-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 21
Dalam ayat-ayat berikut ini, juga nampak jelas curahan perlindungan Allah kepada baginda
"Dan Allah melindungimu dari orang-orang." (Al-Maidah,5:67).
"Dan ketika orang-orang yang kafir merencanakan tipu daya menghadapimu (Muhammad), untuk menawanmu atau membunuhmu atau mengusirmu, dan mereka merencanakan tipu daya, sedang Allah menggagalkan tipu daya. Dan Allah sebaik-sebaik pengatur tipu daya." (Al-Anfal,8:30).
Saat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Abu Bakar beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Tsur, Allah membantunya dengan bala tentara yang tak terlihat.
Allah berfirman,"Jika kamu (kaum Mukminin) tidak membantunya (Nabi Muhammad), maka sungguh, Allah menolongnya, ketika orang-orang yang kafir mengeluarkannya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada didalam gua, di waktu itu dia berkata kepada temannya (Abu Bakar), 'jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita', kemudian Allah menurunkan ketenangan(sakinah)-Nya kepadanya, serta membantunya dengan bala tentara (para malaikat) yang tak terlihat, dan menjadikan kalimat mereka yang kafir menjadi rendah, dan kalimat Allah adalah yang tertinggi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah,9:40).
Allah telah menghindarkan baginda dari tipu daya orang-orang kafir yang berkomplot dan berencana untuk menghancurkannya, sehingga baginda selamat dalam urusannya. Allah juga mencegah musuh-musuh yang hendak membahayakan baginda, dengan menarik penglihatan mereka, dan meloloskan baginda melewati tengah-tengah mereka dengan tak terlihat.
Sekali lagi, Allah menjadikan orang-orang kafir kebingungan ketika tengah mencari-cari baginda, dan mencegah mereka melihat dibawah kaki mereka, yang terdapat gua dimana baginda sedang berada di dalamnya. Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda, diantaranya bisa ditemukan dalam kisah Suroqoh Ibnu Malik.
Tidak hanya anugerah ketenangan yang dilimpahkan kepada baginda tetapi mukjizat-mukjizat lain juga terjadi selama perjalanan hijrah baginda, dari Mekah ke Madinah.
Dalam upaya mencegah baginda sampai ke Madinah, orang-orang Quraisy berangkat mengejar ketika baginda baru berangkat berhijrah. Mereka mencari jejak baginda disekitar gua-gua yang ada di pegunungan.
Sementara itu, baginda dan Abu Bakar, tengah beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Thur. Allah telah membekali baginda dengan tentara gaib.
Sambil berteriak-teriak, orang-orang Quraisy mulai mendaki gunung. Derap suara langkah mereka terdengar jelas dan semakin mendekati gua. Abu Bakar menjadi cemas dan khawatir mereka menemukan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, lalu Abu Bakar berbisik kepada baginda, "Jika mereka sampai menoleh ke bawah, maka akan menemukan kita."
Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda. Dengan lembut baginda menentramkan hati Abu Bakar dan menghiburnya serta berkata, "Apa pendapatmu tentang dua orang, yang mempunyai Allah bersama mereka sebagai yang ketiga?" Ketika Abu Bakar mendengar kata-kata ini, kedamaian menghampiri hatinya, dan ketakutannya pun lenyap.
Tak lama kemudian, satu diantara orang-orang kafir itu memandang ke gua tempat baginda dan Abu Bakar berada, tepat di bawah kaki dimana orang itu berdiri, lalu ia mengamati dengan seksama, yang lain juga ikut mengamati. Namun mereka memutuskan tidak memeriksa kedalamnya.
Kisah-kisah tersebut telah didokumentasikan dengan baik dalam kutipan kenabian (hadis), yang menceritakan aneka peristiwa selama hijrah baginda ke Madinah.
Surah Al-Kawtsar "Sungai Kelimpahan" berbunyi, "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) Al Kawtsar (Kelimpahan sungai, kolam dan mata airnya); maka solatlah untuk Penguasamu dan berkorbanlah; sungguh orang yang membencimu dialah yang paling terputus." (Al-Kausar,108:1-4).
Dalam surah yang singkat tersebut,
"Dan Allah melindungimu dari orang-orang." (Al-Maidah,5:67).
"Dan ketika orang-orang yang kafir merencanakan tipu daya menghadapimu (Muhammad), untuk menawanmu atau membunuhmu atau mengusirmu, dan mereka merencanakan tipu daya, sedang Allah menggagalkan tipu daya. Dan Allah sebaik-sebaik pengatur tipu daya." (Al-Anfal,8:30).
Saat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Abu Bakar beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Tsur, Allah membantunya dengan bala tentara yang tak terlihat.
Allah berfirman,"Jika kamu (kaum Mukminin) tidak membantunya (Nabi Muhammad), maka sungguh, Allah menolongnya, ketika orang-orang yang kafir mengeluarkannya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada didalam gua, di waktu itu dia berkata kepada temannya (Abu Bakar), 'jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita', kemudian Allah menurunkan ketenangan(sakinah)-Nya kepadanya, serta membantunya dengan bala tentara (para malaikat) yang tak terlihat, dan menjadikan kalimat mereka yang kafir menjadi rendah, dan kalimat Allah adalah yang tertinggi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah,9:40).
Allah telah menghindarkan baginda dari tipu daya orang-orang kafir yang berkomplot dan berencana untuk menghancurkannya, sehingga baginda selamat dalam urusannya. Allah juga mencegah musuh-musuh yang hendak membahayakan baginda, dengan menarik penglihatan mereka, dan meloloskan baginda melewati tengah-tengah mereka dengan tak terlihat.
Sekali lagi, Allah menjadikan orang-orang kafir kebingungan ketika tengah mencari-cari baginda, dan mencegah mereka melihat dibawah kaki mereka, yang terdapat gua dimana baginda sedang berada di dalamnya. Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda, diantaranya bisa ditemukan dalam kisah Suroqoh Ibnu Malik.
Tidak hanya anugerah ketenangan yang dilimpahkan kepada baginda tetapi mukjizat-mukjizat lain juga terjadi selama perjalanan hijrah baginda, dari Mekah ke Madinah.
Dalam upaya mencegah baginda sampai ke Madinah, orang-orang Quraisy berangkat mengejar ketika baginda baru berangkat berhijrah. Mereka mencari jejak baginda disekitar gua-gua yang ada di pegunungan.
Sementara itu, baginda dan Abu Bakar, tengah beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Thur. Allah telah membekali baginda dengan tentara gaib.
Sambil berteriak-teriak, orang-orang Quraisy mulai mendaki gunung. Derap suara langkah mereka terdengar jelas dan semakin mendekati gua. Abu Bakar menjadi cemas dan khawatir mereka menemukan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, lalu Abu Bakar berbisik kepada baginda, "Jika mereka sampai menoleh ke bawah, maka akan menemukan kita."
Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda. Dengan lembut baginda menentramkan hati Abu Bakar dan menghiburnya serta berkata, "Apa pendapatmu tentang dua orang, yang mempunyai Allah bersama mereka sebagai yang ketiga?" Ketika Abu Bakar mendengar kata-kata ini, kedamaian menghampiri hatinya, dan ketakutannya pun lenyap.
Tak lama kemudian, satu diantara orang-orang kafir itu memandang ke gua tempat baginda dan Abu Bakar berada, tepat di bawah kaki dimana orang itu berdiri, lalu ia mengamati dengan seksama, yang lain juga ikut mengamati. Namun mereka memutuskan tidak memeriksa kedalamnya.
Kisah-kisah tersebut telah didokumentasikan dengan baik dalam kutipan kenabian (hadis), yang menceritakan aneka peristiwa selama hijrah baginda ke Madinah.
Surah Al-Kawtsar "Sungai Kelimpahan" berbunyi, "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) Al Kawtsar (Kelimpahan sungai, kolam dan mata airnya); maka solatlah untuk Penguasamu dan berkorbanlah; sungguh orang yang membencimu dialah yang paling terputus." (Al-Kausar,108:1-4).
Dalam surah yang singkat tersebut,