-
SultanDanMenteri, page : 19
penjara selama bertahun-tahun.
Setelah beberapa tahun, Sultan sudah tidak merasa khawatir lagi dengan jarinya bahkan menjadi
pemanah yang handal. Suatu hari, Sultan
memanggil para menterinya dan berkata pada mereka bahwa dia memutuskan untuk pergi berburu dengan
mereka di hutan yang jauh.
Para menterinya senang dengan rencana Sultan untuk berburu dengan mereka. Kemudian mereka
mempersiapkan hewan tunggangan dan
perbekalan yang banyak untuk perburuan tersebut. Hari keberangkatan pun tiba. Keluarga Sultan dan
para pengawal yang tertinggal di istana
berkata selamat jalan dan semoga beruntung pada rombongan Sultan.
Sultan dan para menterinya menempuh perjalanan selama berhari-hari. Mereka berhenti ketika sudah
sampai di hutan. Mereka berpikir tidak ada
seorang pun yang tinggal di hutan. Tapi mereka salah, ada sekelompok orang tidak beriman kepada
Allah tinggal disana, mereka suku kafir
penyembah patung. Mereka bukan orang-orang yang baik.
Setelah beberapa tahun, Sultan sudah tidak merasa khawatir lagi dengan jarinya bahkan menjadi
pemanah yang handal. Suatu hari, Sultan
memanggil para menterinya dan berkata pada mereka bahwa dia memutuskan untuk pergi berburu dengan
mereka di hutan yang jauh.
Para menterinya senang dengan rencana Sultan untuk berburu dengan mereka. Kemudian mereka
mempersiapkan hewan tunggangan dan
perbekalan yang banyak untuk perburuan tersebut. Hari keberangkatan pun tiba. Keluarga Sultan dan
para pengawal yang tertinggal di istana
berkata selamat jalan dan semoga beruntung pada rombongan Sultan.
Sultan dan para menterinya menempuh perjalanan selama berhari-hari. Mereka berhenti ketika sudah
sampai di hutan. Mereka berpikir tidak ada
seorang pun yang tinggal di hutan. Tapi mereka salah, ada sekelompok orang tidak beriman kepada
Allah tinggal disana, mereka suku kafir
penyembah patung. Mereka bukan orang-orang yang baik.