-
KisahSerigala, page : 3
Ahban memanjat bukit dan ketika memandang sekelilingnya, dia melihat kerumunan
manusia seperti yang disebutkan serigala. Ahban berkata pada dirinya sendiri, "Apa yang
dikatakan serigala ternyata benar, aku harus turun dan melihat apa yang terjadi." Dia
bergegas menuruni bukit, dan langsung pandangannya tertuju pada Nabi, pujian dan
kedamaian kepadanya yang saat itu sedang berpidato didepan sahabat-sahabatnya. Ahban
segera tahu, lelaki berwajah bagai bulan purnama itu pasti bukan orang biasa. Dia lantas
bergabung ikut mendengarkan. Diperhatikannya baik-baik semua perkataan Nabi, pujian dan
kedamaian kepadanya, yang membuatnya semakin menyukainya. Setelah selesai berbicara,
Ahban berjalan kearah Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya, dan bercerita tentang
serigala. Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya, yang mendengar ceritanya tidak terkejut
kemudian berkata, "Kembalilah pada domba-dombamu dan kamu akan mendapati mereka
tetap utuh."
Ahban segera jadi orang Islam. Dia sangat sedih harus meninggalkan Nabi dan sahabat-
sahabatnya, tapi dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha sesering mungkin
datang pada Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya. Ahban kini pulang dengan memanjat
dan menuruni bukit sambil berpikir dan merenungkan semua keajaiban yang terjadi pada
hari itu. Ahban sangat bersyukur pada Allah yang telah mengirim serigala untuk
menunjukkannya jalan pada Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya.
manusia seperti yang disebutkan serigala. Ahban berkata pada dirinya sendiri, "Apa yang
dikatakan serigala ternyata benar, aku harus turun dan melihat apa yang terjadi." Dia
bergegas menuruni bukit, dan langsung pandangannya tertuju pada Nabi, pujian dan
kedamaian kepadanya yang saat itu sedang berpidato didepan sahabat-sahabatnya. Ahban
segera tahu, lelaki berwajah bagai bulan purnama itu pasti bukan orang biasa. Dia lantas
bergabung ikut mendengarkan. Diperhatikannya baik-baik semua perkataan Nabi, pujian dan
kedamaian kepadanya, yang membuatnya semakin menyukainya. Setelah selesai berbicara,
Ahban berjalan kearah Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya, dan bercerita tentang
serigala. Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya, yang mendengar ceritanya tidak terkejut
kemudian berkata, "Kembalilah pada domba-dombamu dan kamu akan mendapati mereka
tetap utuh."
Ahban segera jadi orang Islam. Dia sangat sedih harus meninggalkan Nabi dan sahabat-
sahabatnya, tapi dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha sesering mungkin
datang pada Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya. Ahban kini pulang dengan memanjat
dan menuruni bukit sambil berpikir dan merenungkan semua keajaiban yang terjadi pada
hari itu. Ahban sangat bersyukur pada Allah yang telah mengirim serigala untuk
menunjukkannya jalan pada Nabi, pujian dan kedamaian kepadanya.