Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 10

Ayat selanjutnya, "dan dia (Muhammad) tidak menahan (dalam menerangkan) atas yang gaib." Jadi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak meragukan hal-hal yang gaib. Ulama lainnya bilang baginda tidak menahan diri dalam berdoa kepada Allah.
Allah bersumpah demi Pena bahwa baginda mempunyai akal pikiran yang sehat dan pahala tak terbatas disisi Penguasanya, serta berbudi pekerti paling luhur.
Sumpah besar lainnya ditemukan didalam surah "Al-Qalam (Pena)", dimana Allah memulai dengan huruf "Nun" yang misterius maknanya. "Nun; demi pena dan apa yang mereka tulis; berkat nikmat Penguasamu, engkau bukanlah orang gila; dan sungguh bagimu benar-benar pahala yang tiada putus-putusnya; dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar diatas budi pekerti yang luhur." (Al-Qalam,68:1-4).
Orang-orang kafir memandang rendah pada baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya. Mereka berpaling dari baginda dan menyerangnya dengan banyak kebohongan. Dalam ayat tersebut, Allah bersumpah dengan sumpah yang besar bahwa Nabi pilihan-Nya, bebas dari segala kecaman mereka.
Allah menyenangkan hati baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan meningkatkan harapan baginda, ketika secara lembut menyamankan baginda seraya berfirman, "Berkat nikmat Penguasamu, engkau bukanlah orang gila." Ayat ini memperlihatkan perkataan yang penuh sopan santun dan mengandung suatu penghargaan tinggi.
Allah memberitahu baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, "dan sungguh bagimu benar-benar pahala yang tiada putus-putusnya." Allah telah menganugerahkan keberkatan dan kenikmatan abadi kepada baginda. Pahala yang tiada putus-putusnya dan tak terhitung banyaknya diberikan kepada baginda, dan Allah tidak mengungkit-ungkit segala pemberian-Nya kepada baginda.
Ayat selanjutnya memperlihatkan pengesahan besar dari Allah yang menguntai sifat-sifat terpuji baginda, "dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar diatas akhlak yang luhur." Terlepas dari makna aslinya, para ulama memberitahu, akhlak yang luhur berarti akhlak Al-Qur'an, akhlak Islam, tabiat yang mulia dan tidak ada yang lebih penting bagi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selain Allah semata.
Allah memuji Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang telah menerima secara mutlak segala keberkatan yang diberikan kepadanya, serta memberinya keutamaan dengan menghiasi baginda karakter yang agung tersebut.
"Maha Suci Allah, Yang lemah lembut lagi Maha Mulia, Yang Maha Membaguskan, Maha Dermawan lagi Maha Terpuji, yang memudahkan dan membimbing manusia berbuat kebajikan. Dia memuji dan memberi pahala siapapun yang melakukan kebaikan. Maha Suci Allah! berkat, nikmat dan karunia-Nya melimpah ruah!".
Hati baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, terhibur, ditengah ancaman dan gangguan yang tiada hentinya menimpanya, dengan firman Allah berikut, "Maka kelak kamu akan melihat dan mereka pun akan melihat; siapa di antara kamu yang gila; sungguh Penguasamu, Dia lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya; dan Dia lebih Mengetahui orang-orang yang terbimbing. (Al-Qalam, 68:5-7)
Setelah memuji Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah menyingkap kedok orang-orang yang memusuhi baginda dengan mewahyukan kehinaan perangai mereka dan kejahatan mereka melalui penyebutan sepuluh atau lebih sifat-sifat buruk mereka.
Allah berfirman, "Janganlah mematuhi orang-orang yang mendustakan; mereka menginginkan supaya kamu berkompromi maka mereka berkompromi; dan janganlah mematuhi setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina; pencela berjalan dengan menghasud; menghalangi pada kebaikan, yang melampaui batas lagi banyak dosa; yang kaku, sesudah itu terkenal jahat; karena ia mempunyai harta dan anak-anak; apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: 'dongengan orang-orang dahulu kala'." (Al-Qalam, 68:8-15).
Ayat berikut