-
Indonesian_Boxer_Muhammad_Ali_Prayer_Book, page : 213
Petunjuk: Untuk memanjatkan doa tambahan setelah shalat, tetaplah duduk di
posisi ting, dengan tangan dipegang, telapak tangan ke atas, tidak lebih dari enam inci dari
dada, di daerah jantung. Tangan mungkin dipegang serendah pangkuan, tapi
tidak pernah di atas bahu. Mata harus difokuskan di area tangan.
Permohonan di atas dapat dipanjatkan, seperti halnya doa-doa di halaman berikut.
122
123
AKHIR DARI
FASE PERTAMA
Petunjuk: Posisi di atas diasumsikan ketika penyembah ingin
mengungkapkan kata-kata pujian dan kemuliaan kepada Allah dalam bentuk doa yang disebut dzikir.
dedak Allah). Seseorang bebas duduk sesukanya atau mengambil qa'dah (duduk)
posisi, tanpa tangan bertumpu pada lutut. Setelah menunaikan kewajiban
shalat dan sunnah Nabi, seorang hamba Allah adalah untuk melibatkan dirinya dalam
mengingat Allah dengan merasakan Hadirat-Nya di dalam dan dengan merasakan
Kehadiran tanpa, hingga kepastian yang dirasakan hati akan Hadirat Allah sangat dalam
berakar di dalam dirinya dan dia mencapai perasaan abadi dari Hadirat Allah.
Lihat ilustrasi di halaman sebelah, yang menginstruksikan bagaimana menggunakan tangan sebagai penghitung
ketika mengucapkan kata-kata pujian kepada Allah.
posisi ting, dengan tangan dipegang, telapak tangan ke atas, tidak lebih dari enam inci dari
dada, di daerah jantung. Tangan mungkin dipegang serendah pangkuan, tapi
tidak pernah di atas bahu. Mata harus difokuskan di area tangan.
Permohonan di atas dapat dipanjatkan, seperti halnya doa-doa di halaman berikut.
122
123
AKHIR DARI
FASE PERTAMA
Petunjuk: Posisi di atas diasumsikan ketika penyembah ingin
mengungkapkan kata-kata pujian dan kemuliaan kepada Allah dalam bentuk doa yang disebut dzikir.
dedak Allah). Seseorang bebas duduk sesukanya atau mengambil qa'dah (duduk)
posisi, tanpa tangan bertumpu pada lutut. Setelah menunaikan kewajiban
shalat dan sunnah Nabi, seorang hamba Allah adalah untuk melibatkan dirinya dalam
mengingat Allah dengan merasakan Hadirat-Nya di dalam dan dengan merasakan
Kehadiran tanpa, hingga kepastian yang dirasakan hati akan Hadirat Allah sangat dalam
berakar di dalam dirinya dan dia mencapai perasaan abadi dari Hadirat Allah.
Lihat ilustrasi di halaman sebelah, yang menginstruksikan bagaimana menggunakan tangan sebagai penghitung
ketika mengucapkan kata-kata pujian kepada Allah.