-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 2
Anne Khadeijah (Inggris)
Siti Nadriyah (Indonesia)
@ Mengenal Hakim Iyad, penyusun buku Shifa
Hakim Iyad, penulis dan penyusun Shifa, yang tenar dengan nama Abulfadl Iyad, adalah hakim Mahkamah Agung yang termasyhur di Spanyol dan Maroko.
Garis keturunan:
Muhammad, putra Hakim Iyad, berkata, "Leluhur kami adalah orang Arab yang berasal dari Andalusia, Spanyol, lalu pindah di kota Faz, Maroko, dan kemudian menjadi penduduk Qoirowan. Kakek kami Amrun kemudian memutuskan untuk meninggalkan Fez dan menetap di Sabta.
Kedudukan Hakim Iyad:
Hakim Iyad adalah seorang pemuka agama Islam yang tidak hanya mahir dalam ilmu Kutipan Kenabian (hadis), tetapi juga dalam penafsiran Al-Quran. Beliau ahli dalam prinsip-prinsip agama, bahasa Arab beserta kesusastraannya, syair-syair, dan silsilah orang-orang Arab. Hakim Iyad telah diakui sebagai pakar fikih di Lembaga Fikih Imam Malik. Sebagai tambahan atas prestasinya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sabar, baik hati dan ramah, serta masyhur sebagai ahli pidato yang hebat. Selain murah hati dan dermawan, beliau juga sosok yang bisa dipercaya dan selalu konsisten pada kebenaran serta tekun menghasilkan berbagai karya.
Pencarian ilmu pada guru besar di zamannya:
Hakim Iyad mulai melangkah mencari pengetahuan dengan meninggalkan rumah dan pergi ke Andalusia. Disana beliau mengawali belajarnya dibawah bimbingan hakim agung serta seratus orang syekh besar dizaman itu. Dari mereka, Hakim Iyad sukses meraih banyak Sertifikat Tradisional Keislaman (Ijaza).
Selama masa pencarian ilmu, beliau berhasil mengumpulkan sejumlah besar kutipan kenabian (hadis), yang kemudian beliau tulis kembali dengan tangan serta dihafalkannya. Ketika kembali dari Andalusia sekitar tiga puluh tahun kemudian, para ulama di Sabta menyambutnya dan mengundangnya untuk memimpin diskusi mengenai ilmu fikih "mudawana (kitab fikih terbesar karya Imam Malik)". Tidak lama setelah kedatangannya, beliau menjadi anggota Dewan Kepenasehatan, lalu menjadi hakim di provinsi tersebut selama beberapa tahun. Sesudah itu beliau dilantik sebagai Hakim di Granada sehingga meninggalkan Sabta. Beberapa lama kemudian, beliau kembali lagi ke Sabta dan melanjutkan jabatannya sebagai hakim.
Perluasan Masjid Kordoba:
Hakim Iyad telah membangun perluasan sebelah barat Masjid Agung Kordoba. Setelah itu, mendirikan sebuah bangunan di pegunungan yang kemudian menjadi pusat pengajaran terkemuka.
Akhir hidupnya:
Setelah adanya pergantian pemerintahan, Hakim Iyad pindah ke Marakish, dan disanalah beliau meninggal dunia, yaitu pada tahun 544 Hijriyah atau 1123 Masehi, hampir 900 tahun yang lalu. Marakish adalah sebuah kota yang dikenal sebagai kota tujuh auliya’ (tujuh orang yang dekat dengan Allah dan Rasul-Nya). Hakim Iyad termasuk salah satu dari tujuh orang auliya tersebut, dan beliau dikebumikan di area pemakaman yang sama dengan mereka. Makam Hakim Iyad telah diziarahi banyak orang dari seluruh Maroko maupun negara-negara lainnya.
Karya-karyanya:
Hakim Iyad telah menulis lebih dari sepuluh buku, diantaranya adalah penjelasan (syarah) himpunan Kutipan Kenabian (hadis) sahih susunan Imam Muslim. Puncak karya besar hakim Iyad, terukir pada buku "Ash Shifa" yang mengupas biografi indah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Bukunya ini telah bertahan menempati posisi teratas selama hampir 900 tahun.
Siti Nadriyah (Indonesia)
@ Mengenal Hakim Iyad, penyusun buku Shifa
Hakim Iyad, penulis dan penyusun Shifa, yang tenar dengan nama Abulfadl Iyad, adalah hakim Mahkamah Agung yang termasyhur di Spanyol dan Maroko.
Garis keturunan:
Muhammad, putra Hakim Iyad, berkata, "Leluhur kami adalah orang Arab yang berasal dari Andalusia, Spanyol, lalu pindah di kota Faz, Maroko, dan kemudian menjadi penduduk Qoirowan. Kakek kami Amrun kemudian memutuskan untuk meninggalkan Fez dan menetap di Sabta.
Kedudukan Hakim Iyad:
Hakim Iyad adalah seorang pemuka agama Islam yang tidak hanya mahir dalam ilmu Kutipan Kenabian (hadis), tetapi juga dalam penafsiran Al-Quran. Beliau ahli dalam prinsip-prinsip agama, bahasa Arab beserta kesusastraannya, syair-syair, dan silsilah orang-orang Arab. Hakim Iyad telah diakui sebagai pakar fikih di Lembaga Fikih Imam Malik. Sebagai tambahan atas prestasinya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sabar, baik hati dan ramah, serta masyhur sebagai ahli pidato yang hebat. Selain murah hati dan dermawan, beliau juga sosok yang bisa dipercaya dan selalu konsisten pada kebenaran serta tekun menghasilkan berbagai karya.
Pencarian ilmu pada guru besar di zamannya:
Hakim Iyad mulai melangkah mencari pengetahuan dengan meninggalkan rumah dan pergi ke Andalusia. Disana beliau mengawali belajarnya dibawah bimbingan hakim agung serta seratus orang syekh besar dizaman itu. Dari mereka, Hakim Iyad sukses meraih banyak Sertifikat Tradisional Keislaman (Ijaza).
Selama masa pencarian ilmu, beliau berhasil mengumpulkan sejumlah besar kutipan kenabian (hadis), yang kemudian beliau tulis kembali dengan tangan serta dihafalkannya. Ketika kembali dari Andalusia sekitar tiga puluh tahun kemudian, para ulama di Sabta menyambutnya dan mengundangnya untuk memimpin diskusi mengenai ilmu fikih "mudawana (kitab fikih terbesar karya Imam Malik)". Tidak lama setelah kedatangannya, beliau menjadi anggota Dewan Kepenasehatan, lalu menjadi hakim di provinsi tersebut selama beberapa tahun. Sesudah itu beliau dilantik sebagai Hakim di Granada sehingga meninggalkan Sabta. Beberapa lama kemudian, beliau kembali lagi ke Sabta dan melanjutkan jabatannya sebagai hakim.
Perluasan Masjid Kordoba:
Hakim Iyad telah membangun perluasan sebelah barat Masjid Agung Kordoba. Setelah itu, mendirikan sebuah bangunan di pegunungan yang kemudian menjadi pusat pengajaran terkemuka.
Akhir hidupnya:
Setelah adanya pergantian pemerintahan, Hakim Iyad pindah ke Marakish, dan disanalah beliau meninggal dunia, yaitu pada tahun 544 Hijriyah atau 1123 Masehi, hampir 900 tahun yang lalu. Marakish adalah sebuah kota yang dikenal sebagai kota tujuh auliya’ (tujuh orang yang dekat dengan Allah dan Rasul-Nya). Hakim Iyad termasuk salah satu dari tujuh orang auliya tersebut, dan beliau dikebumikan di area pemakaman yang sama dengan mereka. Makam Hakim Iyad telah diziarahi banyak orang dari seluruh Maroko maupun negara-negara lainnya.
Karya-karyanya:
Hakim Iyad telah menulis lebih dari sepuluh buku, diantaranya adalah penjelasan (syarah) himpunan Kutipan Kenabian (hadis) sahih susunan Imam Muslim. Puncak karya besar hakim Iyad, terukir pada buku "Ash Shifa" yang mengupas biografi indah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Bukunya ini telah bertahan menempati posisi teratas selama hampir 900 tahun.