Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 106

Kutipan yang serupa diriwayatkan oleh Abu Dzar, dengan disertai rincian bahwa panjang telaga baginda adalah antara Amman (ibukota Yordania) dan Ailah (kota diseberang lautan di Palestina). Dua pancuran air dari Surga mengalir ke dalam telaga (yang berasal dari sungai Kausar).
Tsauban juga meriwayatkan hadits yang sama, dan menambahkan, "Dua pancuran air itu, yang satu dari emas dan yang satunya dari perak."
Harisah bin wahab berkata, "Bisa juga, panjang telaga adalah antara Madinah dan Shon'a (ibukota Yaman)."
Anas dan Ibnu Umar juga telah meriwayatkan ukuran panjang telaga. Anas berkata, "Panjangnya ialah antara Ailah dan Sona'a." Sedang Ibnu Umar berkata, "Panjangnya ialah antara Kufah (sebuah kota di Irak) dan Batu Hitam / Hajar Aswad (di Mekah)."
Hadis tersbut juga diriwayatkan oleh Siti Aisyah, serta lebih dari tiga puluh Sahabat, semoga Allah meridhai mereka semua.
Persahabatan dan cinta dari Allah untuk Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya

Banyak hadis sahih yang membicarakan mengenai terpilihnya Nabi Muhammad melebihi semua ciptaan Allah sebagai "Kekasih Allah (Habibulloh)". Kaum Muslimin sering merujukkan gelar ini kepada baginda.
(Sisipan Syeikh Darwish: Ada perbedaan antara gelar agung 'teman dekat' dan 'kekasih'. Hal ini dijelaskan pada pembahasan selanjutnya)
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan kedekatan baginda dengan Abu Bakar seraya bersabda, "Seandainya aku mengambil teman dekat selain Penguasaku, niscaya aku mengambil Abu Bakar."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga bersabda, "Dan sungguh kawan kalian (menyebut dirinya sendiri) adalah teman dekat Allah." Hadis ini mengesahkan sabda baginda yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud yang berbunyi, "Dan Allah benar-benar mengambil kawan kalian sebagai teman dekat."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga bersabda, "Dan sungguh kawan kalian (menyebut dirinya sendiri) adalah teman dekat Allah." Abdullah bin Mas'ud dalam laporannya menyampaikan sabda Nabi, "Dan Allah benar-benar mengambil kawan kalian sebagai teman dekat."
Para Sahabat sedang duduk menunggu Nabi, kata Ibnu Abbas, Ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, hendak masuk, baginda mendengar percakapan para Sahabat yang sedang membicarakan derajat para nabi. Seorang dari mereka berkata, "Alangkah luar biasa, Allah telah mengambil nabi Ibrahim dari ciptaan-Nya sebagai teman dekat." Lainnya berkata, "Yang lebih luar biasa adalah Dia telah berbicara dengan nabi Musa." Lainnya lagi berujar, "Nabi Isa adalah roh ciptaan Allah." Yang lain menyahut, "Allah telah memilih nabi Adam." Kemudian Nabi Muhammad tiba dan menyalami mereka, lalu berkata, "Aku telah mendengar perkataan kalian dan ketakjuban kalian. Memang benar, Allah telah mengambil nabi Ibrahim sebagai teman dekat. Allah telah berbicara langsung dengan nabi Musa (Kalimulloh), ini juga benar. Nabi Isa adalah roh ciptaan Allah, ini memang benar. Dan memang demikian bahwa nabi Adam adalah pilihan Allah. Sedangkan aku adalah kekasih Allah, dan aku tidak bangga. Dari yang pertama sampai yang terakhir, aku yang termulia dari semuanya dan aku tidak bangga."
Kata "teman dekat" diatas, bahasa arabnya ialah "khullah". Terdapat perbedaan penafsiran mengenai kata "khullah" dan asal katanya. Ada yang mengatakan, "khulla" berasal dari kata "kholiil" maknanya adalah orang yang tidak pernah surut kecintaan dan pengabdiannya kepada Allah. Beberapa ulama lainnya mengungkap makna "kholil" adalah orang yang ahli dalam kecintaan dan pengabdian kepada Allah. Pendapat yang lain mengatakan asal