-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 86
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Allah telah melindungi kota Mekah dari gajah, serta memberi kepada rasul, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan orang-orang beriman kendali atas kota Mekah. Kendali tersebut tidak diizinkan untuk siapapun setelahku, dan itu dibuat halal bagiku hanya sesaat disiang hari."
(Sisipan Syeikh Darwish: Gajah-gajah tersebut telah dibawa ke Mekah oleh Abrahah untuk menghancurkan Kabah. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, diizinkan berkelahi di tanah suci Mekah hanya selama sesaat saja pada hari baginda Membuka kota Mekah.)
(Syekh Ahmad Darwish menambahkan:
Irbad bin Sariyah meriwayatkan bahwa Rasulullah, sollallahu alaihi wa alihi wasallam, bersabda, "Sungguh aku hamba Allah dan penutup para nabi ketika Adam masih berupa tanah liat. Aku akan memberitahu kalian mengenai hal ini. Aku adalah doa ayahku Ibrahim, kabar gembira Isa, dan penglihatan ibuku, dan begitulah ibu para nabi melihat, dan sesungguhnya ibu Rasulullah, sollallahu alaihi wa alihi wasallam, telah melihat ketika melahirkan baginda, sebuah cahaya memancar dari beliau yang menerangi istana-istana Syam, hingga beliau telah melihatnya."
Diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal, Bazzar dan Baihaqi, yang menilai kesahihannya adalah Al-Hafiz Ibnu Hibban dan Al Hakim, kesahihannya telah diakui oleh Hafiz Ibnu Hajar. Al Hafiz Abdullah bin Siddiq Al-Ghumari juga telah meriwayatkan didalam karyanya "Hadis pilihan keutamaan Rasulullah". Semoga Allah merahmati mereka.
Hadis diatas menggugurkan pendapat orang-orang yang menganggap bunda Aminah termasuk Ahli Fitroh (orang-orang dengan keimanan yang lurus dan tidak menyembah berhala, yang hidup sebelum masa Nabi Muhammad dan sesudah masa Nabi Isma’il).
Terbukti bahwa bunda Aminah adalah wali pertama dalam Islam, dan nyonya besar sekaligus ibu termulia dalam keluarga rumah tangga Rasulullah, karena bunda Aminah telah melihat dengan mata wilayah (mata kewalian).
Bagaimana para kekasih Allah (auliya') melihat, telah dinyatakan didalam Hadis Qudsi (Hadis oleh Allah) "Aku menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya".
Jadi bunda Aminah melihat istana-istana Syam bukan dengan penglihatan mata biasa namun dengan cahaya baginda. Oleh karena itu, bunda Aminah menyuplai susu yang terbaik dan menimang baginda dengan kemuliaan, dan Rasulullah telah menerangi bunda Aminah (ketika didalam kandungan beliau) sebelum menerangi dunia.
Di permulaan hadis, baginda menyebut diri baginda dengan kata "aku", namun setelah menyebut sang ibu, demi untuk memuliakan beliau, baginda merubah penyebutan diri baginda menjadi "Rasulullah".
Baginda memberi kesaksian bahwa bunda Aminah telah menyaksikan cahaya secara lengkap dalam keadaan terjaga ketika melahirkan baginda, sedangkan orang-orang selain bunda Aminah hanya mendengar cahaya tersebut tanpa melihatnya.
Baginda sangat bangga dengan bunda Aminah dan menyebut beliau "Ibu Rasulullah".
Bunda Aminah mewariskan keutamaan, kemuliaan, cahaya dan kebahagiaan beliau kepada Sayyidah Khadijah Al-Kubro kemudian kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahro’. Semoga Allah meridhai mereka.
Syekh Albani telah mengakui bahwa hadis tentang cahaya baginda Muhammad ketika didalam kandungan dan ketika dilahirkan adalah sahih. Syekh Albani menyebutkan hal itu didalam kitab Sahih Sirah karya Al Hafiz Ibnu Katsir yang telah beliau revisi. Dalam kitab yang sama, Syekh Albani juga mengakui berkah baginda Muhammad.
Syekh Albani mencap Tuwayjiriy dan Ibnu Baz telah menyerupakan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Menyerupakan Allah dengan makhluk termasuk perbuatan kufur. Kata Syekh Albani, At-Tuwayjiriy dan Ibnu Baz belum memahami ilmu hadis secara mendalam. Syekh Albani memberitahu bahwa
(Sisipan Syeikh Darwish: Gajah-gajah tersebut telah dibawa ke Mekah oleh Abrahah untuk menghancurkan Kabah. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, diizinkan berkelahi di tanah suci Mekah hanya selama sesaat saja pada hari baginda Membuka kota Mekah.)
(Syekh Ahmad Darwish menambahkan:
Irbad bin Sariyah meriwayatkan bahwa Rasulullah, sollallahu alaihi wa alihi wasallam, bersabda, "Sungguh aku hamba Allah dan penutup para nabi ketika Adam masih berupa tanah liat. Aku akan memberitahu kalian mengenai hal ini. Aku adalah doa ayahku Ibrahim, kabar gembira Isa, dan penglihatan ibuku, dan begitulah ibu para nabi melihat, dan sesungguhnya ibu Rasulullah, sollallahu alaihi wa alihi wasallam, telah melihat ketika melahirkan baginda, sebuah cahaya memancar dari beliau yang menerangi istana-istana Syam, hingga beliau telah melihatnya."
Diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal, Bazzar dan Baihaqi, yang menilai kesahihannya adalah Al-Hafiz Ibnu Hibban dan Al Hakim, kesahihannya telah diakui oleh Hafiz Ibnu Hajar. Al Hafiz Abdullah bin Siddiq Al-Ghumari juga telah meriwayatkan didalam karyanya "Hadis pilihan keutamaan Rasulullah". Semoga Allah merahmati mereka.
Hadis diatas menggugurkan pendapat orang-orang yang menganggap bunda Aminah termasuk Ahli Fitroh (orang-orang dengan keimanan yang lurus dan tidak menyembah berhala, yang hidup sebelum masa Nabi Muhammad dan sesudah masa Nabi Isma’il).
Terbukti bahwa bunda Aminah adalah wali pertama dalam Islam, dan nyonya besar sekaligus ibu termulia dalam keluarga rumah tangga Rasulullah, karena bunda Aminah telah melihat dengan mata wilayah (mata kewalian).
Bagaimana para kekasih Allah (auliya') melihat, telah dinyatakan didalam Hadis Qudsi (Hadis oleh Allah) "Aku menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya".
Jadi bunda Aminah melihat istana-istana Syam bukan dengan penglihatan mata biasa namun dengan cahaya baginda. Oleh karena itu, bunda Aminah menyuplai susu yang terbaik dan menimang baginda dengan kemuliaan, dan Rasulullah telah menerangi bunda Aminah (ketika didalam kandungan beliau) sebelum menerangi dunia.
Di permulaan hadis, baginda menyebut diri baginda dengan kata "aku", namun setelah menyebut sang ibu, demi untuk memuliakan beliau, baginda merubah penyebutan diri baginda menjadi "Rasulullah".
Baginda memberi kesaksian bahwa bunda Aminah telah menyaksikan cahaya secara lengkap dalam keadaan terjaga ketika melahirkan baginda, sedangkan orang-orang selain bunda Aminah hanya mendengar cahaya tersebut tanpa melihatnya.
Baginda sangat bangga dengan bunda Aminah dan menyebut beliau "Ibu Rasulullah".
Bunda Aminah mewariskan keutamaan, kemuliaan, cahaya dan kebahagiaan beliau kepada Sayyidah Khadijah Al-Kubro kemudian kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahro’. Semoga Allah meridhai mereka.
Syekh Albani telah mengakui bahwa hadis tentang cahaya baginda Muhammad ketika didalam kandungan dan ketika dilahirkan adalah sahih. Syekh Albani menyebutkan hal itu didalam kitab Sahih Sirah karya Al Hafiz Ibnu Katsir yang telah beliau revisi. Dalam kitab yang sama, Syekh Albani juga mengakui berkah baginda Muhammad.
Syekh Albani mencap Tuwayjiriy dan Ibnu Baz telah menyerupakan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Menyerupakan Allah dengan makhluk termasuk perbuatan kufur. Kata Syekh Albani, At-Tuwayjiriy dan Ibnu Baz belum memahami ilmu hadis secara mendalam. Syekh Albani memberitahu bahwa