-
Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 150
Hendaknya kau mengambil seorang muazzin yang tidak mengambil upah atas azannya.
T213 عنوان | كراهية الخروج من المسجد بعد الأذان
Topik | Makruhnya keluar dari masjid setelah adzan
h549 أثر (أبو هريرة) رُوِيَ أَنَّهُ قَالَ حِيْنَ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ بَعْدَمَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَالَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
(Abu Huroyroh) diberitakan bahwa ia berkata ketika melihat seorang keluar dari masjid setelah dikumandangkan adzan asar di situ: Adapun orang ini, sungguh dia telab mendurhakai Abul Qosim / Rasululloh SAW.
T214 عنوان | ألفاظ الأذان وما يقال بعده
Topik | Lafadz – lafadz adzan dan apa saja yang di ucapkan setelahnya
h550 إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ.
Apabila muazzin berkata: “Alloohu Akbar Alloohu Akbar” maka hendaklah seseorang berkata: “Alloohu Akbar Alloohu Akbar”, kemudian jika ia berkata: “Asyhadu al-laa Ilaaha illallooh” hendaklah ia berkata: “Asyhadu al-laa Ilaaha illallooh”, lalu jika ia berkata: “Asyhadu anna Muhammadar Rosuulullooh” maka ia berkata: “Asyhadu anna Muhammadar Rosuulullooh”, kemudian bila ia berkata: “chayya `alash sholaah” maka ia berkata: “laa chaula wa laa quwwata illaa billaah”, lalu bila ia berkata : “chayya `alal falaach” maka ia berkata: “laa chaula wa laa quwwata illaa billaah”, kemudian bila ia berkata: “Alloohu Akbar Alloohu Akbar” maka ia berkata: “Alloohu Akbar Alloohu Akbar”, kemudian bila ia berkata: “laa Ilaaha illallooh” maka ia berkata: “laa ilaaha illallooh”, dari dalam hatinya maka ia masuk surga.
h551 إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ.
Apabila kalian mendengarkan muadzzin, maka katakanlah sebagaimana apa yang dikatakannya, kemudian bershalawatlah kalian kepadaku, maka sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu shalawat maka allah membalasnya sepuluh kali, kemudian mintalah untukku “Wasilah”, maka sesungguhnya ia adalah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk hamba dari pada hamba allah, dan aku berharap akulah yang mendapatkannya, maka barang siapa yang meminta wasilah untukku maka ia telah mendapat syafaat.
h552 مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Siapa yang membaca ketika mendengar mu-azzin: Ya Allah Tuhan Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan serta anugerahkanlah kepada beliau maqom mahmud (kedudukan yang terpuji) yang Kau janjikan.