-
Milenium_Biografi_Nabi_Muhammad_(Bahasa_Indonesia), page : 138
@ KEPUTUSAN Siti Aminah DAN ABD AL Muthalib
Abdullah adalah seorang pemuda ketika ia meninggal dan oleh karena itu
sangat sedikit untuk meninggalkan istri dan bayi yang belum lahir. Semua
ia mampu meninggalkan mereka adalah perawan Abyssinia bernama Barakah,
yang berarti 'berkah', beberapa unta, dan beberapa kambing. Barakah juga
dikenal dengan nama Umm Ayman.
Pada hari-hari itu adalah praktek yang mulia dan baik untuk dikerjakan
keluarga untuk mempercayakan bayi mereka yang baru lahir untuk perawatan
keluarga yang baik yang tinggal jauh dari Mekkah di mana bayi akan lebih
kecil kemungkinannya untuk kontrak banyak penyakit yang terlalu sering
disertai peziarah.
Di antara banyak keuntungan dari pengiriman yang baru lahir untuk
dibesarkan di padang gurun adalah bahwa itu ada bahwa bahasa Arab dalam
bentuk yang paling murni diucapkan, dan pemenuhan berbahasa Arab murni
adalah yang paling dicari setelah kualitas. Anak-anak juga belajar seni
penting dari kelangsungan hidup melalui saling mengasihidan menjaga satu
Abdullah adalah seorang pemuda ketika ia meninggal dan oleh karena itu
sangat sedikit untuk meninggalkan istri dan bayi yang belum lahir. Semua
ia mampu meninggalkan mereka adalah perawan Abyssinia bernama Barakah,
yang berarti 'berkah', beberapa unta, dan beberapa kambing. Barakah juga
dikenal dengan nama Umm Ayman.
Pada hari-hari itu adalah praktek yang mulia dan baik untuk dikerjakan
keluarga untuk mempercayakan bayi mereka yang baru lahir untuk perawatan
keluarga yang baik yang tinggal jauh dari Mekkah di mana bayi akan lebih
kecil kemungkinannya untuk kontrak banyak penyakit yang terlalu sering
disertai peziarah.
Di antara banyak keuntungan dari pengiriman yang baru lahir untuk
dibesarkan di padang gurun adalah bahwa itu ada bahwa bahasa Arab dalam
bentuk yang paling murni diucapkan, dan pemenuhan berbahasa Arab murni
adalah yang paling dicari setelah kualitas. Anak-anak juga belajar seni
penting dari kelangsungan hidup melalui saling mengasihidan menjaga satu