-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 174
dan sebagai tambahan mereka meminta empat puluh ons emas. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, pergi membantu Salman dan menanam dengan tangan baginda sendiri pohon-pohon palem muda, kecuali satu yang sudah ditanam orang lain. Semua pohon tumbuh berkembang kecuali yang satu itu, sehingga baginda mencabutnya dan menanamnya kembali kemudian pohon itu berkembang.
Malam itu hujan mengguyur dan Qotadah bin Nu'man telah solat maghrib bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Lalu baginda memberi Qotadah dahan pohon kurma seraya berkata, "Ambillah ini denganmu. Dahan ini akan menjadi senter bagimu, yang cahayanya akan menerangimu sepanjang sepuluh lengan di depanmu dan sepuluh lengan di belakangmu. Ketika kamu masuk rumah, kamu akan melihat sesuatu yang gelap. Maka pukullah ia sampai pergi menghilang karena ia adalah setan." Qotadah pulang ke rumahnya dan dahan tersebut menerangi jalannya. Ketika memasuki rumah, Qotadah menemukan kegelapan tersebut dan memukulnya hingga kegelapan itu pergi.
Berkat sentuhan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, domba betina yang tidak pernah kawin milik Abdullah bin Mas'ud dan domba milik Miqdad menghasilkan pasokan susu yang melimpah.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengusap wajah Qotadah bin Milhan dan wajah beliau jadi bersinar dengan sedemikian rupa sehingga ketika seseorang memandang wajah beliau maka bagaikan sedang melihat ke cermin.
Handzolah bin Hudzaim juga diberkati dengan disentuh kepalanya oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Suatu hari seorang pria datang pada Handzolah dengan domba-dombanya. Wajah pria itu bengkak dan kelenjar susu dombanya juga bengkak. Bagian-bagian yang bengkak disentuhkan pada bagian tubuh Handzolah yang pernah disentuh tangan Nabi, kemudian bengkak-bengkak hilang.
Selama konflik Hunain, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengambil segenggam debu dan melemparkannya ke wajah orang-orang kafir sambil berkata, "Semoga wajah mereka jadi buruk!" Mereka berbalik dan mengusap kotoran dari mata mereka.
Suatu ketika Abu Hurairah datang kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan mengeluhkan sifatnya yang pelupa. Maka baginda memberitahu Abu Hurairah agar membentangkan jubahnya dan baginda menyekop tangan baginda ke dalamnya. Lalu baginda bilang kepada Abu Hurairah agar jubah tersebut digeser kepada baginda, dan ini dilakukannya. Setelah itu Abu Hurairah jadi tidak pelupa.
Malam itu hujan mengguyur dan Qotadah bin Nu'man telah solat maghrib bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Lalu baginda memberi Qotadah dahan pohon kurma seraya berkata, "Ambillah ini denganmu. Dahan ini akan menjadi senter bagimu, yang cahayanya akan menerangimu sepanjang sepuluh lengan di depanmu dan sepuluh lengan di belakangmu. Ketika kamu masuk rumah, kamu akan melihat sesuatu yang gelap. Maka pukullah ia sampai pergi menghilang karena ia adalah setan." Qotadah pulang ke rumahnya dan dahan tersebut menerangi jalannya. Ketika memasuki rumah, Qotadah menemukan kegelapan tersebut dan memukulnya hingga kegelapan itu pergi.
Berkat sentuhan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, domba betina yang tidak pernah kawin milik Abdullah bin Mas'ud dan domba milik Miqdad menghasilkan pasokan susu yang melimpah.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengusap wajah Qotadah bin Milhan dan wajah beliau jadi bersinar dengan sedemikian rupa sehingga ketika seseorang memandang wajah beliau maka bagaikan sedang melihat ke cermin.
Handzolah bin Hudzaim juga diberkati dengan disentuh kepalanya oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Suatu hari seorang pria datang pada Handzolah dengan domba-dombanya. Wajah pria itu bengkak dan kelenjar susu dombanya juga bengkak. Bagian-bagian yang bengkak disentuhkan pada bagian tubuh Handzolah yang pernah disentuh tangan Nabi, kemudian bengkak-bengkak hilang.
Selama konflik Hunain, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengambil segenggam debu dan melemparkannya ke wajah orang-orang kafir sambil berkata, "Semoga wajah mereka jadi buruk!" Mereka berbalik dan mengusap kotoran dari mata mereka.
Suatu ketika Abu Hurairah datang kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan mengeluhkan sifatnya yang pelupa. Maka baginda memberitahu Abu Hurairah agar membentangkan jubahnya dan baginda menyekop tangan baginda ke dalamnya. Lalu baginda bilang kepada Abu Hurairah agar jubah tersebut digeser kepada baginda, dan ini dilakukannya. Setelah itu Abu Hurairah jadi tidak pelupa.