-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 68
Beberapa para nabi telah disebut oleh Allah didalam Al-Qur’an sebagaimana perkataan mereka pada umatnya, “Sungguh aku bagimu seorang rasul yang jujur.” (Asy-Syu’ara,26:107).
Merujuk pada nabi Musa, Allah berfirman, “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja, sungguh orang terbaik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah yang kuat dan dapat dipercaya.” (Al-Qosos,28:26)
Mengenai kesabaran para rasul, Allah berfirman,
“Maka bersabarlah sebagaimana para rasul yang mempunyai keteguhan hati telah bersabar dan janganlah meminta disegerakan bagi mereka. Pada hari mereka melihat apa yang dijanjikan seolah-olah mereka tidak tinggal melainkan sesaat pada siang hari. (Al-Qur’an ini) sebuah Penyampaian! Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Al-Ahqof, 46:35).
Allah berfirman, “Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’kub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri bimbingan, dan sebelum itu Kami telah ias g petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami ias g balasan kepada orang-orang yang berbuat baik; dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh; dan Isma’il, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) diatas umat lain (pada masanya); (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami ias g ke jalan yang lurus; Itulah bimbingan Allah, dengan itu Dia membimbing kepada siapa saja diantara para penyembah-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan; Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya pada kaum yang tidak mengingkarinya; Mereka itulah (para nabi) yang telah dibimbing Allah, maka ikutilah bimbingan mereka, katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an).’ Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.” (Al-An’am,6:84-90).
Allah menggambarkan para nabi dan rasul sebagai manusia pilihan yang mempunyai banyak sifat utama; berperilaku benar, dan diberi kemampuan menghukumi serta kemampuan memberitakan masa depan (nubuat kenabian).
Mengenai nabi Ishaq, Allah memberitahu bahwa Malaikat telah berkata kepada nabi Ibrahim, “’Janganlah takut’, dan mereka ias g kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq).” (Az-Zariyat,51:28). Mengenai nabi Ismail, putra pertama nabi Ibrahim, Allah berfirman, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat santun (Isma’il).” (As-Soffat,37:101).
Allah berfirman, “Sungguh Kami telah menguji kaum Fir’aun sebelum mereka, dan seorang rasul yang mulia telah ias g kepada mereka; (sambil berkata), ‘Patuhlah kepadaku wahai para hamba Allah, sungguh aku Utusan yang terpercaya untukmu.” (Ad-Dukhon,44:17-18).
Suatu ketika, Ibrahim hendak memenuhi instruksi Allah untuk mengorbankan Ismail, putra beliau, dan Ismail berkata kepada beliau, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku diantara orang yang sabar.” (As-Soffat,37:102).
Tentang nabi Ismail, Allah berfirman, “Dan sebutkan Ismail didalam Kitab, sungguh dia seorang yang benar janjinya, dia adalah rasul dan nabi; dan dia menyuruh ahlinya supaya solat dan zakat, dan dia seorang yang diridhai disisi Penguasanya.” (Maryam,19:54 -55).
Allah memberitahu bahwa nabi Sulaiman adalah, “Sebaik-baik hamba, sungguh dia sangat taat.”
Merujuk pada nabi Musa, Allah berfirman, “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja, sungguh orang terbaik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah yang kuat dan dapat dipercaya.” (Al-Qosos,28:26)
Mengenai kesabaran para rasul, Allah berfirman,
“Maka bersabarlah sebagaimana para rasul yang mempunyai keteguhan hati telah bersabar dan janganlah meminta disegerakan bagi mereka. Pada hari mereka melihat apa yang dijanjikan seolah-olah mereka tidak tinggal melainkan sesaat pada siang hari. (Al-Qur’an ini) sebuah Penyampaian! Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (Al-Ahqof, 46:35).
Allah berfirman, “Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’kub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri bimbingan, dan sebelum itu Kami telah ias g petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami ias g balasan kepada orang-orang yang berbuat baik; dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh; dan Isma’il, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) diatas umat lain (pada masanya); (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami ias g ke jalan yang lurus; Itulah bimbingan Allah, dengan itu Dia membimbing kepada siapa saja diantara para penyembah-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan; Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya pada kaum yang tidak mengingkarinya; Mereka itulah (para nabi) yang telah dibimbing Allah, maka ikutilah bimbingan mereka, katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an).’ Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.” (Al-An’am,6:84-90).
Allah menggambarkan para nabi dan rasul sebagai manusia pilihan yang mempunyai banyak sifat utama; berperilaku benar, dan diberi kemampuan menghukumi serta kemampuan memberitakan masa depan (nubuat kenabian).
Mengenai nabi Ishaq, Allah memberitahu bahwa Malaikat telah berkata kepada nabi Ibrahim, “’Janganlah takut’, dan mereka ias g kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq).” (Az-Zariyat,51:28). Mengenai nabi Ismail, putra pertama nabi Ibrahim, Allah berfirman, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat santun (Isma’il).” (As-Soffat,37:101).
Allah berfirman, “Sungguh Kami telah menguji kaum Fir’aun sebelum mereka, dan seorang rasul yang mulia telah ias g kepada mereka; (sambil berkata), ‘Patuhlah kepadaku wahai para hamba Allah, sungguh aku Utusan yang terpercaya untukmu.” (Ad-Dukhon,44:17-18).
Suatu ketika, Ibrahim hendak memenuhi instruksi Allah untuk mengorbankan Ismail, putra beliau, dan Ismail berkata kepada beliau, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku diantara orang yang sabar.” (As-Soffat,37:102).
Tentang nabi Ismail, Allah berfirman, “Dan sebutkan Ismail didalam Kitab, sungguh dia seorang yang benar janjinya, dia adalah rasul dan nabi; dan dia menyuruh ahlinya supaya solat dan zakat, dan dia seorang yang diridhai disisi Penguasanya.” (Maryam,19:54 -55).
Allah memberitahu bahwa nabi Sulaiman adalah, “Sebaik-baik hamba, sungguh dia sangat taat.”