-
Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 377
h1463 أثر (عائشة) كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَطُوفُ حَجْرَةً مِنْ الرِّجَالِ لَا تُخَالِطُهُمْ.
('Aisyah) diberitakan bahwa ia thowaf tersendiri dari para laki-laki dan tidak bercampur dengan mereka.
T628 عنوان | الدعاء فى الطواف
Doa di saat thowaf
h1464 أثر (عبد الله بن السائب) أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول فيما بين ركن بني جمح والركن الأسود: {رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}
(Beliau SAW membaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:) Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.
h1465 أثر (عبد الله بن عمر) كان إذا استلم الحجر قال: اللهم إيمانا بك وتصديقا بكتابك وسنة نبيك ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم.
(Beliau SAW membaca ketika melambai tangan ke Hajar:) Ya Allah dengan percaya kepadaMu dan membenarkan kitabMu dan sunnah NabiMu. (Lalu beliau bersholawat).
T629 عنوان | السعى بين الصفا والمروة وما يتبع ذلك
Topik | Sa'iy antara Shofa dan Marwah serta hal-hal yang mengikutinya
h1466 أثر (عائشة) كَلَّا لَوْ كَانَتْ كَمَا تَقُولُ كَانَتْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لَا يَطَّوَّفَ بِهِمَا إِنَّمَا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِي الْأَنْصَارِ كَانُوا يُهِلُّونَ لِمَنَاةَ وَكَانَتْ مَنَاةُ حَذْوَ قُدَيْدٍ وَكَانُوا يَتَحَرَّجُونَ أَنْ يَطُوفُوا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى {إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوْ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا}.
('Aisyah) ia ditanya tentang Albaqoroh ayat bahwa ayat itu bermakna boleh dalam manasik untuk tidak sa'iy antara Shofa dan Marwah, ia berkata: Bukan demikian. Seandainya demikian maka berarti tidak ada dosa baginya untuk tidak sa'iy antara keduanya. Hanya saja ayat ini turun tentang orang-orang Anshor. Dahulu mereka berihrom untuk Manat (salah satu berhala) yang berada di sejajar Qudaid, dan mereka merasa berat untuk sa'iy antara Shofa dan Marwah (karenacasa berhala lain yakni Isaaf dan Naa-ilah. Ketika datang Islam mereka menanyakan itu kepada Rasululloh SAW tentang itu (yakni sa'iy di Shofa dan Marwah sedangkan di sana dahulu bekas berhala) maka Allah menurunkan ayat tersebut: "Sesungguhnya Shofa dan Marwah termasuk syi'ar-syi'ar Agama Allah, maka siapa saja yang berhajji ke Baitulloh atau berumroh maka tiada dosa baginya untuk mengerjakan sa'iy pada keduanya. (Q.S Al-Baqoroh: ). Sedangkan Rasululloh SAW sudah mensyariatkan sa'iy antara keduanya maka tidak boleh bagi seorang pun untuk meninggaljan sa'iy antara keduanya.