Muhammad.com collection in 109 languages

  • Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 699

mengabarkan kepadaku Sa'id bin Jubair(4) berkata; aku mengatakan kepada Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma(5); "Nauf Al Bakaly menganggap bahwa Musa teman Khadlir bukanlah Musa Bani Israa'il, tapi Musa yang lain. Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata: "Musuh Allah itu berdusta, sungguh telah bercerita kepada kami Ubay bin Ka'ab(6) dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Bahwa Musa tengah berdiri di hadapan Bani Isra'il memberikan khuthbah lalu dia ditanya: "Siapakah orang yang paling 'alim". Beliau 'Alaihissalam menjawab: "Aku". Seketika itu pula Allah Ta'ala mencelanya karena dia tidak diberi pengetahuan tentang itu. Lalu Allah Ta'ala memahyukan kepadanya: "Ada seorang hamba diantara hamba-hamba-Ku yang tinggal di pertemuan antara dua lautan yang dia lebih 'alim (pandai) darimu". Lalu Musa berkata: "Wahai Rabb, siapa yang bisa kujadikan teman untuk bertemu? ' Sufyan meriwayatkan dengan kalimat yang lain; "Wahai Rabb, bagaimana caraku (agar bisa bertemu)?. Allah berfirman: "Ambillah seekor ikan dan tempatkan dalam suatu keranjang dan kapan saja kamu kehilangan ikan tersebut itulah tanda petunjuknya". Sufyan juga meriwayatkan dengan kalimat lain; "Itulah tempat orang itu". Maka Musa ambil ikan dan diaruhnya dalam keranjang, lalu berangkat bersama muridnya bernama Yusya' bin Nun hingga ketika tiba pada batu besar, keduanya membaringkan kepalanya di batu itu hingga Musa tertidur. Kemudian ikan itu keluar dari keranjang diam-diam lalu melompat dan mengambil jalannya di laut (QS al-Kahfi ayat 61). Allah pun menahan aliran air yang dilewati ikan tersebut sehingga terbentuk seperti atap suatu bangunan atau membentuk suatu tanda. Maka Musa berkata; "Itulah tandanya yang bentuknya seperti atap". Maka keduanya melanjutkan sisa malam dan hari perjalannannya. Hingga pada siang harinya, Musa berkata kepada muridnya; "Bawalah kemari makanan kita, sungguh kita sudah sangat lelah dalam perjalanan ini'. ((QS al-Kahfi ayat 62). Tidaklah Musa merasakan kelelahan kecuali setelah sampai pada tempat yang dituju sebagaimana diperintahkan Allah Ta'ala. Maka muridnya berkata kepadanya: "Tahukah kamu ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi?, sesungguhnya aku lupa menceritakan ikan itu. Dan tidaklah yang melupakan aku ini kecuali syetan"). Berkata Musa: ("Itulah tempat yang kita cari. Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula". (QS al-Kahfi ayat 63). Saat itu, ikan tersebut mengambil jalannya sendiri di laut dan bagi keduanya ini suatu hal yang aneh. Musa berkata: "Itulah tempat yang kita cari". Lalu keduanya kembali dan mengikuti jejak mereka semula". (QS al-Kahfi ayat 64). Keduanya berbalik lalu menyusuri jejak sebelumnya hingga sampai kembali di batu dan ternyata di sana sudah ada seorang dengan pakaiannya yang lebar lalu Musa memberi salam. Orang tua itu membalas salamnya Musa lau berkata; "Bagaimana cara salam di tempatmu? Musa menjawab: "Aku adalah Musa". Orang tua itu balik bertanya: "Musa Bani Isra'il?". Jawab Musa: Ya, benar". Kata Musa selanjutnya: "Aku datang menemuimu agar kamu mengajariku "ilmu yang benar dari ilmu-ilmu yang benar yang telah diajarkan kepadamu". (QS al-Kahfi ayat 66). Orang tua itu berkata; "Wahai Musa, aku punya ilmu dari ilmu Allah yang telah Allah ajarkan kepadaku yang kamu tidak mengetahuinya dan begitu juga kamu punya ilmu dari ilmu Allah yang telah Allah ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya". Musa berkata; "Bolehkah aku mengikutimu? '. Dia menjawab: "Kamu sekali-kali tidak