannya dengan cara
seperti itu. Mereka yang melimpah ruah kekayaannya di dunia ini, akan menjadi yang paling
miskin dihari pembalasan kelak."
Mereka berdua terus berjalan. Hari mulai beranjak petang. Ketika sampai disuatu tempat,
Rasulullah, pujian dan sanjungan kepadanya, berkata pada Abu Dzar agar menunggunya
disitu dan tidak pergi kemana-mana, sementara beliau akan pergi sendirian untuk suatu
urusan lalu segera kembali sesudah itu.
Langit tampak gelap. Semuanya serba sepi dan tidak ada satu orang pun yang terlihat. Tiba-
tiba Abu Dzar dikagetkan oleh suara yang sangat keras. Spontan dia jadi mencemaskan
keselamatan Nabi, pujian dan sanjungan kepadanya. Ingin rasanya mencari tahu apa yang
tengah terjadi, namun dia teringat pesan yang disampaikan Nabi, pujian dan sanjungan