Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 31

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dianugerahi otak yang paling cerdas oleh Allah, juga kecerdikan, ketajaman panca indera, dan kefasihan dalam berbicara. Selain itu, baginda dianugerahi gerak-gerik yang menawan dan daya pikir yang mengagumkan. Tidak ada keraguan bahwa kelebihan baginda ini tidak ada yang mampu menandinginya.
Keunggulan kecerdasan baginda serta pemahaman yang mendalam menjadi terbukti ketika mengamati cara baginda mengatur umatnya, menyangkut urusan dalam negeri maupun urusan luar negeri - tak pandang bulu apakah urusan orang biasa ataupun orang berpangkat.
Kemampuan baginda benar-benar mengagumkan, dan perilaku baginda merupakan teladan bagi siapapun. Pengetahuan yang mendalam mengalir dalam diri baginda, tanpa pengajaran, pengalaman, dan tanpa membaca kitab-kitab terdahulu. Baginda menempuh suatu cara yang telah diarahkan kepada baginda guna melaksanakan dan menegakkan Hukum Allah.
Tercatat dalam kitab Muwatto' bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Sungguh aku dapat melihatmu ketika berada di belakang punggungku." Hal yang sama diriwayatkan sahabat Anas dalam Sahih Bukhari Muslim.
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, melaporkan sesuatu yang serupa dengan menambahkan dalam penuturannya, "Itu merupakan tambahan keistimewaan yang Allah berikan sebagai hujjah (penguat) bagi baginda."
Ada yang meriwayatkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Sungguh aku benar-benar melihat siapa yang dibelakangku sebagaimana aku melihat pada siapa yang diantara kedua tanganku (didepanku)."
Terdapat banyak kutipan kenabian (yakni hadits) sahih yang meriwayatkan tentang kemampuan baginda melihat para malaikat. Demikian pula kemampuan baginda melihat setan.
Meskipun berada jauh dari Yerusalem, baginda mampu melihat kota tersebut dan menjabarkannya pada orang-orang Quraisy.
Pada zaman Jahiliyyah (kebodohan), ada seorang lelaki bernama Abu Rukanah yang paling terkenal kekuatannya, bergelut tiga kali dengan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Abu Rukanah selalu kalah, lalu baginda mengajaknya masuk Islam.
Perihal cara berjalan baginda, Abu Hurairah berkata, "Aku tidak melihat seorangpun yang lebih cepat daripada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam berjalan. Seolah-olah bumi digulung untuk baginda, sungguh kami kepayahan, namun sama sekali tak ada tanda-tanda kelelahan pada diri baginda." Saat berjalan, baginda seolah-olah sedang menuruni lereng.
Tertawa baginda adalah dengan tersenyum lebar. Baginda menoleh pada seseorang dengan menghadapkan seluruh tubuh baginda secara langsung dan baginda seolah-olah sedang menuruni lereng saat berjalan
Kefasihan Nabi Muhammad
Banyak sekali laporan yang mengungkap penguasaan baginda dalam berbahasa Arab, serta kefasihan lisan dan kelancaran dalam berkata-kata.
Perkataan baginda ringkas namun mempunyai makna. Baginda sangat cekatan dalam berdiskusi dan mampu mengutarakan segala sesuatu secara jelas. Pidato baginda mengalir secara rapi, penuh arti dan tidak dibuat-buat. Ucapan baginda mengandung hikmah dan pengetahuan.
Baginda pandai dalam semua ragam dialok bahasa Arab, serta mampu berkomunikasi dengan setiap komunitas masyarakat memakai bahasa klasik mereka.
Ketika orang-orang Arab dari berbagai suku bercakap-cakap dengan baginda, baginda menjawab menggunakan ungkapan keseharian mereka, sehingga terkadang para Sahabat tidak memahami apa yang diucapkan baginda, jadi para Sahabat meminta baginda supaya menjelaskannya. Hal ini telah dibuktikan oleh siapapun yang mempelajari ilmu kutipan kenabian (hadis) dan sejarah hidup baginda.
Cara bicara baginda dengan orang-orang Quraisy Mekah dan kaum Ansor Madinah, atau penduduk Hijaz dan Najd, berbeda dengan cara bicara baginda dengan Dzul Misy'ar, Hamdani, Tohfah An-Nahdi, Qoton bin Haritsa Al-Ulaimi, Asy'ats