Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 64

Ketakwaan, ketaatan dan ketekunan ibadah Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya

Ketakwaan, ketaatan dan ketekunan ibadah baginda kepada Allah, bersumber dari pengetahuan baginda tentang Penguasanya. Abu Hurairah memberitahu bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, “Seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian benar-benar sedikit tertawa dan banyak menangis.”
Informasi lebih lanjut ditambahkan Abu Dzar yang mengatakan bahwa Nabi telah bersabda, “Sungguh aku melihat apa yang tidak kalian lihat, dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit merintih, dan rintihannya adalah hak. Tidak ada satu tempat pun selebar empat jari dilangit, kecuali bertempat seorang malaikat yang dahinya bersujud kepada Allah Yang Maha Tinggi. Demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian benar-benar sedikit tertawa dan banyak menangis, serta tidak akan dapat merasakan kelezatan wanita diatas tempat tidur, dan kalian akan pergi ke tempat-tempat tinggi menjerit kepada Allah.”…. Abu Dzar berkomentar, “Aku berharap agar menjadi pohon yang tumbang!”
Siti Aisyah, istri baginda serta ibu orang-orang beriman, dan beberapa sahabat, termasuk Abu Hurairah, mengatakan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdiri dalam solat begitu lama hingga kedua kakinya menjadi bengkak. Ketika ditanya mengapa baginda membebani diri sedemikian rupa, padahal Allah telah iasg baginda status pengampunan untuk dosa-dosa masa lalu dan masa depan (melalui perlindungan dari dosa), baginda menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi penyembah yang bersyukur?”
Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, menyebutkan bahwa baginda senantiasa teguh dalam setiap hal yang baginda lakukan, dan bunda menanyai para Sahabat baginda, “Siapa di antara kalian yang dapat melakukan apa yang baginda lakukan?”
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sering berpuasa, dan Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, memberitahu, “Baginda berpuasa sampai-sampai kami berkata, ‘baginda tidak akan berhenti puasa!” dan baginda tidak berpuasa sampai-sampai kami berkata, ‘baginda tidak akan berpuasa.’”Ibnu Abbas dan Ummu Salamah juga mengatakan hal yang sama.
Anas berkata, “Bila engkau mengira tidak akan melihat baginda solat di separuh malam, engkau akan mendapati baginda sedang solat, dan saat engkau mengira baginda tidak sedang tidur, engkau akan mendapati baginda sedang tidur.”
Auf bin Malik bercerita: “Saya tengah bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang mempersiapkan diri untuk solat. Baginda menggunakan siwak (kayu gosok gigi) terlebih dahulu, kemudian berwudhu dan melaksanakan solat. Lalu saya solat bersama baginda. Setelah mulai, baginda melantunkan surah Al-Baqoroh, setiap kali melewati ayat tentang rahmat, baginda berhenti dan berdoa dan setiap kali melewati ayat tentang hukuman, baginda berhenti untuk memohon perlindungan. Sesudah itu, baginda membungkuk (ruku’) yang lamanya seperti lamanya baginda berdiri dan baginda mengucap, ‘Maha Suci Pemilik kekuasaan, kerajaan terhebat, kebesaran dan keagungan.’ Kemudian saat bersujud, baginda mengucapkan hal yang sama. Setelah semuanya itu, baginda melantunkan surah Ali-Imran, surah demi surah, dan berbuat hal yang sama.
Hudzaifah mengatakan hal yang sama dan menambahkan, lamanya baginda sujud seperti lamanya baginda berdiri, dan lamanya baginda duduk diantara dua sujud juga seperti lamanya baginda berdiri. Baginda berdiri melantunkan surah Al-Baqoroh, Ali-Imron, An-Nisa’, dan Al-Maidah.
Siti Aisyah memberitahu bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdiri sepanjang malam melantunkan satu ayat Al-Qur’an.
Abdullah bin Syikhkhiir, semoga Allah meridhainya, bercerita: suatu hari beliau pergi