-
Milenium_Biografi_Nabi_Muhammad_(Bahasa_Indonesia), page : 162
Abu Thalib menjawab seperti praktik umum bagi seorang paman untuk merujuk
kepada keponakannya, "Dia adalah anakku". Mendengar itu Buhairah berkata,
"Dia tidak bisa menjadi anakmu dan kamu tidak bisa menjadi ayahnya, tidak
boleh hidup", dan Abu Thalib mengatakan kepadanya bahwa ia adalah benar
dan bahwa Muhammaditu bukan anaknya sendiri melainkan anak saudara
almarhum Abdullah.
Bahira tahu tanpa keraguan bahwa ini adalah anak muda ditakdirkan untuk
menjadi Nabi Allah terakhir dan memegang tangannya dan berkata, "Ini
adalah penguasa dunia. Allah akan mengirim dia sebagai rahmat bagi
semesta alam."
Pedagang Korayshi terkejut dan bertanya mengapa ia membuat pernyataan
seperti itu. Bahira mengatakan kepada mereka bahwa saat mereka melakukan
perjalanan menuju desa ia melihat awan mengambang di atas karavan,
mengikutinya, dan ketika kafilah berubah arah, awan juga berubah arah
bayangannya pelindungdi atasnya. Bahira juga mengingatkan mereka bahwa
ketika mereka tiba mereka semua berlindung dari matahari di bawah naungan
kepada keponakannya, "Dia adalah anakku". Mendengar itu Buhairah berkata,
"Dia tidak bisa menjadi anakmu dan kamu tidak bisa menjadi ayahnya, tidak
boleh hidup", dan Abu Thalib mengatakan kepadanya bahwa ia adalah benar
dan bahwa Muhammaditu bukan anaknya sendiri melainkan anak saudara
almarhum Abdullah.
Bahira tahu tanpa keraguan bahwa ini adalah anak muda ditakdirkan untuk
menjadi Nabi Allah terakhir dan memegang tangannya dan berkata, "Ini
adalah penguasa dunia. Allah akan mengirim dia sebagai rahmat bagi
semesta alam."
Pedagang Korayshi terkejut dan bertanya mengapa ia membuat pernyataan
seperti itu. Bahira mengatakan kepada mereka bahwa saat mereka melakukan
perjalanan menuju desa ia melihat awan mengambang di atas karavan,
mengikutinya, dan ketika kafilah berubah arah, awan juga berubah arah
bayangannya pelindungdi atasnya. Bahira juga mengingatkan mereka bahwa
ketika mereka tiba mereka semua berlindung dari matahari di bawah naungan