-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 91
Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi
Keajaiban Perjalanan Malam dan Kenaikan ke Langit (Isro' Mi'roj)
Allah menganugerahkan Nabi Muhammad mukjizat Perjalanan Malam dari Mekah ke Yerusalem dan kenaikan ke langit. Baginda menjadi imam para nabi didalam solat dan naik hingga mencapai Sidratul Muntaha (Pohon Lotte).
Baginda juga mendapat anugerah Percakapan dengan Sang Penguasa, melihat aneka hal-hal gaib, serta menyaksikan sebagian tanda-tanda terbesar keagungan Penguasa seluruh alam.
(Syekh Ahmad Darwish menambahkan: Hafiz Ibnu Hajar berkomentar mengenai tulisan Hakim Iyad terkait peristiwa Isro’ Mi’roj (Perjalanan Malam dan Kenaikan ke langit), dengan menghadirkan beragam pendapat berbobot yang beliau susun rapi dalam satu untaian. Beragam pendapat tersebut telah disepakati kebenarannya oleh para ulama’ dan telah turun temurun dari satu kelompok ulama’ ke kelompok ulama dimasa selanjutnya hingga kemudian sampai kepada Hafiz Ibnu Hajar.
Hakim Iyad dan para ulama’ besar yang mendalami sejarah Rasulullah berpendapat bahwa baginda mengalami mimpi terlebih dahulu, sehingga baginda siap untuk kenaikan menakjubkan yang sebenarnya dengan jiwa dan raga baginda. Ini adalah keadaan akhir yang dijadikan orang-orang kafir sebagai bahan pemicu perdebatan. Karena jika hanya sebuah mimpi, tentu mereka tidak memperdebatkan Isro’ Mi’roj yang terjadi dengan badan dan ruh baginda.
Hendaknya disadari, ketika beberapa hadis dilaporkan sepotong demi sepotong dengan sanad-sanad (rantai pelaporan) yang sahih, maka membutuhkan seseorang yang benar-benar ahli dalam ilmu hadis untuk mengatur dan mengurai untaian hadis tersebut. Jika tidak ada pakar hadis yang bisa dijadikan sandaran, untuk mereka yang tidak mempunyai pengetahuan mendalam dibidang hadis, kemungkinan akan mendapati adanya kontradiksi meski sebenarnya tidak ada.
Pakar hadis paling terkemuka, Hafiz bin Hajar, yang kedalaman ilmu pengetahuan serta pemahamannya telah diakui dunia, diberkati dengan kemampuan untuk mengatur untaian hadis seputar Isro’ Mi’roj dan persiapan sebelum terjadinya Isro’Mi’roj dari sumber riwayat yang sahih.
Dari penelitian Hafiz bin Hajar, kita jadi tahu bahwa pendahuluan peristiwa Isro’ Mi’roj terjadi pada malam hari di rumah Ummu Hani - berada di lembah Abu Thalib - dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, kebetulan sedang beristirahat. Tiba-tiba, atap rumah Ummu Hani membelah terbuka, itulah sebuah rumah tertentu yang dimaksud oleh baginda ketika baginda berkata "suatu rumah" karena di sanalah saat itu baginda tinggal. Pada malam itu, Malaikat Jibril datang kepada baginda dan membawa baginda dari rumah tersebut menuju Masjidilharam. Baginda tengah beristirahat dalam keadaan antara tidur dan terjaga saat Malaikat Jibril muncul. Lalu Malaikat Jibril membawa baginda ke Hijr Ismail, dari sana mereka menuju pintu Masjidilharam, dan baginda kemudian menunggang Buroq, inilah awal mula terjadinya peristiwa Isro’ Mi’roj. Perjalanan Malam disebut Isro’ sedangkan kenaikan ke langit yang terjadi di Yerusalem disebut Mi’roj.
Hafiz bin Hajar juga telah menyusun rapi beragam laporan mengenai pembukaan dada baginda, dimana salah satunya adalah untuk persiapan Isro' dan Mi'roj. Peristiwa pertama menceritakan penghilangan sebuah titik hitam, sedang pembukaan lainnya hanya sekedar pencucian dengan air Zam-Zam dan pengisian hati dan dada baginda dengan keimanan)
Pada peristiwa Isro’ Mi’roj atau Perjalanan Malam yang Menakjubkan, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menjadi pemimpin solat semua nabi mulia; bercakap-cakap dengan Allah; melihat banyak hal-hal yang gaib; dan naik sampai ke Sidratul
Keajaiban Perjalanan Malam dan Kenaikan ke Langit (Isro' Mi'roj)
Allah menganugerahkan Nabi Muhammad mukjizat Perjalanan Malam dari Mekah ke Yerusalem dan kenaikan ke langit. Baginda menjadi imam para nabi didalam solat dan naik hingga mencapai Sidratul Muntaha (Pohon Lotte).
Baginda juga mendapat anugerah Percakapan dengan Sang Penguasa, melihat aneka hal-hal gaib, serta menyaksikan sebagian tanda-tanda terbesar keagungan Penguasa seluruh alam.
(Syekh Ahmad Darwish menambahkan: Hafiz Ibnu Hajar berkomentar mengenai tulisan Hakim Iyad terkait peristiwa Isro’ Mi’roj (Perjalanan Malam dan Kenaikan ke langit), dengan menghadirkan beragam pendapat berbobot yang beliau susun rapi dalam satu untaian. Beragam pendapat tersebut telah disepakati kebenarannya oleh para ulama’ dan telah turun temurun dari satu kelompok ulama’ ke kelompok ulama dimasa selanjutnya hingga kemudian sampai kepada Hafiz Ibnu Hajar.
Hakim Iyad dan para ulama’ besar yang mendalami sejarah Rasulullah berpendapat bahwa baginda mengalami mimpi terlebih dahulu, sehingga baginda siap untuk kenaikan menakjubkan yang sebenarnya dengan jiwa dan raga baginda. Ini adalah keadaan akhir yang dijadikan orang-orang kafir sebagai bahan pemicu perdebatan. Karena jika hanya sebuah mimpi, tentu mereka tidak memperdebatkan Isro’ Mi’roj yang terjadi dengan badan dan ruh baginda.
Hendaknya disadari, ketika beberapa hadis dilaporkan sepotong demi sepotong dengan sanad-sanad (rantai pelaporan) yang sahih, maka membutuhkan seseorang yang benar-benar ahli dalam ilmu hadis untuk mengatur dan mengurai untaian hadis tersebut. Jika tidak ada pakar hadis yang bisa dijadikan sandaran, untuk mereka yang tidak mempunyai pengetahuan mendalam dibidang hadis, kemungkinan akan mendapati adanya kontradiksi meski sebenarnya tidak ada.
Pakar hadis paling terkemuka, Hafiz bin Hajar, yang kedalaman ilmu pengetahuan serta pemahamannya telah diakui dunia, diberkati dengan kemampuan untuk mengatur untaian hadis seputar Isro’ Mi’roj dan persiapan sebelum terjadinya Isro’Mi’roj dari sumber riwayat yang sahih.
Dari penelitian Hafiz bin Hajar, kita jadi tahu bahwa pendahuluan peristiwa Isro’ Mi’roj terjadi pada malam hari di rumah Ummu Hani - berada di lembah Abu Thalib - dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, kebetulan sedang beristirahat. Tiba-tiba, atap rumah Ummu Hani membelah terbuka, itulah sebuah rumah tertentu yang dimaksud oleh baginda ketika baginda berkata "suatu rumah" karena di sanalah saat itu baginda tinggal. Pada malam itu, Malaikat Jibril datang kepada baginda dan membawa baginda dari rumah tersebut menuju Masjidilharam. Baginda tengah beristirahat dalam keadaan antara tidur dan terjaga saat Malaikat Jibril muncul. Lalu Malaikat Jibril membawa baginda ke Hijr Ismail, dari sana mereka menuju pintu Masjidilharam, dan baginda kemudian menunggang Buroq, inilah awal mula terjadinya peristiwa Isro’ Mi’roj. Perjalanan Malam disebut Isro’ sedangkan kenaikan ke langit yang terjadi di Yerusalem disebut Mi’roj.
Hafiz bin Hajar juga telah menyusun rapi beragam laporan mengenai pembukaan dada baginda, dimana salah satunya adalah untuk persiapan Isro' dan Mi'roj. Peristiwa pertama menceritakan penghilangan sebuah titik hitam, sedang pembukaan lainnya hanya sekedar pencucian dengan air Zam-Zam dan pengisian hati dan dada baginda dengan keimanan)
Pada peristiwa Isro’ Mi’roj atau Perjalanan Malam yang Menakjubkan, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menjadi pemimpin solat semua nabi mulia; bercakap-cakap dengan Allah; melihat banyak hal-hal yang gaib; dan naik sampai ke Sidratul