Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 17

Dalam pembukaan ayat, Allah memberitakan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bahwa Dia akan membuat baginda meraih kejayaan atas musuh-musuhnya, serta meninggikan kalimat dan hukum-Nya.
Allah memberitahu kalau baginda menikmati status pengampunan serta status perlindungan dari perbuatan dosa, karenanya tidak akan diadakan perhitungan untuk segala tindakan baginda dimasa lampau maupun di masa yang akan datang.
Seorang cendekiawan Islam menjelaskan maksud ayat, "Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang," ialah Allah memberi status telah dimaafkan dan telah diampuni kepada baginda.
Status ini secara jelas ditujukan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan mengampuni dosa-dosa baginda meskipun baginda tidak memiliki dosa besar maupun kecil, bahkan setan (jin kafir) yang mengikuti baginda ikut memeluk Islam.
(Syekh Darwish menambahkan: Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya tiada manusia dimuka bumi ini, kecuali didampingi oleh saudaranya (Qarin) dari bangsa jin, dan saudaranya dari bangsa malaikat. Mereka (para Sahabat) bertanya: “Dan engkau juga wahai Rasulullah?”. Baginda menjawab: “Dan aku juga, akan tetapi Allah membantuku untuk menaklukkan saudaraku dari bangsa jin sehingga ia masuk Islam, dan sekarang ia hanya menyeru aku untuk melakukan kebaikan."
Dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud tersebut, bisa disimpulkan bahwa setiap manusia mempunyai saudara dari bangsa jin dan malaikat yang senantiasa mengikuti kemana saja manusia pergi. Saudara dari bangsa malaikat selalu mengajak pada kebaikan, sedangkan saudara dari bangsa jin selalu membisiki dan mengajak pada keburukan)
Penting sekali mempelajari status baginda yang telah dimaafkan dan status telah terlindungi yang saling bergabung satu sama lain. Perlu diingat, Allah melindungi baginda dari segala macam dosa besar atau kecil. Ini penting diketahui supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami unsur yang sangat penting dari sifat baginda ini.
Baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya memerintahkan dirinya untuk berbuat kebaikan, jadi bahasan mengenai pengampunan hanya secara abstrak (menikmati status pengampunan tanpa adanya dosa), bukan sebagai alasan memperbaiki kesalahan karena nyatanya baginda tak berdosa sedikitpun. Sebagai gantinya, pengampunan akan turun kepada para Sahabat dan para pengikut baginda.
Baginda memperoleh status pengampunan atas apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Disisi lain, Makki berkomentar, "Allah memberi karunia dan menjadikannya sebagai sebab untuk status pengampunan baginda. Segala sesuatu adalah berasal dari-Nya, tidak ada tuhan selain Dia. Karunia yang satu mengiringi karunia yang lain, dan baginda mendapatkan anugerah diatas anugerah lainnya."
Ayat selanjutnya, "dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu".
Dalam ayat ini, Allah memberitahu sempurnanya kenikmatan yang dianugerahkan kepada baginda, dengan pembukaan dua kota terpenting yaitu Mekah dan Thaif. Juga dikatakan itu berarti status baginda di kehidupan dunia, pertolongan dan pengampunan dari Allah, semakin meningkat.
Allah memberitahu penyelesaian keberkatan-Nya dengan menghinakan musuh-musuh baginda yang arogan, dan pembukaan dua kota terpenting, Mekah dan Thaif, dengan demikian status baginda kian terangkat, sebab baginda mendapat hidayah jalan yang lurus, yang pada akhirnya menuju Surga dan kebahagiaan di Kehidupan Abadi (akhirat).
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selalu ditolong oleh Allah, namun pertolongan yang diterima baginda selama pembukaan kota Mekah dan Thaif jauh lebih hebat.
Orang-orang beriman mendapatkan karunia dari Allah, yang dengan rahmat-Nya, Dia menurunkan ketenangan dan ketentraman di hati mereka, sehingga