-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 188
Pada uraian diatas telah disebutkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memiliki pengetahuan beragam dialek Arab dan arti syair mereka.
Ilmu Nabi dalam bidang bahasa tidak hanya terbatas pada bahasa Arab. Pengetahuan baginda memungkinkan baginda bicara dalam berbagai bahasa. Baginda telah berbicara di Ethiopia dan Persia. Jika seseorang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempelajari aneka bahasa hanyalah mampu menyamai beberapa prestasi baginda, meskipun baginda tidak bisa membaca maupun menulis, ini sebagaimana yang telah difirmankan Allah bahwa baginda adalah Nabi buta huruf. Baginda tidak mempunyai hubungan dengan orang-orang yang bisa membaca dan menulis, serta tidak dibesarkan dalam masyarakat yang pandai baca tulis, baginda juga tidak mampu membaca materi pelajaran. Tidak ada yang tahu bahwa baginda memiliki kemampuan baca tulis.
Allah berfirman tentang Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Tidak pernah sebelumnya engkau melantunkan kitab manapun maupun menorehnya dengan tangan kananmu." (Al-Ankabut,29:48).
Orang-orang Arab sangat ahli dalam ilmu silsilah (garis keturunan), puisi kuno dan retorika, mereka sangat menguasai bidang ini dan telah mengabdikan diri untuk mempelajarinya serta mengkaji dan membahasnya. Bidang ini hanyalah segi lain samudera pengetahuan Nabi.
Tak ada ruang bagi siapapun bahkan yang tak beriman sekalipun, untuk menolak apa yang telah disebutkan diatas maupun menyangkalnya dengan menghadirkan sesuatu yang bertentangan, misalnya dengan menyatakan, "Dongengan orang-orang kuno." (Al-Furqon,25:5), atau "Makhluk hidup mengajarinya." (An-Nahl,16:103). Allah telah menjawab para penentang dengan berfirman, "Lisan yang dituduhkan kepadanya adalah Ajam (bukan-Arab), sedang ini adalah lisan bahasa Arab yang jelas." (An-Nahl,16:103)
Profil Nabi Muhammad dengan para Malaikat dan jin
Diantara mukjizat, tanda dan karunia besar yang dianugerahkan kepada baginda adalah kemampuan baginda berkomunikasi dengan para malaikat dan jin. Banyak laporan yang telah membicarakan hal ini. Allah telah memperkuat baginda dengan para Malaikat dan jin. Banyak juga Sahabat baginda yang telah melihat malaikat dan jin.
Allah memperingatkan, "Dan jika kamu saling gotong royong melawannya, maka (ketahuilah) sungguh Allah adalah Pelindungnya, dan Malaikat Jibril." (At-Tahrim,66:4).
Dia juga berfirman, "Ketika Penguasamu mewahyukan kepada para Malaikat, 'Sungguh Aku bersama kamu maka teguhkanlah mereka yang beriman." (Al-Anfal, 8:12). Juga, "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Penguasamu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, 'Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (Al-Anfal,8:9).
Dan, "(ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu serombongan jin yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala menghadirinya mereka berkata satu sama lain, 'Diamlah'." (Al-Ahqof,46:29).
Mengenai Kata kata-Nya, "Sungguh dia telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." (An-Najm,53:18) Abdullah bin Mas'ud mengatakan kepada kita bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah melihat malaikat Jibril dalam rupa yang sebenarnya dimana malaikat Jibril memiliki enam ratus sayap.
Kutipan terkait peristiwa Isro' Mi'roj yang masyhur, membahas tentang pembicaraan baginda dengan malaikat Jibril, malaikat Isrofil, demikian pula dengan malaikat lainnya, dan juga menceritakan bagaimana baginda menyaksikan banyaknya jumlah mereka dan keagungan rupa sebagian dari mereka.
Sebagaimana yang diuraikan sebelumnya, beberapa Sahabat baginda juga diberkati bisa melihat para malaikat pada waktu dan tempat yang berbeda. Salah satu penglihatan yang termasyhur adalah saat para Sahabat melihat malaikat Jibril yang menjelma berbentuk seorang lelaki dan datang menanyai Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tentang Islam, Iman (Kepercayaan) dan Ihsan (Kesempurnaan).
Ibnu
Ilmu Nabi dalam bidang bahasa tidak hanya terbatas pada bahasa Arab. Pengetahuan baginda memungkinkan baginda bicara dalam berbagai bahasa. Baginda telah berbicara di Ethiopia dan Persia. Jika seseorang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempelajari aneka bahasa hanyalah mampu menyamai beberapa prestasi baginda, meskipun baginda tidak bisa membaca maupun menulis, ini sebagaimana yang telah difirmankan Allah bahwa baginda adalah Nabi buta huruf. Baginda tidak mempunyai hubungan dengan orang-orang yang bisa membaca dan menulis, serta tidak dibesarkan dalam masyarakat yang pandai baca tulis, baginda juga tidak mampu membaca materi pelajaran. Tidak ada yang tahu bahwa baginda memiliki kemampuan baca tulis.
Allah berfirman tentang Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Tidak pernah sebelumnya engkau melantunkan kitab manapun maupun menorehnya dengan tangan kananmu." (Al-Ankabut,29:48).
Orang-orang Arab sangat ahli dalam ilmu silsilah (garis keturunan), puisi kuno dan retorika, mereka sangat menguasai bidang ini dan telah mengabdikan diri untuk mempelajarinya serta mengkaji dan membahasnya. Bidang ini hanyalah segi lain samudera pengetahuan Nabi.
Tak ada ruang bagi siapapun bahkan yang tak beriman sekalipun, untuk menolak apa yang telah disebutkan diatas maupun menyangkalnya dengan menghadirkan sesuatu yang bertentangan, misalnya dengan menyatakan, "Dongengan orang-orang kuno." (Al-Furqon,25:5), atau "Makhluk hidup mengajarinya." (An-Nahl,16:103). Allah telah menjawab para penentang dengan berfirman, "Lisan yang dituduhkan kepadanya adalah Ajam (bukan-Arab), sedang ini adalah lisan bahasa Arab yang jelas." (An-Nahl,16:103)
Profil Nabi Muhammad dengan para Malaikat dan jin
Diantara mukjizat, tanda dan karunia besar yang dianugerahkan kepada baginda adalah kemampuan baginda berkomunikasi dengan para malaikat dan jin. Banyak laporan yang telah membicarakan hal ini. Allah telah memperkuat baginda dengan para Malaikat dan jin. Banyak juga Sahabat baginda yang telah melihat malaikat dan jin.
Allah memperingatkan, "Dan jika kamu saling gotong royong melawannya, maka (ketahuilah) sungguh Allah adalah Pelindungnya, dan Malaikat Jibril." (At-Tahrim,66:4).
Dia juga berfirman, "Ketika Penguasamu mewahyukan kepada para Malaikat, 'Sungguh Aku bersama kamu maka teguhkanlah mereka yang beriman." (Al-Anfal, 8:12). Juga, "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Penguasamu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, 'Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (Al-Anfal,8:9).
Dan, "(ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu serombongan jin yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala menghadirinya mereka berkata satu sama lain, 'Diamlah'." (Al-Ahqof,46:29).
Mengenai Kata kata-Nya, "Sungguh dia telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." (An-Najm,53:18) Abdullah bin Mas'ud mengatakan kepada kita bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah melihat malaikat Jibril dalam rupa yang sebenarnya dimana malaikat Jibril memiliki enam ratus sayap.
Kutipan terkait peristiwa Isro' Mi'roj yang masyhur, membahas tentang pembicaraan baginda dengan malaikat Jibril, malaikat Isrofil, demikian pula dengan malaikat lainnya, dan juga menceritakan bagaimana baginda menyaksikan banyaknya jumlah mereka dan keagungan rupa sebagian dari mereka.
Sebagaimana yang diuraikan sebelumnya, beberapa Sahabat baginda juga diberkati bisa melihat para malaikat pada waktu dan tempat yang berbeda. Salah satu penglihatan yang termasyhur adalah saat para Sahabat melihat malaikat Jibril yang menjelma berbentuk seorang lelaki dan datang menanyai Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tentang Islam, Iman (Kepercayaan) dan Ihsan (Kesempurnaan).
Ibnu