-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 15
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku adalah pengaman bagi para Sahabatku." Ini berarti pengaman dari bid'ah (inovasi), dan dari perselisihan serta kekacauan (fitnah).
Rasulullah adalah jaminan keamanan terbesar selama masa hidup baginda dan selama jalannya (sunnah) diikuti. Namun saat jalannya ditelantarkan dan ditinggalkan, maka akan datang bala bencana dan kekacauan (fitnah).
Dalam surah Al-Ahzab ("Kelompok-kelompok") terdapat ayat dimana Allah sendiri yang memperjelas nilai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan berfirman, "Sungguh Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersolawatlah kepadanya, dan lafalkan kesejahteraan yang melimpah ruah." (Al-Ahzab,33:56).
Perhatikan bagaimana Allah memulai ayat dengan pertama kali merujuk kepada diri-Nya sendiri, dalam bersolawat untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemudian menunjukkan bahwa para malaikat juga melakukan hal yang sama.
Siapapun akan menyadari betapa agungnya perintah untuk semua orang yang beriman agar bersolawat kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yaitu memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan untuk baginda.
Nabi Muhammad bersabda, "Dijadikan kesejukan mataku didalam solat"
Abu Bakar bin Faurok menjelaskan: “Allah bersolawat untuk Nabi Muhammad, demikian pula para malaikat-Nya, dan umat diperintahkan supaya bersolawat (berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan) kepada Nabi Muhammad sampai Hari Kiamat.”
Solawat dari para malaikat bermakna memohonkan ampunan (untuk umat baginda), sedang solawat dari umat baginda berarti mendoakan baginda, dan rahmat Allah diturunkan kepada umat baginda.
"Orang-orang beriman bersolawat" berarti memintakan keberkatan untuk baginda. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengajarkan para Sahabatnya tata cara bersolawat kepadanya.
Ada perbedaan antara kata berbahasa Arab "solat" yang berarti beribadah kepada Allah, dengan membungkuk dan bersujud, dan "solat" bermakna solawat yaitu memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan kepada baginda.
Allah berfirman, "dan jika saling bantu membantu menghadapinya, maka sungguh Allah, Dia pelindungnya, dan Jibril, dan kaum mukminin yang saleh." (At-Tahrim,66:4). Kalimat, "kaum mukminin yang saleh", merujuk pada para nabi, para malaikat, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, sedang sisanya orang-orang beriman lainnya.
Kemuliaan Nabi Muhammad disebut didalam surah Al-Fath (Pembukaan)
Allah memulai surah "Pembukaan" dengan ayat-ayat,
"Sungguh, Kami telah membuka untukmu (Muhammad) pembukaan yang nyata; Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang, dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, serta membimbingmu ke jalan yang lurus; dan Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat;
Dia yang telah menurunkan ketenangan didalam hati orang-orang beriman supaya bertambah keimanan bersama keimanan mereka, dan milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana; (karena rahmat-Nya) untuk memasukkan orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan kedalam taman-taman yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan menutupi dari mereka kejelekan mereka.
Demikian itu kejayaan besar disisi Allah; dan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka terhadap Allah dengan sangkaan buruk, atas mereka giliran (nasib) buruk, dan Allah murka atas mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka (neraka) Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali; Milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Rasulullah adalah jaminan keamanan terbesar selama masa hidup baginda dan selama jalannya (sunnah) diikuti. Namun saat jalannya ditelantarkan dan ditinggalkan, maka akan datang bala bencana dan kekacauan (fitnah).
Dalam surah Al-Ahzab ("Kelompok-kelompok") terdapat ayat dimana Allah sendiri yang memperjelas nilai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan berfirman, "Sungguh Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersolawatlah kepadanya, dan lafalkan kesejahteraan yang melimpah ruah." (Al-Ahzab,33:56).
Perhatikan bagaimana Allah memulai ayat dengan pertama kali merujuk kepada diri-Nya sendiri, dalam bersolawat untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemudian menunjukkan bahwa para malaikat juga melakukan hal yang sama.
Siapapun akan menyadari betapa agungnya perintah untuk semua orang yang beriman agar bersolawat kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yaitu memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan untuk baginda.
Nabi Muhammad bersabda, "Dijadikan kesejukan mataku didalam solat"
Abu Bakar bin Faurok menjelaskan: “Allah bersolawat untuk Nabi Muhammad, demikian pula para malaikat-Nya, dan umat diperintahkan supaya bersolawat (berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan) kepada Nabi Muhammad sampai Hari Kiamat.”
Solawat dari para malaikat bermakna memohonkan ampunan (untuk umat baginda), sedang solawat dari umat baginda berarti mendoakan baginda, dan rahmat Allah diturunkan kepada umat baginda.
"Orang-orang beriman bersolawat" berarti memintakan keberkatan untuk baginda. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengajarkan para Sahabatnya tata cara bersolawat kepadanya.
Ada perbedaan antara kata berbahasa Arab "solat" yang berarti beribadah kepada Allah, dengan membungkuk dan bersujud, dan "solat" bermakna solawat yaitu memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan kepada baginda.
Allah berfirman, "dan jika saling bantu membantu menghadapinya, maka sungguh Allah, Dia pelindungnya, dan Jibril, dan kaum mukminin yang saleh." (At-Tahrim,66:4). Kalimat, "kaum mukminin yang saleh", merujuk pada para nabi, para malaikat, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, sedang sisanya orang-orang beriman lainnya.
Kemuliaan Nabi Muhammad disebut didalam surah Al-Fath (Pembukaan)
Allah memulai surah "Pembukaan" dengan ayat-ayat,
"Sungguh, Kami telah membuka untukmu (Muhammad) pembukaan yang nyata; Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang, dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, serta membimbingmu ke jalan yang lurus; dan Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat;
Dia yang telah menurunkan ketenangan didalam hati orang-orang beriman supaya bertambah keimanan bersama keimanan mereka, dan milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana; (karena rahmat-Nya) untuk memasukkan orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan kedalam taman-taman yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan menutupi dari mereka kejelekan mereka.
Demikian itu kejayaan besar disisi Allah; dan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka terhadap Allah dengan sangkaan buruk, atas mereka giliran (nasib) buruk, dan Allah murka atas mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka (neraka) Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali; Milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha