-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 244
Uraian yang dibahas didalam bab ini hanyalah secuwil dari banyaknya solawat, baik yang singkat maupun yang panjang, didalam memuji Nabi yang kita cintai dan keluarga baginda, pujian dan kesejahteraan atas mereka semua.
Baginda telah mengajari Ibnu Mas'ud agar ketika duduk pada rakaat yang terakhir didalam solat, supaya mengucapkan, "Kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmmat Allah dan keberkatan-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas para penyembah Allah yang saleh."
Doa Imam Ali didalam duduk rakaat terakhir solatnya, setelah bersaksi untuk Keesaan Allah sebelum salam, berbunyi: "Kesejahteraan atas Nabi. Kesejahteraan atas semua nabi dan rasul Allah. Kesejahteraan atas Rasulullah, kesejahteraan atas Muhammad bin Abdullah. Kesejahteraan atas kami dan atas semua orang beriman, laki-laki maupun perempuan, yang hadir maupun yang tidak hadir. Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan terimalah syafaat baginda, dan ampunilah Ahli Rumah baginda. Ampunilah aku serta kedua orangtuaku dan keturunan mereka, dan kasihanilah kedua orangtuaku. Kesejahteraan atas semua penyembah Allah yang saleh. Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
Abu Umar bin Abdul Barr dan yang lainnya berpendapat, hendaknya kita tidak memintakan rahmat untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, namun sepatutnya memuji baginda dan memintakan keberkatan istimewa untuk baginda. Mereka mengatakan, rahmat dan ampunan seharusnya hanya dimintakan untuk orang selain baginda.
Didalam solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Abu Muhammad bin Abu Zaid menyertakan kalimat, "Ya Allah, rahmatilah Muhammad (sebab baginda diutus sebagai rahmat) dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim." Kalimat yang disertakan Abu Muhammad ini bukan dari hadis sahih, tetapi berdasarkan kata-kata didalam salam yang berbunyi, "Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
@ Keutamaan solawat
107. Keutamaan bersolawat, memuji dan mendoakan Nabi Muhammad
Abdullah bin Amr meriwayatkan sabda Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Saat kalian mendengar Panggilan Solat (azan), ucapkanlah seperti yang diucapkannya dan mintakan keberkatan untukku. Barangsiapa memintakan keberkatan untukku satu kali, Allah memberkatinya sepuluh kali. Selanjutnya mintakan pangkat wasilah untukku yaitu sebuah pangkat di Surga yang disediakan hanya untuk satu diantara para penyembah Allah dan aku berharap wasilah itu buatku. Syafaatku dicurahkan bagi siapa saja yang memintakan pangkat "wasilah" untukku."
Sebuah kabar baik disampaikan Anas yang memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Siapa memintakan keberkatan atasku sekali, maka Allah memberkatinya sepuluh kali dan menghapus sepuluh dosanya serta mengangkatnya sepuluh derajat." Juga terdapat kata-kata tambahan, "dan sepuluh kebaikan ditulis untuknya."
Abdurrohman bin Auf meriwayatkan, suatu hari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bercerita, "Aku telah bertemu malaikat Jibril yang kemudian memberitahu aku, 'Saya memberimu kabar gembira bahwa Allah telah berfirman, "Barangsiapa memintakan kesejahteraan untukmu, Dia akan memberi pahala kesejahteraan kepadanya. Barangsiapa bersolawat kepadamu, maka Dia melimpahkan rahmat kepadanya."
Baginda telah mengajari Ibnu Mas'ud agar ketika duduk pada rakaat yang terakhir didalam solat, supaya mengucapkan, "Kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmmat Allah dan keberkatan-Nya. Kesejahteraan atas kami dan atas para penyembah Allah yang saleh."
Doa Imam Ali didalam duduk rakaat terakhir solatnya, setelah bersaksi untuk Keesaan Allah sebelum salam, berbunyi: "Kesejahteraan atas Nabi. Kesejahteraan atas semua nabi dan rasul Allah. Kesejahteraan atas Rasulullah, kesejahteraan atas Muhammad bin Abdullah. Kesejahteraan atas kami dan atas semua orang beriman, laki-laki maupun perempuan, yang hadir maupun yang tidak hadir. Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan terimalah syafaat baginda, dan ampunilah Ahli Rumah baginda. Ampunilah aku serta kedua orangtuaku dan keturunan mereka, dan kasihanilah kedua orangtuaku. Kesejahteraan atas semua penyembah Allah yang saleh. Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
Abu Umar bin Abdul Barr dan yang lainnya berpendapat, hendaknya kita tidak memintakan rahmat untuk Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, namun sepatutnya memuji baginda dan memintakan keberkatan istimewa untuk baginda. Mereka mengatakan, rahmat dan ampunan seharusnya hanya dimintakan untuk orang selain baginda.
Didalam solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Abu Muhammad bin Abu Zaid menyertakan kalimat, "Ya Allah, rahmatilah Muhammad (sebab baginda diutus sebagai rahmat) dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim." Kalimat yang disertakan Abu Muhammad ini bukan dari hadis sahih, tetapi berdasarkan kata-kata didalam salam yang berbunyi, "Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
@ Keutamaan solawat
107. Keutamaan bersolawat, memuji dan mendoakan Nabi Muhammad
Abdullah bin Amr meriwayatkan sabda Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Saat kalian mendengar Panggilan Solat (azan), ucapkanlah seperti yang diucapkannya dan mintakan keberkatan untukku. Barangsiapa memintakan keberkatan untukku satu kali, Allah memberkatinya sepuluh kali. Selanjutnya mintakan pangkat wasilah untukku yaitu sebuah pangkat di Surga yang disediakan hanya untuk satu diantara para penyembah Allah dan aku berharap wasilah itu buatku. Syafaatku dicurahkan bagi siapa saja yang memintakan pangkat "wasilah" untukku."
Sebuah kabar baik disampaikan Anas yang memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Siapa memintakan keberkatan atasku sekali, maka Allah memberkatinya sepuluh kali dan menghapus sepuluh dosanya serta mengangkatnya sepuluh derajat." Juga terdapat kata-kata tambahan, "dan sepuluh kebaikan ditulis untuknya."
Abdurrohman bin Auf meriwayatkan, suatu hari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bercerita, "Aku telah bertemu malaikat Jibril yang kemudian memberitahu aku, 'Saya memberimu kabar gembira bahwa Allah telah berfirman, "Barangsiapa memintakan kesejahteraan untukmu, Dia akan memberi pahala kesejahteraan kepadanya. Barangsiapa bersolawat kepadamu, maka Dia melimpahkan rahmat kepadanya."