-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 167
Sebuah hadis dilaporkan oleh Anas yang memberitahu, "Malaikat Jibril, ketika melihat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersedih, berkata, 'Sukakah engkau bila kutunjukkan sebuah tanda?' Baginda menjawab, 'Ya' Lantas Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memandang sebuah pohon diujung lembah dan berkata, 'Panggillah pohon itu'. Pohon tersebut datang sambil berjalan hingga berdiri di depan baginda. Lalu baginda menyuruhnya kembali, maka pohon itu kembali ke tempatnya." Juga terdapat riwayat serupa yang dilaporkan oleh Umar.
Ibnu Abbas bercerita tentang waktu ketika seorang Badui datang kepada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan bertanya, "Bagaimana saya bisa yakin kalau engkau seorang Nabi?" Rasulullah berkata, "Jika aku memanggil dahan pohon ini untuk mematuhiku, akankah kamu bersaksi bahwa aku adalah Utusan Allah?" Lalu, Rasulullah memanggil dahan itu supaya turun. Dahan mulai turun kebawah dan jatuh didepan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, setelah itu dahan kembali ke tempatnya. Si Badui akhirnya masuk Islam.
Ibnu Umar, Jabir, Ibnu Mas'ud, Ya'la bin Murroh, Anas, Ibnu Abbas, dan banyak Sahabat lainnya, menyepakati kebenaran mukjizat-mukjizat ini. Para ilmuwan Islam setelah generasi Sahabat (Tabi’in) juga telah melaporkannya serta menghimpun riwayat aneka mukjizat ini, sehingga menjadi periwayatan yang kokoh.
Kerinduan Batang Pohon Kurma kepada Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya
Peristiwa terkenal batang kurma menangis karena terpisah dari baginda telah diriwayatkan secara meluas dan menjadi hal yang sangat umum. Sedikitnya sepuluh Sahabat yang meriwayatkannya.
Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Masjid Nabi dibangun dari batang pohon kurma dengan sebuah atap yang terhampar diatas. Pada waktu khotbah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersandar pada salah satu batang pohon, tetapi ketika sebuah mimbar dibangun untuk baginda, mereka mendengar batang tersebut menjerit dengan suara yang menyerupai seekor unta.
Anas memberitahu bahwa masjid bergetar dengan ratapan batang itu, sedang Sahl memberitahu kalau para jamaah menangis tersedu-sedu ketika mereka melihat apa yang terjadi. Al-Mutholib dan Ubay berkata, "Batang itu hampir terbelah dan hancur berkeping-keping, maka baginda datang kepadanya dan meletakkan tangan diatasnya sehingga ia menjadi tenang."
Baginda memberitahu para pengikutnya, "Batang ini meratap sebab ia ingat apa yang hilang."
Yang lainnya menambahkan, "Demi Yang jiwaku ada ditangan-Nya, jika baginda tidak menghiburnya, batang itu akan tetap menangis seperti itu sampai Hari Kiamat disebabkan kesedihannya untuk Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Anas dan Sahabat lainnya menginformasikan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberi instruksi supaya batang tersebut dikubur dibawah mimbar. Sahl mengatakan bahwa batang itu dikubur di bawah mimbar atau ditaruh diatas atap Masjid.
Ubayy menyebutkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, selalu sholat menghadap ke arah batang tersebut, dan ketika Masjid Nabawiy direkonstruksi, Ubayy mengambilnya dan batang itu tetap dalam kepemilikannya sampai akhirnya di makan rayap dan menjadi debu.
Setiap kali Al-Hasan meriwayatkan kisah ini, beliau menangis dan berkata, "Para hamba Allah, kayu pun kangen dengan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan merindukan baginda dikarenakan kedudukan baginda, harusnya kalian yang rindu berjumpa dengan baginda! "
Banyak Sahabat dekat baginda yang meriwayatkan kisah ini, dan banyak pula para pengikut baginda yang meriwayatkan dari mereka.
Semoga Allah menguatkan kita dijalan yang benar.
Mukjizat yang berkaitan dengan benda-benda mati
Ada banyak kejadian dimana benda mati
Ibnu Abbas bercerita tentang waktu ketika seorang Badui datang kepada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan bertanya, "Bagaimana saya bisa yakin kalau engkau seorang Nabi?" Rasulullah berkata, "Jika aku memanggil dahan pohon ini untuk mematuhiku, akankah kamu bersaksi bahwa aku adalah Utusan Allah?" Lalu, Rasulullah memanggil dahan itu supaya turun. Dahan mulai turun kebawah dan jatuh didepan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, setelah itu dahan kembali ke tempatnya. Si Badui akhirnya masuk Islam.
Ibnu Umar, Jabir, Ibnu Mas'ud, Ya'la bin Murroh, Anas, Ibnu Abbas, dan banyak Sahabat lainnya, menyepakati kebenaran mukjizat-mukjizat ini. Para ilmuwan Islam setelah generasi Sahabat (Tabi’in) juga telah melaporkannya serta menghimpun riwayat aneka mukjizat ini, sehingga menjadi periwayatan yang kokoh.
Kerinduan Batang Pohon Kurma kepada Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya
Peristiwa terkenal batang kurma menangis karena terpisah dari baginda telah diriwayatkan secara meluas dan menjadi hal yang sangat umum. Sedikitnya sepuluh Sahabat yang meriwayatkannya.
Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Masjid Nabi dibangun dari batang pohon kurma dengan sebuah atap yang terhampar diatas. Pada waktu khotbah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersandar pada salah satu batang pohon, tetapi ketika sebuah mimbar dibangun untuk baginda, mereka mendengar batang tersebut menjerit dengan suara yang menyerupai seekor unta.
Anas memberitahu bahwa masjid bergetar dengan ratapan batang itu, sedang Sahl memberitahu kalau para jamaah menangis tersedu-sedu ketika mereka melihat apa yang terjadi. Al-Mutholib dan Ubay berkata, "Batang itu hampir terbelah dan hancur berkeping-keping, maka baginda datang kepadanya dan meletakkan tangan diatasnya sehingga ia menjadi tenang."
Baginda memberitahu para pengikutnya, "Batang ini meratap sebab ia ingat apa yang hilang."
Yang lainnya menambahkan, "Demi Yang jiwaku ada ditangan-Nya, jika baginda tidak menghiburnya, batang itu akan tetap menangis seperti itu sampai Hari Kiamat disebabkan kesedihannya untuk Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Anas dan Sahabat lainnya menginformasikan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberi instruksi supaya batang tersebut dikubur dibawah mimbar. Sahl mengatakan bahwa batang itu dikubur di bawah mimbar atau ditaruh diatas atap Masjid.
Ubayy menyebutkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, selalu sholat menghadap ke arah batang tersebut, dan ketika Masjid Nabawiy direkonstruksi, Ubayy mengambilnya dan batang itu tetap dalam kepemilikannya sampai akhirnya di makan rayap dan menjadi debu.
Setiap kali Al-Hasan meriwayatkan kisah ini, beliau menangis dan berkata, "Para hamba Allah, kayu pun kangen dengan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan merindukan baginda dikarenakan kedudukan baginda, harusnya kalian yang rindu berjumpa dengan baginda! "
Banyak Sahabat dekat baginda yang meriwayatkan kisah ini, dan banyak pula para pengikut baginda yang meriwayatkan dari mereka.
Semoga Allah menguatkan kita dijalan yang benar.
Mukjizat yang berkaitan dengan benda-benda mati
Ada banyak kejadian dimana benda mati