-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 4
@ BAB 1 - ALLAH MEMUJI NABI MUHAMMAD
1. BAB: Pujian Allah untuk Nabi-Nya Muhammad, dan derajat agung baginda dalam ucapan dan perbuatannya.
Seorang pakar hukum Islam dan ulama besar dizamannya, Imam Al-Hafiz Abulfadl Iyad, semoga Allah meridhainya, membuka karya besar biografi Nabi Muhammad ini dengan sebuah kata pengantar, dan berkata:
Segala puji bagi Allah, Yang Maha Esa, mempunyai Nama-nama Terbagus, Pemilik perlindungan megah.
Pujian bagi Allah, Yang Maha Sempurna, Yang sendirian memiliki Nama-nama yang agung, menguasai kekuatan dahsyat, tidak berawal dan tidak berakhir.
Allah nyata adanya, tidak muncul dari imajinasi atau dugaan.
Allah Maha Tersembunyi sebab kesucian-Nya, bukan karena ketiadaannya. Dia meliputi segala sesuatu dalam kasih sayang dan pengetahuan-Nya.
Allah memberi karunia yang melimpah kepada mereka yang dibimbing-Nya (Para Kekasih/Pecinta-Nya). Dia telah mengutus pada mereka seorang Utusan (yaitu Nabi Muhammad) dari keturunan Arab asli, yang terbaik diantara penduduk Arab dan selain Arab, serta paling bagus garis keturunan dan masa pertumbuhannya.
Kecerdasan dan kesabaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, melebihi semua manusia. Pengetahuan dan pemahaman baginda kokoh teratas mengungguli siapapun. Baginda mempunyai keyakinan yang sangat teguh dan tekad yang sangat kuat. Baginda adalah insan yang paling belas kasih dan pemurah dari seluruh makhluk yang ada dimuka bumi.
Allah telah mensucikan jiwa raga baginda, dan melindunginya dari berbagai cela dan ketidak sempurnaan, serta menganugerahkan hikmah dan kebijaksanaan kepadanya. Melalui Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah membuka mata yang buta, hati yang tertutup dan telinga yang tuli, serta membuat manusia beriman (percaya) kepada-Nya.
Oleh karena itu, mereka yang memuliakan dan menolong Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah mereka yang telah ditetapkan bahagia oleh Allah, namun bagi yang telah ditetapkan celaka, merekapun mendustakan dan berpaling dari baginda. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang di (dunia)ini buta (kepercayaan), maka ia di akhirat akan buta dan lebih tersesat jalan." (Al-Isro'-17:72).
Semoga Allah senantiasa memuji Rasul-Nya dengan pujian yang meningkat terus menerus, dan semoga Dia juga menganugerahkan kesejahteraan kepada keluarga dan para Sahabat baginda.
(Setelah beberapa kalimat diatas, Imam Abulfadl Iyad berdoa):
"Semoga Allah menerangi hatiku dan hatimu dengan cahaya keyakinan. Mudah mudahan Dia menganugerahi kita kelembutan, sebagaimana yang Dia anugerahkan kepada para kekasih-Nya (auliya') ialah mereka yang sangat takut kepada Allah, yang telah mendapat anugerah kesucian dari-Nya. Kalbu mereka kosong tidak butuh pada manusia, karena itulah mereka mendapat karunia pengetahuan sempurna dari Allah, dan nikmat bisa menyaksikan aneka keajaiban dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya. Hingga hati mereka dipenuhi rasa takjub dan pikiran mereka berkelana di alam kebesaran Allah."
Mereka menjadikan diri mereka selalu fokus kepada Allah semata, dan senantiasa bersaksi untuk Allah dalam kehidupan didunia. Kelak di Kehidupan Abadi (akhirat), mereka diberkati bisa melihat keindahan dan keagungan Raja semesta alam, dan bebas pergi kesana kemari menikmati bentangan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya. Para kekasih benar-benar puas membenamkan diri tenggelam dalam pengabdian dan ketergantungan kepada Allah. Mereka mempraktikkan untuk diri mereka perkataan Allah dalam ayat ini, "Katakan 'Allah' kemudian tinggalkan mereka bermain-main dalam penyelaman mereka." (Al-An'am-6: 91)
Karya ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat supaya menulis buku yang mengupas perihal kedudukan manusia terpilih, Nabi Muhammad - semoga Allah
1. BAB: Pujian Allah untuk Nabi-Nya Muhammad, dan derajat agung baginda dalam ucapan dan perbuatannya.
Seorang pakar hukum Islam dan ulama besar dizamannya, Imam Al-Hafiz Abulfadl Iyad, semoga Allah meridhainya, membuka karya besar biografi Nabi Muhammad ini dengan sebuah kata pengantar, dan berkata:
Segala puji bagi Allah, Yang Maha Esa, mempunyai Nama-nama Terbagus, Pemilik perlindungan megah.
Pujian bagi Allah, Yang Maha Sempurna, Yang sendirian memiliki Nama-nama yang agung, menguasai kekuatan dahsyat, tidak berawal dan tidak berakhir.
Allah nyata adanya, tidak muncul dari imajinasi atau dugaan.
Allah Maha Tersembunyi sebab kesucian-Nya, bukan karena ketiadaannya. Dia meliputi segala sesuatu dalam kasih sayang dan pengetahuan-Nya.
Allah memberi karunia yang melimpah kepada mereka yang dibimbing-Nya (Para Kekasih/Pecinta-Nya). Dia telah mengutus pada mereka seorang Utusan (yaitu Nabi Muhammad) dari keturunan Arab asli, yang terbaik diantara penduduk Arab dan selain Arab, serta paling bagus garis keturunan dan masa pertumbuhannya.
Kecerdasan dan kesabaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, melebihi semua manusia. Pengetahuan dan pemahaman baginda kokoh teratas mengungguli siapapun. Baginda mempunyai keyakinan yang sangat teguh dan tekad yang sangat kuat. Baginda adalah insan yang paling belas kasih dan pemurah dari seluruh makhluk yang ada dimuka bumi.
Allah telah mensucikan jiwa raga baginda, dan melindunginya dari berbagai cela dan ketidak sempurnaan, serta menganugerahkan hikmah dan kebijaksanaan kepadanya. Melalui Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah membuka mata yang buta, hati yang tertutup dan telinga yang tuli, serta membuat manusia beriman (percaya) kepada-Nya.
Oleh karena itu, mereka yang memuliakan dan menolong Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah mereka yang telah ditetapkan bahagia oleh Allah, namun bagi yang telah ditetapkan celaka, merekapun mendustakan dan berpaling dari baginda. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang di (dunia)ini buta (kepercayaan), maka ia di akhirat akan buta dan lebih tersesat jalan." (Al-Isro'-17:72).
Semoga Allah senantiasa memuji Rasul-Nya dengan pujian yang meningkat terus menerus, dan semoga Dia juga menganugerahkan kesejahteraan kepada keluarga dan para Sahabat baginda.
(Setelah beberapa kalimat diatas, Imam Abulfadl Iyad berdoa):
"Semoga Allah menerangi hatiku dan hatimu dengan cahaya keyakinan. Mudah mudahan Dia menganugerahi kita kelembutan, sebagaimana yang Dia anugerahkan kepada para kekasih-Nya (auliya') ialah mereka yang sangat takut kepada Allah, yang telah mendapat anugerah kesucian dari-Nya. Kalbu mereka kosong tidak butuh pada manusia, karena itulah mereka mendapat karunia pengetahuan sempurna dari Allah, dan nikmat bisa menyaksikan aneka keajaiban dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya. Hingga hati mereka dipenuhi rasa takjub dan pikiran mereka berkelana di alam kebesaran Allah."
Mereka menjadikan diri mereka selalu fokus kepada Allah semata, dan senantiasa bersaksi untuk Allah dalam kehidupan didunia. Kelak di Kehidupan Abadi (akhirat), mereka diberkati bisa melihat keindahan dan keagungan Raja semesta alam, dan bebas pergi kesana kemari menikmati bentangan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya. Para kekasih benar-benar puas membenamkan diri tenggelam dalam pengabdian dan ketergantungan kepada Allah. Mereka mempraktikkan untuk diri mereka perkataan Allah dalam ayat ini, "Katakan 'Allah' kemudian tinggalkan mereka bermain-main dalam penyelaman mereka." (Al-An'am-6: 91)
Karya ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat supaya menulis buku yang mengupas perihal kedudukan manusia terpilih, Nabi Muhammad - semoga Allah