Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 147

Dia juga berfirman,
"Perangilah mereka, Allah akan menghukum mereka dengan tanganmu." (At-Taubah,9:14)
Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, Pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah)…” (Ali-Imron,3:111).

Aneka peristiwa terjadi kemudian ketika waktu yang ditakdirkan telah tiba.
Didalam Al-Qur’an juga terdapat penyingkapan perkara gaib diantaranya ialah pembongkaran rahasia orang-orang munafik dan sebagian orang Yahudi yang memusuhi baginda serta kebohongan yang ada dibelakang mereka dan yang mereka sebar kepada masyarakat. Allah menyingkap pengkhianatan mereka, menegur mereka sekaligus memperlihatkan sifat sentimen mereka, seraya berfirman, "Dan berkata dalam diri mereka sendiri 'Mengapa Allah tidak menghukum kita atas apa yang kita katakan?'"(Al-Mujadilah,58:8).
Allah juga memberitahukan perilaku mereka kepada baginda dan orang-orang beriman, seraya berfirman, "Menyembunyikan dalam diri mereka apa yang tidak ditampakkan kepadamu." (Ali-Imron,3:154).
dan, "Dan diantara orang-orang Yahudi mendengarkan kebohongan." (Al-Maidah,5:42).
Mengenai kitab suci Yahudi, Allah telah memberi informasi kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan para pengikut baginda, dalam firman-Nya, “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya [yakni menambah atau mengurangi]. mereka berkata [dengan lisan] : "Kami mendengar", tetapi [dalam hati mereka berkata] kami tidak mau menurutinya. dan (mereka mengatakan pula dengan lisannya) : "Dengarlah" sedang [dalam hati mereka berkata: semoga] kamu tidak mendengar apa-apa. dan (mereka mengatakan): "Raa'ina"[305], dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama…. (An-Nisa',4:46).
[Raa 'ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. di kala para sahabat menghadapkan kata Ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai kata Ini dengan digumam seakan-akan menyebut Raa'ina padahal yang mereka katakan ialah Ru'uunah yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan Raa'ina dengan Unzhurna yang juga sama artinya dengan Raa'ina.]

Allah menjanjikan kemenangan kepada umat Islam, dan janji-Nya terpenuhi pada Peristiwa Badar, "dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikanmu salah satu dari dua pihak (di Badar) dan kamu berharap untuk yang tidak kuat." (Al-Anfal,8:7).
Allah memberitahu Nabi Muhammad, pujian kesejahteraan atasnya, "Sungguh Kami mencukupimu menghadapi para pengejek." (Al-Hijr,15:95). Setelah ayat ini turun, baginda menyampaikan kepada para Sahabatnya bahwa Allah mencukupi baginda dan juga mereka.
Yang disebut sebagai "para pengejek" adalah sekelompok orang di Mekah yang berusaha memalingkan orang-orang dari baginda dan yang menyakiti baginda. Mereka akhirnya bubar. Ketika orang-orang kafir mencoba membunuh Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah menurunkan ayat, "dan Allah melindungimu dari orang-orang." (Al-Maidah,5:67).
Bangsa-bangsa masa lampau yang disebutkan didalam Al Qur'an
Sisi lain ketidakmampuan manusia meniru Al Qur'an ditemukan dalam informasi yang berkaitan dengan generasi masa lampau dan bangsa-bangsa yang telah punah dari dunia beserta hukum-hukum mereka. Pada saat pengiriman Al-Qur'an, hanya sedikit orang yang berilmu dikalangan Ahli Kitab - Orang Kristen dan Yahudi - yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk meneliti aspek yang satu ini, orang-orang yang lainnya tidak cukup berilmu dibidang ini dan pengetahuan mereka tidak lengkap .
Kisah tentang umat terdahulu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, merupakan tanda bagi orang-orang Ahli Kitab. Mereka tahu bahwa baginda buta huruf, tidak bisa baca tulis, dan tidak pernah berguru pada orang yang berilmu