-
Arabic-Bahasa-Hadist-Nawawi-Ghumari-Talidi, page : 2
judul | | KEUTAMAAN ILMU, MENUNTUT ILMU, ULAMA DAN WASIAT PADA MEREKA
h1 أَلَا إِنِّي أُوْتِيْتُ القُرْآنَ، وَمِثْلَهُ مَعَهُ ... |أي حجما وحكما|
Rasululloh SAW bersabda: Ketahuilah, sesungguhnya aku dianugerahi Alquran, dan yang semisalnya bersamanya. (yakni Hadits Nabi baik secara hukum atau ukurannya)
h2 مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ الله عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيْبَ بِهِ عَرْضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عرْفَ الجَنَّةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barang siapa menuntut ilmu bukan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, tetapi untuk mengais pundi-pundi dunia, maka ia tidak akan bisa mencium bau harum surga di hari kiamat kelak
h3 مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ يَصْرِفُ بِهِ وُجُوْهَ النَّاس إِلَيْهِ، أَدْخَلَهُ اللهُ النَّارَ
Barang siapa menuntut ilmu hanya untuk mendebat para ulama, sombong di depan orang-orang bodoh, atau hanya supaya mendapat pengakuan dari masyarakat, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.
h4 إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا
Sesungguhnya pada setiap penghujung seratus tahun Allah SWT mengutus untuk umat ini seorang yang memeprbaharui untuk mereka agama mereka (yakni menghidupkan kembali sunah / syariat yang usang).
h5 عَلِّمُوْا الصَّبِيَّ وَهُوَ ابْنُ سَبْعَ الصلاة
|بالْحَدِيْثِ والقرآن|
Ajarkanlah Salat kepada anak kecil pada usia tujuh tahun.
h6 إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِيْ اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَاْلعِلْمَ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ، قَبِلَتِ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَ الْعُشْبَ الْكَثِيْرَ، وَ كَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ، أَمْسَكَتِ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوْا مِنْهَا وَسَقَوْا وَزَرَعُوْا، وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً، وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً ، فَذلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِيْ دِيْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِى اللهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِيْ أُرْسِلْتُ بِه.ِ
Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang aku diutus oleh Allah swt dengan membawanya bagaikan hujan yang turun ke bumi, diantara bumi itu ada yang baik, menyerap air lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ada juga yang kering menahan air, maka Allah SWT memberikan manfaat yang begitu melimpah kepada manusia melalui air itu, hingga mereka minum, memberi minum dan bercocok tanam. Ada pula satu bagian bumi yang lain yang datar; tidak menahan air dan tidak memunculkan rerumputan. Itulah perumpamaan orang yang faqih (memiliki pemahaman yang dalam) terhadap agama Allah SWT, dan dia mendapat manfaat dari apa yang saya bawa dari Allah, maka ia pun mengetahuinya dan mengajarkannya, dan perumpamaan orang-orang yang tidak mendongakkan kepalanya (tidak memperhatikan sama sekali) dan tidak menerima hidayah Allah SWT yang saya diutus untuk membawanya.
h7 مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik, maka ia akan dipandaikan dalam urusan agamanya.