Muhammad.com collection in 109 languages

  • Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 514

bahwa ia mempunyai nasab yang terhormat, memang begitulah para rasul, mereka diutus (dari keluarga) yang mempunyai nasab luhur di antara kaumnya. Aku tanyakan padamu apakah ada seseorang dari kalian yang menyerukan kepada hal ini sebelumnya, engkau jawab belum pernah, menurutku, Bila ada orang yang pernah menyeru kepada hal ini sebelumnya, niscaya aku akan berkata; 'Dia Cuma mengikuti perkataan yang pernah diucapkan sebelumnya.' Aku tanyakan apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum ia mengatakan ini (mengaku menjadi Nabi), kau jawab belum pernah. Aku tahu tidaklah mungkin ia meninggalkan perkataan dusta kepada manusia kemudian dia berani berbohong kepada Allah 'azza wajalla. Aku tanyakan apakah kakek-kakeknya ada yang pernah menjadi raja, kau jawab tidak ada. Menurutku, Bila ada di antara kakek-kakeknya menjadi raja, pasti aku katakan; 'Dia hanya ingin mengembalikan kekuasaan leluhurnya.' Aku tanyakan kepadamu, apakah pemuka-pemuka masyarakat yang menjadi pengikutnya ataukah orang-orang lemah di antara mereka, kau jawab, orang-orang lemahlah yang mengikutinya. (Aku tahu), memang orang-orang lemahlah pengikut para rasul. Aku tanyakan kepadamu, apakah mereka bertambah atau berkurang, kau jawab bahwa mereka selalu bertambah. Begitulah halnya perkara iman sampai ia sempurna. Aku tanyakan kepadamu, apakah ada seseorang yang murtad karena benci kepada agamanya setelah memeluknya, kau jawab, tidak ada.
Begitulah halnya perkara iman ketika telah bercampur pesonanya dengan hati, tidak seorang pun membencinya. Aku tanyakan kepadamu, apakah ia pernah berkhianat, kau jawab, belum pernah. Begitulah para rasul, mereka tidak pernah berkhianat. Aku tanyakan kepadamu, apakah kalian memeranginya dan dia pun memerangi kalian, kau jawab, bahwa itu memang terjadi, dan peperangan kalian dengannya seimbang. Kadang kalian menang dan kadang kalah. Demikian juga para rasul, mereka mendapati berbagai ujian lalu memperoleh hasil yang baik. Lalu Kaisar bertanya; "Dia menyuruh kalian untuk apa?" Abu Sufyan berkata; Aku menjawab; "Dia menyuruh kami agar menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dia juga melarang kami dari menyembah sesembahan nenek moyang kami. Serta menyuruh kami untuk shalat, berkata jujur, menjaga kehormatan, menepati janji dan menunaikan amanah." Kaisar berkata; Ini adalah sifat nabi. Aku tahu bahwa dia akan diutus, tapi aku tidak menyangka bahwa dia dari (bangsa) kalian. Jika apa yang telah kau katakan adalah benar, maka ia akan dapat memiliki tempat kedua kakiku berdiri ini. Demi Allah, jika saja aku dapat memastikan bahwa aku akan bertemu dengannya niscaya aku memilih bertemu dengannya. Jika ada di sisinya, pasti aku cuci kedua kakinya (sebagai bentuk penghormatan)." Abu Sufyan berkata; Kemudian ia meminta Surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan membacakan. Isi surat itu; BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM (dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang). Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Heraclius penguasa Romawi, semoga keselamatan menyertai siapa saja yang mengikuti petunjuk (kebenaran). Amma Ba'du. Sesungguhnya aku menyerumu untuk memenuhi panggilan Islam, masuk Islamlah niscaya engkau selamat. Dan masuk Islamlah, niscaya Allah akan memberikan pahalaNya padamu dua kali lipat. Tapi jika engkau berpaling (menolak), maka engkau akan menanggung seluruh dosa orang-orang Romawi. Dan "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita