Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 8

Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi.


Surah An-Najm (bintang) dan keistimewaannya
Allah berfirman, "Demi bintang tatkala terbenam; kawanmu tidak sesat dan tidak keliru; dan tidak berucap menurut hawa nafsu; ucapannya tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan; diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat; yang mempunyai keperkasaan, berdiri kokoh; dan dia (Jibril) berada di ufuk tertinggi; Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat; menjadi berjarak dua ujung busur panah atau lebih dekat; maka (Allah) mewahyukan kepada penyembah-Nya (Jibril) apa yang Dia wahyukan (kepada Nabi Muhammad);
Hati tidak berdusta apa yang dia lihat; apakah kamu membantahnya atas apa yang dia lihat; dan dia benar-benar melihatnya pada pendaratan lain; disisi Sidratulmuntaha; di dekatnya ada Surga tempat tinggal; saat Sidratulmuntaha diselubungi apa yang menyelubungi; pandangannya tidak membelok dan tidak melampaui; dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." (An-Najm, 53:1-18.)
Terdapat perbedaan pendapat mengenai kata "bintang". Sebagian ulama mengatakan makna katanya tetap yaitu: bintang. Sementara lainnya berkata maknanya adalah: (penurunan) Al-Qur'an (secara berangsur-angsur).
Jelas sekali Allah telah bersumpah untuk bimbingan-Nya kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan kebenaran baginda dalam pelantunan Al-Quran, yang mana diturunkan bersama malaikat Jibril yang kuat dan perkasa, kepada baginda secara langsung dari Allah, dan bahwa baginda bebas total dari segala keinginan diri, yakni tidak pernah menuruti hawa nafsu.
Lalu, Allah menyatakan lagi keunggulan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam berbagai peristiwa di Malam Isra' Mi'raj, dan memberitahu pencapaian baginda di Sidratul Muntaha (Pohon Lote) dekat Surga tempat tinggal, serta kepastian pandangan baginda yang tidak menyimpang saat melihat sebagian dari tanda-tanda terbesar Penguasanya. Allah juga memberitahu kita peristiwa agung ini dalam ayat-ayat pembuka surah "Al-Isro' (Perjalanan Malam)."
Allah telah menyingkap kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kerajaan gaib-Nya yang agung, sehingga pandangan baginda bisa menembus keajaiban alam malaikat, suatu keajaiban besar yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, serta tidak terjangkau akal manusia, meskipun hanya sekecil atom.
Tentang ayat, "Maka (Allah) mewahyukan kepada penyembah-Nya (Muhammad) apa yang Dia wahyukan." Ulama mempunyai pandangan, ayat ini mengandung sebuah pertanda anugerah dari Allah untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan suatu penghargaan yang mengesankan (yang berupa wahyu).
Allah berfirman, "dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." Pemahaman manusia yang terbatas tidak mampu menyerap rincian apa yang sebenarnya diwahyukan, dan akhirnya setiap usaha untuk menggambarkan tanda-tanda terbesar menemukan jalan buntu.
Allah telah menyebutkan status Nabi Muhammad yang memang benar-benar suci, dan perlindungan yang didapatkan baginda selama Perjalanan di Malam Isro' Mi'roj.
Berkenaan dengan hati baginda, Allah berfirman, "Hatinya tidak berdusta apa yang dia lihat". Allah juga berfirman tentang lisan baginda, "dan tidak berucap menurut hawa nafsu", dan berfirman tentang pandangan baginda, "Pandangannya tidak membelok dan tidak melampaui."
Sumpah Allah demi bintang, demi malam, dan demi pagi bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah dan dibawa oleh Malaikat Jibril dan bahwa Nabi-Nya tidak gila
Allah berfirman, "Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang; yang beredar dan terbenam; demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya; dan demi subuh apabila fajar mulai menyingsing; sungguh itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) Utusan Mulia (Jibril);