-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 218
Nasehat (sikap tulus) untuk Allah ialah meyakini secara teguh Keesaan Allah, serta menggambarkan Allah sebagaimana Allah menggambarkan diri-Nya sendiri dan tidak menghubungkan sifat-sifat-Nya dengan sifat-sifat makhluk ciptaan-Nya, senang pada apa yang dicintai-Nya dan menghindari apa yang dibenci oleh-Nya serta tulus ikhlas dalam beribadah kepada-Nya.
Nasehat (sikap tulus) untuk Kitab-Nya ialah beriman kepadanya, bertindak sesuai dengannya, membaguskan lantunannya, merendahkan hati kepadanya, menghormatinya, memahaminya dan mencari hukum didalamnya serta melindungi Kitab Allah dari kesalahan penafsiran orang-orang yang fanatik dan gempuran orang-orang yang sesat.
Nasehat (sikap tulus) untuk Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, ialah membenarkan kenabian baginda dan apa yang dibawa baginda, menunjukkan ketaatan pada apa yang disuruh baginda dan menjauhkan diri dari apa yang dilarang baginda, memegang teguh sunnah baginda dan menyebarkannya, mendorong orang-orang untuk mengerjakan sunnah dan menyeru mereka kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, serta mengajak mereka beramal baik.
Nasehat para Sahabat untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selama masa hidup baginda adalah untuk membantu dan melindungi baginda, menentang musuh-musuh baginda, mentaati baginda, serta mengorbankan hidup dan harta demi perjuangan membela baginda. Ini sebagaimana yang terdapat didalam firman Allah, "Diantara kaum mukminin ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." (Al-Ahzab,33:23). "(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuang dijalan Allah dengan hartamu dan jiwamu." (As-Soff,61:11).
Setelah baginda wafat, nasehat kaum Muslimin untuk baginda adalah memastikan kemuliaan dan martabat baginda terpelihara sekaligus menunjukkan rasa hormat dan cinta yang besar untuk baginda, berjuang mempelajari sunnah baginda, memahami hukum yang dibangun baginda, menyayangi keluarga dan para Sahabat baginda, menghindari apapun yang tidak disukai baginda, serta membenci sekaligus mewaspadai apapun yang menyimpang dari sunnah baginda, berbelas kasih terhadap umat baginda, dan mencari segala pengetahuan tentang baginda, baik sifat, kehidupan maupun budi pekerti baginda, serta teguh dalam mengamalkan apa yang telah diajarkan baginda.
Dengan demikian, nasehat menjadi salah satu buah cinta dan tanda mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Imam Abu Qosim Al Qusyairi telah bermimpi melihat Amr bin Laits, salah satu raja Khurasan yang terkenal kepahlawanannya dan dikenal dengan sebutan "Ash-Shoffaar". Dalam mimpinya itu, Abu Qosim menanyai Amr, "Apa yang dilakukan Allah terhadapmu?" Amr menjawab, "Dia telah mengampuniku." Kemudian Abu Qosim bertanya mengapa Allah mengampuninya, lalu Amr menjawab, "Suatu hari aku naik ke puncak gunung dan aku memandang pada bala tentaraku. Jumlah mereka yang banyak membuatku senang, lalu aku berharap bisa bersama Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan datang untuk membantu dan mendukungnya. Karena inilah, Allah bersyukur dengan mengampuniku."
Nasehat untuk para pemimpin Islam adalah mematuhi mereka saat mereka menyuruh pada kebenaran, membantu mereka dalam kebenaran, menyuruh mereka berbuat benar dan mengingatkan dengan cara yang baik, menghimbau mereka pada hal-hal yang tidak mereka pedulikan dan berbagai urusan umat Islam yang mereka abaikan. Tidak sepatutnya menyerang dan menyulitkan para pemimpin, maupun mengasingkan mereka dari orang-orang atau melibatkan mereka pada suatu pertikaian.
Nasehat untuk orang awam di kalangan umat Islam adalah menuntun mereka pada hal-hal yang membawa kebaikan bagi mereka, membantu mereka dalam urusan agama maupun urusan duniawi dengan perkataan maupun perbuatan, memperingatkan orang-orang yang lalai, memberi informasi orang-orang yang tidak
Nasehat (sikap tulus) untuk Kitab-Nya ialah beriman kepadanya, bertindak sesuai dengannya, membaguskan lantunannya, merendahkan hati kepadanya, menghormatinya, memahaminya dan mencari hukum didalamnya serta melindungi Kitab Allah dari kesalahan penafsiran orang-orang yang fanatik dan gempuran orang-orang yang sesat.
Nasehat (sikap tulus) untuk Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, ialah membenarkan kenabian baginda dan apa yang dibawa baginda, menunjukkan ketaatan pada apa yang disuruh baginda dan menjauhkan diri dari apa yang dilarang baginda, memegang teguh sunnah baginda dan menyebarkannya, mendorong orang-orang untuk mengerjakan sunnah dan menyeru mereka kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, serta mengajak mereka beramal baik.
Nasehat para Sahabat untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selama masa hidup baginda adalah untuk membantu dan melindungi baginda, menentang musuh-musuh baginda, mentaati baginda, serta mengorbankan hidup dan harta demi perjuangan membela baginda. Ini sebagaimana yang terdapat didalam firman Allah, "Diantara kaum mukminin ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." (Al-Ahzab,33:23). "(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuang dijalan Allah dengan hartamu dan jiwamu." (As-Soff,61:11).
Setelah baginda wafat, nasehat kaum Muslimin untuk baginda adalah memastikan kemuliaan dan martabat baginda terpelihara sekaligus menunjukkan rasa hormat dan cinta yang besar untuk baginda, berjuang mempelajari sunnah baginda, memahami hukum yang dibangun baginda, menyayangi keluarga dan para Sahabat baginda, menghindari apapun yang tidak disukai baginda, serta membenci sekaligus mewaspadai apapun yang menyimpang dari sunnah baginda, berbelas kasih terhadap umat baginda, dan mencari segala pengetahuan tentang baginda, baik sifat, kehidupan maupun budi pekerti baginda, serta teguh dalam mengamalkan apa yang telah diajarkan baginda.
Dengan demikian, nasehat menjadi salah satu buah cinta dan tanda mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Imam Abu Qosim Al Qusyairi telah bermimpi melihat Amr bin Laits, salah satu raja Khurasan yang terkenal kepahlawanannya dan dikenal dengan sebutan "Ash-Shoffaar". Dalam mimpinya itu, Abu Qosim menanyai Amr, "Apa yang dilakukan Allah terhadapmu?" Amr menjawab, "Dia telah mengampuniku." Kemudian Abu Qosim bertanya mengapa Allah mengampuninya, lalu Amr menjawab, "Suatu hari aku naik ke puncak gunung dan aku memandang pada bala tentaraku. Jumlah mereka yang banyak membuatku senang, lalu aku berharap bisa bersama Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan datang untuk membantu dan mendukungnya. Karena inilah, Allah bersyukur dengan mengampuniku."
Nasehat untuk para pemimpin Islam adalah mematuhi mereka saat mereka menyuruh pada kebenaran, membantu mereka dalam kebenaran, menyuruh mereka berbuat benar dan mengingatkan dengan cara yang baik, menghimbau mereka pada hal-hal yang tidak mereka pedulikan dan berbagai urusan umat Islam yang mereka abaikan. Tidak sepatutnya menyerang dan menyulitkan para pemimpin, maupun mengasingkan mereka dari orang-orang atau melibatkan mereka pada suatu pertikaian.
Nasehat untuk orang awam di kalangan umat Islam adalah menuntun mereka pada hal-hal yang membawa kebaikan bagi mereka, membantu mereka dalam urusan agama maupun urusan duniawi dengan perkataan maupun perbuatan, memperingatkan orang-orang yang lalai, memberi informasi orang-orang yang tidak