Muhammad.com collection in 109 languages

  • Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 45

h150 إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا
Jika seorang hamba berislam lalu ia memperbagsu keislamannya Allah akan menulis baginya yang dahulu pernah dia lakukan, dan dihapus darinya segala keburukan yang dahulu ia lakukan. Setelah qishosh / ganjaran itu maka akan ditulis baginya setiap kebaikan sepuluh kali lipat hingga tujuh kali lipat dan keburukan ditulis setimpal (tidak dilipat-gandakan) kecuali jika Allah memaafkannya.

h151 مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Siapa yang akhir perkataannya laa ilaaha illallooh (tiada Tuhan selain Alah) maka ia masuk surga.

h152 أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَبَشَّرَنِي أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِكَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ قَالَ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ عَلَى رَغْمِ أَنْفِ أَبِي ذَرٍّ
Jibril – semoga salam tetap atasnya – datang kepadaku dan memberiku kabar gembira bahwa siapa yang mati dari umatmu (wahai Rasul) dan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu maka ia masuk surga, meskipun ia berzina, meskipun ia mencuri; meskipun ia berzina, meskipun ia mencuri; meskipun ia berzina, meskipun ia mencuri; meskipun Abu Dzarr tidak suka. [Diulangnya pernyataan yang terakhir karena pertanyaan Abu Dzarr yang seolah tak percaya jika orang yang mencuri dan berzina pun selama dia Islam, ia tetap masuk surga]

h153 ثِنْتانِ مُوجِبَتَانِ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
Ada dua hal yang mengharuskan: siapa yang mati dalam keadaan dia menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia masuk neraka; dan siapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah maka dia masuk surga.

h154 لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
[Sahabat Abu Huroiroh bertanya kepada Nabi SAW tentang siapa orang byang paling berhak atas syafaat beliau. Beliau menjawab:] Sungguh aku menduga bahwa tidak ada seorang pun bertanya kepadaku tentang masalah ini lebih dahulu darimu karena apa yang aku lihat dari rakusmu terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucap laa ilaaha illalloh dengan ikhlas / murni dari hatinya.

h155 عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Aku heran terhadap perkara orang mukmin. Sesungguhnya perkara orang mukmin semua baginya baik. Itu tidak ada bagi seorang pun kecuali bagi mukmin. Jika ia ditimpa sesuatu yang menyenangkan, ia bersyukur maka syukur itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesulitan maka ia bersabar, sabar itu baik baginya.