-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 29
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Keringat baginda berbau wangi sedang parfum baginda harum semerbak. Baginda bebas dari segala macam noda, kotoran dan kekurangan.
Itu semua merupakan kualitas istimewa yang dianugerahkan Allah kepada baginda. Kesempurnaan yang tidak pernah diberikan kepada selain baginda, dan kebersihan baginda benar-benar melebihi standar kebersihan yang berlaku saat itu.
Anas berkomentar, "Aku belum pernah mencium bau ambar, misk atau apapun yang lebih wangi daripada aroma Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Ada sebuah kejadian ketika baginda mengusap pipi Jabir bin Samuroh, lalu Jabir berkata, "Aku merasakan sensasi dingin dan bau harum tangan baginda, seolah-olah baru dikeluarkan dari wadah penjual parfum.
Suatu hari baginda mengunjungi rumah sahabat Anas, kemudian baginda tidur sebentar sebagaimana kebiasaan baginda di siang hari, dan baginda berkeringat. Ketika ibu Anas melihat keringat baginda, beliau mengambil sebuah botol lantas mengumpulkan keringat yang menetes dari baginda. Lantas Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya tentang hal itu, dan ibu Anas menjawab, "Kami mencampurnya dengan parfum kami sehingga menjadi aroma terwangi."
Pada waktu baginda wafat, Imam Ali, semoga Allah meridhainya, membasuh jasad baginda dan berkata, "aku memandikan baginda dan berusaha mengamati perubahan yang lazim terjadi pada jasad orang yang meninggal dunia, namun aku tak mendapati sesuatupun, lalu aku berkata, 'Engkau bagus dan harum dalam kehidupan dan kematian.'"
Tatkala baginda meninggal dunia, Abu Bakar menciumnya, dan menyebut-nyebut aroma harum baginda.
Suatu ketika darah baginda mengucur, lalu Abdullah bin Zubair menelannya. Baginda tidak keberatan dengan apa yang telah dilakukannya, namun baginda bersabda, "Kamu akan diuji orang-orang dan orang-orang akan diuji olehmu."
Suatu hari, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menaruh mangkuk kayu di bawah tempat tidur baginda, dan memakainya untuk buang air kecil di malam hari. Pagi harinya, baginda melihat tidak ada air seni didalam mangkuk. Maka baginda bertanya pada Ummu Aiman (para ulama' berbeda pendapat apakah Ummu Aiman pembantu baginda ataukah tidak). Lantas Ummu Aiman menjawab, "Setelah bangun tidur, saya merasa haus, jadi saya meminumnya, saya tidak tahu kalau itu air seni."
Hendaknya dimengerti, orang biasa minum air maka membersihkan tubuh mereka, sehingga zat buangan mereka pun kotor. Namun untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, zat cair buangan tubuhnya adalah bersih, karena kesucian tubuhnya, sehingga apapun yang berasal dari tubuhnya adalah suci serta penuh dengan berkah. Oleh karena itulah, zat cair buangan tubuh baginda terasa manis, dan orang yang meminumnya tidak merasakan seperti rasa air seni pada umumnya.
Dalam beberapa kesempatan, baginda bersabda kepada para Sahabatnya, "Allah telah memberiku makan dan minum." Makanan tersebut benar-benar suci dan penuh berkah, maka menyebabkan darah dan air seni menjadi suci, dan keringat baginda pun menjadi seperti kasturi."
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ketika baginda sedang tidur, terdengar olehnya suara tarikan napas yang dalam, kemudian baginda bangun lalu shalat dan tidak berwudhu. Ikrima berkomentar, "Ini karena baginda dilindungi oleh Allah."
(Sisipan Syeikh Darwish: Ketika tidur, mata baginda terpejam, tetapi hati dan batin baginda tidak dalam keadaan tidur yakni tetap terjaga, karena itulah baginda berwudhu hanya ketika dibutuhkan. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda,
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Keringat baginda berbau wangi sedang parfum baginda harum semerbak. Baginda bebas dari segala macam noda, kotoran dan kekurangan.
Itu semua merupakan kualitas istimewa yang dianugerahkan Allah kepada baginda. Kesempurnaan yang tidak pernah diberikan kepada selain baginda, dan kebersihan baginda benar-benar melebihi standar kebersihan yang berlaku saat itu.
Anas berkomentar, "Aku belum pernah mencium bau ambar, misk atau apapun yang lebih wangi daripada aroma Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Ada sebuah kejadian ketika baginda mengusap pipi Jabir bin Samuroh, lalu Jabir berkata, "Aku merasakan sensasi dingin dan bau harum tangan baginda, seolah-olah baru dikeluarkan dari wadah penjual parfum.
Suatu hari baginda mengunjungi rumah sahabat Anas, kemudian baginda tidur sebentar sebagaimana kebiasaan baginda di siang hari, dan baginda berkeringat. Ketika ibu Anas melihat keringat baginda, beliau mengambil sebuah botol lantas mengumpulkan keringat yang menetes dari baginda. Lantas Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya tentang hal itu, dan ibu Anas menjawab, "Kami mencampurnya dengan parfum kami sehingga menjadi aroma terwangi."
Pada waktu baginda wafat, Imam Ali, semoga Allah meridhainya, membasuh jasad baginda dan berkata, "aku memandikan baginda dan berusaha mengamati perubahan yang lazim terjadi pada jasad orang yang meninggal dunia, namun aku tak mendapati sesuatupun, lalu aku berkata, 'Engkau bagus dan harum dalam kehidupan dan kematian.'"
Tatkala baginda meninggal dunia, Abu Bakar menciumnya, dan menyebut-nyebut aroma harum baginda.
Suatu ketika darah baginda mengucur, lalu Abdullah bin Zubair menelannya. Baginda tidak keberatan dengan apa yang telah dilakukannya, namun baginda bersabda, "Kamu akan diuji orang-orang dan orang-orang akan diuji olehmu."
Suatu hari, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menaruh mangkuk kayu di bawah tempat tidur baginda, dan memakainya untuk buang air kecil di malam hari. Pagi harinya, baginda melihat tidak ada air seni didalam mangkuk. Maka baginda bertanya pada Ummu Aiman (para ulama' berbeda pendapat apakah Ummu Aiman pembantu baginda ataukah tidak). Lantas Ummu Aiman menjawab, "Setelah bangun tidur, saya merasa haus, jadi saya meminumnya, saya tidak tahu kalau itu air seni."
Hendaknya dimengerti, orang biasa minum air maka membersihkan tubuh mereka, sehingga zat buangan mereka pun kotor. Namun untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, zat cair buangan tubuhnya adalah bersih, karena kesucian tubuhnya, sehingga apapun yang berasal dari tubuhnya adalah suci serta penuh dengan berkah. Oleh karena itulah, zat cair buangan tubuh baginda terasa manis, dan orang yang meminumnya tidak merasakan seperti rasa air seni pada umumnya.
Dalam beberapa kesempatan, baginda bersabda kepada para Sahabatnya, "Allah telah memberiku makan dan minum." Makanan tersebut benar-benar suci dan penuh berkah, maka menyebabkan darah dan air seni menjadi suci, dan keringat baginda pun menjadi seperti kasturi."
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ketika baginda sedang tidur, terdengar olehnya suara tarikan napas yang dalam, kemudian baginda bangun lalu shalat dan tidak berwudhu. Ikrima berkomentar, "Ini karena baginda dilindungi oleh Allah."
(Sisipan Syeikh Darwish: Ketika tidur, mata baginda terpejam, tetapi hati dan batin baginda tidak dalam keadaan tidur yakni tetap terjaga, karena itulah baginda berwudhu hanya ketika dibutuhkan. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda,