Muhammad.com collection in 109 languages

  • Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 245

Topik | Shalat tasbih

h946 يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ، أَلَا أُعْطِيْكَ، أَلَا أَمْنَحُكَ، أَلَا أَحْبُوْكَ، أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ؟ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ، عَشْرُ خِصَالٍ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ * فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ مَرَّةً – *جَلْسَةٌ خَفِيْفَةٌ بَعْدَ الرَّكْعَةِ الْأُوْلَى وَالثَّالِثَةِ وَجَلْسَتَيِ التَّشَهُّدِ -
Wahai Abbas wahai paman, maukah engkau kuberi, maukah engkau kuberi, maukah engkau kuberi maukah aku lakukan padamu perkara ? apabila engaku melakukan hal tersebut maka Allah akan mengampuni untukmu dosamu baik di awal maupun akhirnya, yang dulu maupun yang baru, yang salah maupun yang sengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang. Sepuluh perkara : hendaklah engkau shalat rakaat seraya membaca di setiap rakaat surat pembuka alqur’an dan suatu surat, maka apabila engkau telah selesai dari membaca di awal setiap rakaat sedangkan kamu berdiri maka kau baca: (artinya) “maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar” kali, kemudian kamu ruku’ lalu membacanya sedangkan kamu dalam keadaan ruku’ kali, kemudian kamu mengangkat kepalamu dari ruku’ lalu membacanya kali, kemudian kamu turun dalam kepada sujud lalu membacanya kali, kemudian kamu mengangkat kepalamu dari sujud lalu kamu mengucapkannya kali, kemudian kamu sujud lalu mengucapkannya kali, kemudian kamu mengangkat kepalamu (bangun) lalu mengucapkannya kali, maka itu adalah di setiap rakaat, engkau melaksanakan itu di rakaat, apabila engkau mampu untuk shalat itu setiap hari sekali maka kerjakanlah, dan apabila kamu belum melaksanakannya maka di setiap jum’at sekali, dan bila belum kau laksanakan maka di setiap bulan satu kali, apabila kamu belum laksanakan maka di setiap tahun satu kali, dan apabila engkau belum melaksanakannya maka di umur hidupmu sekali. Duduk ringan setelah rakaat pertama, ketiga dan dua duduk tasyahhud

T400 عنوان | أوقات نهى عن صلاة النافلة فيها
Topik | Waktu-waktu yang dilarang shalat sunnah saat itu

h947 أثر (علي بن أبي طالب) أَنَّ النبيَ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَّا وَالشَّمْسُ مَرْتَفِعَةٌ.
(Ali bin Abi Tholib) ia berkata: Nabi SAW melarang sholat setelah ashar kecuali matahari masih tinggi.

h948 لَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ.

Tiada shalat setelah subuh hingga terbitnya matahari, dan tiada shalat setelah ashar hingga terbenamnya matahari.

h949 أثر (عقبة بن عامر) ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ