-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 54
Allah berfirman,
“Maka dengan sebab rahmat dari Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Seandainya engkau kasar ias g hati, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali-Imran,3:159)
“Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah dengan cara yang paling bagus.” (Fussilat,41:34).
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah menolak permintaan seseorang. Walaupun hanya menerima hadiah sebuah kaki kambing, baginda tetap senantiasa bersyukur, dan baginda mendoakan si pemberi untuk membalas kebaikan tersebut.
Sahabat Anas berkata: “Aku telah mengabdi pada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, selama sepuluh tahun. Baginda sama sekali tidak pernah berkata “Uh!” kepadaku. Ketika aku telah berbuat sesuatu hal, baginda tidak pernah mengatakan, “Mengapa kamu melakukannya?” sedang untuk sesuatu yang tidak kulakukan, baginda tidak pernah berkata, “Mengapa kamu tidak melakukannya?”
Jarir bin Abdullah berkisah tentang baginda, “Semenjak aku masuk Islam, Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah menjauhkan dirinya dariku, dan setiap kali melihatku baginda selalu tersenyum.”
Baginda berkumpul dan bersenda gurau dengan para Sahabatnya, serta bermain dengan anak-anak mereka. Baginda bahkan mengijinkan mereka masuk dan duduk di kamar baginda. Baginda memenuhi undangan siapapun, baik itu orang merdeka, pembantu laki-laki atau perempuan maupun orang miskin. Baginda menengok orang sakit, meski mereka tinggal di pinggiran kota, dan menerima ias g siapapun yang berhalangan melakukan sesuatu.
Anas berkata, “Setiap kali seseorang berbicara di telinga Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda tidak pernah menggeserkan kepala baginda, sampai orang tersebut yang menggeserkan kepala lebih dulu. Ketika seseorang menjabat tangan baginda, baginda tidak pernah menjadi orang pertama yang melepaskan jabatan tangan tersebut.
Pada waktu berjumpa seseorang, baginda-lah yang lebih dahulu mengucapkan salam dan yang pertama kali menjabat tangan para Sahabatnya. Baginda memuliakan orang yang bertamu kepadanya, seringkali baginda membentangkan jubahnya serta menawarkan alas duduknya kepada tamunya, dan baginda bersikeras kepada tamunya jika tamunya merasa segan, supaya menerima ajakannya. Baginda ias g gelar yang indah kepada para Sahabatnya, dan memanggil dengan nama favorit mereka sebagai penghormatan pada mereka.
Abdullah bin Haris berkata: Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih murah senyum daripada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Sahabat Anas mengungkap kisah para pembawa air Madinah, untuk mencari keberkahan, mereka mendatangi Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan wadah berisi air pada pagi hari, dan baginda mencelupkan tangan baginda ke dalam wadah mereka, meski saat itu cuaca sangat dingin.
SAHIH SHIFA
KESEMBUHAN
Seri ke-5
KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU
“Maka dengan sebab rahmat dari Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Seandainya engkau kasar ias g hati, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali-Imran,3:159)
“Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah dengan cara yang paling bagus.” (Fussilat,41:34).
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah menolak permintaan seseorang. Walaupun hanya menerima hadiah sebuah kaki kambing, baginda tetap senantiasa bersyukur, dan baginda mendoakan si pemberi untuk membalas kebaikan tersebut.
Sahabat Anas berkata: “Aku telah mengabdi pada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, selama sepuluh tahun. Baginda sama sekali tidak pernah berkata “Uh!” kepadaku. Ketika aku telah berbuat sesuatu hal, baginda tidak pernah mengatakan, “Mengapa kamu melakukannya?” sedang untuk sesuatu yang tidak kulakukan, baginda tidak pernah berkata, “Mengapa kamu tidak melakukannya?”
Jarir bin Abdullah berkisah tentang baginda, “Semenjak aku masuk Islam, Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah menjauhkan dirinya dariku, dan setiap kali melihatku baginda selalu tersenyum.”
Baginda berkumpul dan bersenda gurau dengan para Sahabatnya, serta bermain dengan anak-anak mereka. Baginda bahkan mengijinkan mereka masuk dan duduk di kamar baginda. Baginda memenuhi undangan siapapun, baik itu orang merdeka, pembantu laki-laki atau perempuan maupun orang miskin. Baginda menengok orang sakit, meski mereka tinggal di pinggiran kota, dan menerima ias g siapapun yang berhalangan melakukan sesuatu.
Anas berkata, “Setiap kali seseorang berbicara di telinga Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda tidak pernah menggeserkan kepala baginda, sampai orang tersebut yang menggeserkan kepala lebih dulu. Ketika seseorang menjabat tangan baginda, baginda tidak pernah menjadi orang pertama yang melepaskan jabatan tangan tersebut.
Pada waktu berjumpa seseorang, baginda-lah yang lebih dahulu mengucapkan salam dan yang pertama kali menjabat tangan para Sahabatnya. Baginda memuliakan orang yang bertamu kepadanya, seringkali baginda membentangkan jubahnya serta menawarkan alas duduknya kepada tamunya, dan baginda bersikeras kepada tamunya jika tamunya merasa segan, supaya menerima ajakannya. Baginda ias g gelar yang indah kepada para Sahabatnya, dan memanggil dengan nama favorit mereka sebagai penghormatan pada mereka.
Abdullah bin Haris berkata: Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih murah senyum daripada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Sahabat Anas mengungkap kisah para pembawa air Madinah, untuk mencari keberkahan, mereka mendatangi Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan wadah berisi air pada pagi hari, dan baginda mencelupkan tangan baginda ke dalam wadah mereka, meski saat itu cuaca sangat dingin.
SAHIH SHIFA
KESEMBUHAN
Seri ke-5
KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU