-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 232
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berkata, 'Penguasa kami! ampunilah kami, dan saudara-saudara kami yang lebih dulu beriman, jangan jadikan kedengkian didalam hati kami terhadap mereka yang beriman.'" (Al-Hasyr, 59:10) Malik juga berpendapat, orang yang memicu kemarahan para Sahabat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah orang yang tidak beriman, ini didasarkan pada ayat yang berbunyi, "Untuk menimbulkan kemarahan orang-orang kafir melalui mereka." (Al-Hujurot, 48:29).
Abdullah bin Mubarak berkata, "Ada dua sifat baik yang akan membawa keselamatan bagi seseorang, yaitu berkata benar dan mencintai para Sahabat Muhammad."
Ayyub Sakhtiyani berkata, "Barangsiapa memuji para Sahabat Muhammad dengan pujian yang baik maka bebas dari kemunafikan. Barangsiapa melecehkan salah satu Sahabat, Tabi'in dan Tabi'tabi'in (tiga generasi awal Islam) maka telah menentang sunnah (Cara Kenabian) dan merupakan seorang ahli bid'ah (inovator). Aku khawatir amal perbuatan orang yang melecehkan mereka tidak akan naik ke langit sampai ia mencintai mereka semua dan hatinya membenarkan."
Tentang orang-orang Ansar, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Maafkan kesalahan mereka dan terimalah dari perbuatan baik mereka."
Malik bin Anas berkata, "Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengajarkan para pengikutnya akhlak yang mulia. Allah telah membimbing baginda dengan akhlak yang mulia, dan menjadikan baginda sebagai rahmat bagi semesta alam. Dalam kegelapan malam, baginda pergi ke Baqi' (tanah pemakaman dimana banyak keluarga dan Sahabat baginda dikebumikan) dan berdoa supaya mereka diampuni. Demikianlah yang diperintahkan Allah kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memerintahkan umatnya agar memiliki rasa cinta dan persahabatan dengan mereka serta menentang siapapun yang memusuhi mereka."
Benda dan tempat bersejarah yang terkait dengan Nabi mesti dihormati
Menghormati segala benda dan tempat yang berkaitan dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, baik di Mekah, Madinah atau tempat lainnya, juga termasuk bagian dari penghormatan dan penghargaan untuk baginda.
Karena begitu hormatnya kepada baginda, Malik tidak mengendarai kendaraan selama di Madinah. Malik berkata, " Aku malu kepada Allah, bila menginjak-injak dengan kaki binatang (hewan kendaraan) diatas tanah dimana Rasulullah dikebumikan."
Seorang pria di Madinah berkata, "Tanah Madinah buruk." Pernyataan mengejutkan ini menyebabkan Malik menjatuhkan keputusan melawannya bahwa orang itu mesti dipukul dan dipenjarakan. Orang itu mempunyai koneksi dengan para pejabat Madinah namun Malik tidak menarik kembali keputusannya dan berkata, "Ia mengklaim tanah dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dimakamkan tidak baik!"
Didalam hadis sahih diceritakan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda tentang Madinah, "Barangsiapa melakukan suatu inovasi di Madinah atau memberi naungan pada seorang inovator maka menjadi sasaran laknat Allah, para Malaikat dan semua orang. Allah tidak akan menerima pertukaran atau balasan apapun darinya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa bersumpah diatas mimbarku dengan suatu kebohongan maka akan disediakan tempat duduknya dari Api."
Seorang syekh yang saleh pergi haji dengan berjalan kaki. Ketika ditanya mengapa melakukan hal itu, ia menjawab, "Seorang hamba yang berdosa tidak datang ke rumah tuannya dengan berkendara! Seandainya aku bisa berjalan di atas kepalaku, aku tidak akan berjalan di atas kakiku!"
Penting sekali memuliakan dan menghormati tempat-tempat turunnya Wahyu, tempat dimana Malaikat Jibril dan Mikail berkunjung, tempat dimana para malaikat turun, tempat terdengarnya suara-suara peribadatan dan pengagungan,
Abdullah bin Mubarak berkata, "Ada dua sifat baik yang akan membawa keselamatan bagi seseorang, yaitu berkata benar dan mencintai para Sahabat Muhammad."
Ayyub Sakhtiyani berkata, "Barangsiapa memuji para Sahabat Muhammad dengan pujian yang baik maka bebas dari kemunafikan. Barangsiapa melecehkan salah satu Sahabat, Tabi'in dan Tabi'tabi'in (tiga generasi awal Islam) maka telah menentang sunnah (Cara Kenabian) dan merupakan seorang ahli bid'ah (inovator). Aku khawatir amal perbuatan orang yang melecehkan mereka tidak akan naik ke langit sampai ia mencintai mereka semua dan hatinya membenarkan."
Tentang orang-orang Ansar, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Maafkan kesalahan mereka dan terimalah dari perbuatan baik mereka."
Malik bin Anas berkata, "Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengajarkan para pengikutnya akhlak yang mulia. Allah telah membimbing baginda dengan akhlak yang mulia, dan menjadikan baginda sebagai rahmat bagi semesta alam. Dalam kegelapan malam, baginda pergi ke Baqi' (tanah pemakaman dimana banyak keluarga dan Sahabat baginda dikebumikan) dan berdoa supaya mereka diampuni. Demikianlah yang diperintahkan Allah kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memerintahkan umatnya agar memiliki rasa cinta dan persahabatan dengan mereka serta menentang siapapun yang memusuhi mereka."
Benda dan tempat bersejarah yang terkait dengan Nabi mesti dihormati
Menghormati segala benda dan tempat yang berkaitan dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, baik di Mekah, Madinah atau tempat lainnya, juga termasuk bagian dari penghormatan dan penghargaan untuk baginda.
Karena begitu hormatnya kepada baginda, Malik tidak mengendarai kendaraan selama di Madinah. Malik berkata, " Aku malu kepada Allah, bila menginjak-injak dengan kaki binatang (hewan kendaraan) diatas tanah dimana Rasulullah dikebumikan."
Seorang pria di Madinah berkata, "Tanah Madinah buruk." Pernyataan mengejutkan ini menyebabkan Malik menjatuhkan keputusan melawannya bahwa orang itu mesti dipukul dan dipenjarakan. Orang itu mempunyai koneksi dengan para pejabat Madinah namun Malik tidak menarik kembali keputusannya dan berkata, "Ia mengklaim tanah dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dimakamkan tidak baik!"
Didalam hadis sahih diceritakan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda tentang Madinah, "Barangsiapa melakukan suatu inovasi di Madinah atau memberi naungan pada seorang inovator maka menjadi sasaran laknat Allah, para Malaikat dan semua orang. Allah tidak akan menerima pertukaran atau balasan apapun darinya."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa bersumpah diatas mimbarku dengan suatu kebohongan maka akan disediakan tempat duduknya dari Api."
Seorang syekh yang saleh pergi haji dengan berjalan kaki. Ketika ditanya mengapa melakukan hal itu, ia menjawab, "Seorang hamba yang berdosa tidak datang ke rumah tuannya dengan berkendara! Seandainya aku bisa berjalan di atas kepalaku, aku tidak akan berjalan di atas kakiku!"
Penting sekali memuliakan dan menghormati tempat-tempat turunnya Wahyu, tempat dimana Malaikat Jibril dan Mikail berkunjung, tempat dimana para malaikat turun, tempat terdengarnya suara-suara peribadatan dan pengagungan,