-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 179
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, memperingatkan, "Umatku akan hancur di bawah tangan para pemuda dari Quraisy." Dalam riwayat lain, Abu Hurairah memberitahu bahwa baginda bersabda, "Jika menginginkan, aku bisa menyebut nama-nama mereka untuk kalian, anak dari fulan dan anak dari fulan."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat kedatangan orang-orang Qodariyah (sekte Qodariyah), para penyangkal takdir.
(Sisipan Syeikh Darwish: Qodiani adalah sekte menyimpang yang didorong dan didukung oleh Inggris)
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga mengatakan golongan Ansor akan berkurang jumlahnya sampai mereka menjadi bagaikan garam dalam makanan, dan kedudukan mereka terus menyusut sampai tak satu kelompokpun dari mereka tersisa dan bahwa mereka akan tertindas setelah baginda wafat.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang orang-orang Khawarij (golongan Khawarij) sebuah sekte yang menyimpang, dan menggambarkan mereka semua bahkan sampai yang cacat sekalipun beserta jati diri mereka, dan bahwa mereka dikenal dengan dicukurnya kepala mereka.
(Sisipan Syeikh Darwish: Doktrin orang-orang Khawarij telah dihidupkan kembali oleh Ibnu Taimiyah dan selanjutnya diadopsi oleh para penganut Ibnu Taimiyah yaitu orang-orang Wahabi. Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya telah menyerupakan Tuhan dengan makhluk-Nya, dengan membuat pernyataan bahwa Sang Pencipta mempunyai fisik seperti manusia makhluk yang telah diciptakan-Nya. Kepalsuan ini telah membentuk dasar keyakinan (aqidah) mereka. Jika diperhatikan, di antara cara manuver Wahabi adalah mendekati pihak-pihak pemerintahan, dan seiring berjalannya waktu, mereka menyusup serta mengubah kebijakan yang sekiranya menguntungkan mereka. Taktik fanatik mereka menghadapi para ulama moderat terlihat jelas di Afghanistan, Irak dan Afrika Timur)
Perihal keadaan menjelang akhir zaman, Nabi dan pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa pengembala kambing akan mengepalai manusia, orang-orang yang telanjang dan yang tak beralas kaki akan bersaing dalam konstruksi bangunan-bangunan tinggi, (ini jadi kenyataan saat orang-orang Badui Najed mengambil alih wilayah Arab dengan bangunan-bangunan tingginya - paling terasa di Mekah dan Madinah. Mereka memonopoli kekayaan mereka dari akomodasi sewa bangunan selama haji dan umrah, yang digunakan untuk mempengaruhi dan menyebarkan doktrin Wahabi mereka), dan para ibu akan melahirkan majikan mereka.
Quraisy dan para sekutu mereka selama-lamanya tidak akan menaklukkan baginda, namun baginda yang akan menaklukkan mereka.
Baginda bersabda, "Akan terjadi dua wabah kematian setelah pembukaan Baitul Maqdis (penaklukan Yerusalem)" Selama masa kekhalifahan Umar, nubuat baginda menjadi kenyataan.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat, "Para Sahabat akan menaklukkan lautan (diatas kapal) bagaikan para raja di atas singgasana, dan jika agama telah digantung di bintang Tsuroyyaa (planet Pleaides) orang-orang Persia akan memperolehnya." (Ini merujuk pada hijrahnya para ulama tradisional demi pengetahuan Islam yang lebih luas).
Ketika berada di sebuah ekspedisi, badai angin bertiup dan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya, "Badai ini berhembus untuk kematian seorang munafik." Sekembalinya ke Madinah, mereka menemukan perkataan nubuat baginda jadi kenyataan.
Baginda berbicara tentang seseorang yang mencuri jubah serta memberitahu para Sahabat di mana jubah tersebut.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya mengenai sebuah surat yang ditulis Hatib dan diberikan kepada seorang wanita dari Muzainah agar disampaikan ke keluarganya di Mekah. Surat itu untuk memperingatkan keluarga Hatib maksud perjalanan mereka.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa akan membunuh Ubay bin
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat kedatangan orang-orang Qodariyah (sekte Qodariyah), para penyangkal takdir.
(Sisipan Syeikh Darwish: Qodiani adalah sekte menyimpang yang didorong dan didukung oleh Inggris)
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga mengatakan golongan Ansor akan berkurang jumlahnya sampai mereka menjadi bagaikan garam dalam makanan, dan kedudukan mereka terus menyusut sampai tak satu kelompokpun dari mereka tersisa dan bahwa mereka akan tertindas setelah baginda wafat.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang orang-orang Khawarij (golongan Khawarij) sebuah sekte yang menyimpang, dan menggambarkan mereka semua bahkan sampai yang cacat sekalipun beserta jati diri mereka, dan bahwa mereka dikenal dengan dicukurnya kepala mereka.
(Sisipan Syeikh Darwish: Doktrin orang-orang Khawarij telah dihidupkan kembali oleh Ibnu Taimiyah dan selanjutnya diadopsi oleh para penganut Ibnu Taimiyah yaitu orang-orang Wahabi. Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya telah menyerupakan Tuhan dengan makhluk-Nya, dengan membuat pernyataan bahwa Sang Pencipta mempunyai fisik seperti manusia makhluk yang telah diciptakan-Nya. Kepalsuan ini telah membentuk dasar keyakinan (aqidah) mereka. Jika diperhatikan, di antara cara manuver Wahabi adalah mendekati pihak-pihak pemerintahan, dan seiring berjalannya waktu, mereka menyusup serta mengubah kebijakan yang sekiranya menguntungkan mereka. Taktik fanatik mereka menghadapi para ulama moderat terlihat jelas di Afghanistan, Irak dan Afrika Timur)
Perihal keadaan menjelang akhir zaman, Nabi dan pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa pengembala kambing akan mengepalai manusia, orang-orang yang telanjang dan yang tak beralas kaki akan bersaing dalam konstruksi bangunan-bangunan tinggi, (ini jadi kenyataan saat orang-orang Badui Najed mengambil alih wilayah Arab dengan bangunan-bangunan tingginya - paling terasa di Mekah dan Madinah. Mereka memonopoli kekayaan mereka dari akomodasi sewa bangunan selama haji dan umrah, yang digunakan untuk mempengaruhi dan menyebarkan doktrin Wahabi mereka), dan para ibu akan melahirkan majikan mereka.
Quraisy dan para sekutu mereka selama-lamanya tidak akan menaklukkan baginda, namun baginda yang akan menaklukkan mereka.
Baginda bersabda, "Akan terjadi dua wabah kematian setelah pembukaan Baitul Maqdis (penaklukan Yerusalem)" Selama masa kekhalifahan Umar, nubuat baginda menjadi kenyataan.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat, "Para Sahabat akan menaklukkan lautan (diatas kapal) bagaikan para raja di atas singgasana, dan jika agama telah digantung di bintang Tsuroyyaa (planet Pleaides) orang-orang Persia akan memperolehnya." (Ini merujuk pada hijrahnya para ulama tradisional demi pengetahuan Islam yang lebih luas).
Ketika berada di sebuah ekspedisi, badai angin bertiup dan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya, "Badai ini berhembus untuk kematian seorang munafik." Sekembalinya ke Madinah, mereka menemukan perkataan nubuat baginda jadi kenyataan.
Baginda berbicara tentang seseorang yang mencuri jubah serta memberitahu para Sahabat di mana jubah tersebut.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya mengenai sebuah surat yang ditulis Hatib dan diberikan kepada seorang wanita dari Muzainah agar disampaikan ke keluarganya di Mekah. Surat itu untuk memperingatkan keluarga Hatib maksud perjalanan mereka.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa akan membunuh Ubay bin