-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 181
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahukan kematian Negus dari Abyssinia (Ethiopia) kepada para Sahabatnya pada hari yang sama ketika Negus meninggal dunia.
Sebelum seorang kurir tiba, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah memberitahu Fayruz, duta Persia, bahwa Kisra (raja Persia) meninggal dunia. Ketika kurir tiba dengan membawa berita tersebut, Fayruz membaca suratnya lantas memeluk Islam.
Suatu hari di Madinah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menemukan Abu Dzar sedang tidur di Masjid, baginda memberitahu bahwa dia akan diasingkan, seraya berkata, "Apa yang akan terjadi bila engkau dikeluarkan dari sini?" Abu Dzar menjawab, "Saya akan tinggal di Masjidilharam." Kemudian Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya, "Dan bagaimana bila engkau diusir dari sana?"
Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa yang pertama menyusul kepergian baginda diantara para istrinya adalah yang paling panjang tangan. Istri tersebut yaitu Siti Zainab putri Jahsh, semoga Allah meridhainya, yang dikenal sangat dermawan.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengatakan bahwa Al Husain, cucu baginda, akan mati syahid di Thoff (kemudian berganti nama menjadi Karbala). Baginda mengambil beberapa kotoran di tangannya dan berkata, "Makamnya adalah di dalamnya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata pada Gunung Hiro', "Kokohlah, diatasmu ada seorang nabi, seorang pria berhati tulus dan para syuhada." Ali, Umar, Usman, Tholhah dan Zubair mati syahid sedangkan Sa'ad diserang (ditusuk).
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memperingatkan, "Kiamat tidak akan datang sampai dua golongan saling berkelahi, dan satu sama lain saling mengklaim sesuatu yang sama."
Seorang Yahudi di Madinah yang bernama Labid bin A’shom adalah seorang penyihir. Labid bin A’shom telah didekati oleh rekan sesama Yahudi dari Khaibar yang memintanya membuat ramuan mantera mematikan melawan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah menggambarkan sihir Labid bin A’shom dan apa saja yang digunakan. Baginda mengungkap kepada para Sahabatnya bahwa Labid memakai sebuah sisir dan beberapa helai rambut baginda serta seludang pohon palem jantan, dan Labid melemparkan semuanya itu ke dalam sumur Dzarwaan. Para Sahabat pergi ke sumur dan menemukan ramuan itu tepat seperti yang telah digambarkan oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menggambarkan Yerusalem secara terperinci kepada orang-orang kafir ketika mereka tidak mempercayai perjalanan baginda selama Isro' Mi'roj.
Setiap nubuat baginda, tentang kejadian di masanya maupun di masa setelahnya, sudah terpenuhi sebagaimana yang telah baginda gambarkan. Di antara yang belum terpenuhi adalah sebagai berikut, "Kemakmuran Yerusalem adalah (tanda) kehancuran Madinah. Kehancuran Madinah akan menyalakan perkelahian sengit. Kemunculan perkelahian sengit akan (menandakan) penaklukan Konstantinopel (Istambul).
Pembahasan diatas hanyalah sekilas pandang rangkaian peristiwa yang mengiringi perjalanan waktu, termasuk juga berita seputar Kebangkitan manusia yang akan berkumpul di Padang Mahsyar, dan informasi apa yang akan terjadi pada mereka yang di Surga dan di Neraka, serta beragam kejadian pada Hari Kiamat.
Hadis yang dikutip pada materi ini, sekiranya telah mencukupi. Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut, bisa melihat didalam acuan utama Ilmu Hadis.
(Mukjizat Isro’ Mi’roj - Perjalanan Malam dan Pendakian ke Langit - akan dibahas tersendiri dalam materi “Isro’ Mi’roj”)
Sebelum seorang kurir tiba, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah memberitahu Fayruz, duta Persia, bahwa Kisra (raja Persia) meninggal dunia. Ketika kurir tiba dengan membawa berita tersebut, Fayruz membaca suratnya lantas memeluk Islam.
Suatu hari di Madinah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menemukan Abu Dzar sedang tidur di Masjid, baginda memberitahu bahwa dia akan diasingkan, seraya berkata, "Apa yang akan terjadi bila engkau dikeluarkan dari sini?" Abu Dzar menjawab, "Saya akan tinggal di Masjidilharam." Kemudian Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya, "Dan bagaimana bila engkau diusir dari sana?"
Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bernubuat bahwa yang pertama menyusul kepergian baginda diantara para istrinya adalah yang paling panjang tangan. Istri tersebut yaitu Siti Zainab putri Jahsh, semoga Allah meridhainya, yang dikenal sangat dermawan.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengatakan bahwa Al Husain, cucu baginda, akan mati syahid di Thoff (kemudian berganti nama menjadi Karbala). Baginda mengambil beberapa kotoran di tangannya dan berkata, "Makamnya adalah di dalamnya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata pada Gunung Hiro', "Kokohlah, diatasmu ada seorang nabi, seorang pria berhati tulus dan para syuhada." Ali, Umar, Usman, Tholhah dan Zubair mati syahid sedangkan Sa'ad diserang (ditusuk).
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memperingatkan, "Kiamat tidak akan datang sampai dua golongan saling berkelahi, dan satu sama lain saling mengklaim sesuatu yang sama."
Seorang Yahudi di Madinah yang bernama Labid bin A’shom adalah seorang penyihir. Labid bin A’shom telah didekati oleh rekan sesama Yahudi dari Khaibar yang memintanya membuat ramuan mantera mematikan melawan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah menggambarkan sihir Labid bin A’shom dan apa saja yang digunakan. Baginda mengungkap kepada para Sahabatnya bahwa Labid memakai sebuah sisir dan beberapa helai rambut baginda serta seludang pohon palem jantan, dan Labid melemparkan semuanya itu ke dalam sumur Dzarwaan. Para Sahabat pergi ke sumur dan menemukan ramuan itu tepat seperti yang telah digambarkan oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menggambarkan Yerusalem secara terperinci kepada orang-orang kafir ketika mereka tidak mempercayai perjalanan baginda selama Isro' Mi'roj.
Setiap nubuat baginda, tentang kejadian di masanya maupun di masa setelahnya, sudah terpenuhi sebagaimana yang telah baginda gambarkan. Di antara yang belum terpenuhi adalah sebagai berikut, "Kemakmuran Yerusalem adalah (tanda) kehancuran Madinah. Kehancuran Madinah akan menyalakan perkelahian sengit. Kemunculan perkelahian sengit akan (menandakan) penaklukan Konstantinopel (Istambul).
Pembahasan diatas hanyalah sekilas pandang rangkaian peristiwa yang mengiringi perjalanan waktu, termasuk juga berita seputar Kebangkitan manusia yang akan berkumpul di Padang Mahsyar, dan informasi apa yang akan terjadi pada mereka yang di Surga dan di Neraka, serta beragam kejadian pada Hari Kiamat.
Hadis yang dikutip pada materi ini, sekiranya telah mencukupi. Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut, bisa melihat didalam acuan utama Ilmu Hadis.
(Mukjizat Isro’ Mi’roj - Perjalanan Malam dan Pendakian ke Langit - akan dibahas tersendiri dalam materi “Isro’ Mi’roj”)