-
PenguasaYangSadar, page : 2
Waktu terus berlalu dan situasi negeri semakin memburuk. Para penduduk memutuskan
untuk pergi meminta petunjuk dari seorang penasehat yang terkenal paling bijak di negeri
itu, dan menanyakan padanya apa yang harus mereka lakukan. Penasehat itu sangat baik
budi pekertinya, dan sudah sering berusaha mengingatkan serta menasehati Bahram namun
dia selalu menolak tidak mau mendengarkannya.
Penasehat sadar akan permasalahan yang sedang di hadapi rakyat, dia berpikir beberapa
saat lalu berkata, "Aku menasehati kalian, keluarga kalian, serta semua orang di sekitar
kalian untuk segera pergi meninggalkan kota selama sepuluh hari, dan setelah itu kita lihat
apa yang terjadi selanjutnya." Para penduduk bergegas pergi kerumah mereka masing-
masing dan mengemasi barang-barangnya serta membawa perbekalan yang cukup. Mereka
meninggalkan kota saat Bahram sedang tertidur lelap.
Besoknya, saat Bahram bangun dari tidurnya, dia melihat keadaan jadi serba sepi. Di
langkahkan kakinya menuju jendela lalu dia memandang keluar jendela, yang bisa terlihat
pasar di kejauhan, dia kini jadi benar-benar kaget karena tak nampak satu orang pun disana.
untuk pergi meminta petunjuk dari seorang penasehat yang terkenal paling bijak di negeri
itu, dan menanyakan padanya apa yang harus mereka lakukan. Penasehat itu sangat baik
budi pekertinya, dan sudah sering berusaha mengingatkan serta menasehati Bahram namun
dia selalu menolak tidak mau mendengarkannya.
Penasehat sadar akan permasalahan yang sedang di hadapi rakyat, dia berpikir beberapa
saat lalu berkata, "Aku menasehati kalian, keluarga kalian, serta semua orang di sekitar
kalian untuk segera pergi meninggalkan kota selama sepuluh hari, dan setelah itu kita lihat
apa yang terjadi selanjutnya." Para penduduk bergegas pergi kerumah mereka masing-
masing dan mengemasi barang-barangnya serta membawa perbekalan yang cukup. Mereka
meninggalkan kota saat Bahram sedang tertidur lelap.
Besoknya, saat Bahram bangun dari tidurnya, dia melihat keadaan jadi serba sepi. Di
langkahkan kakinya menuju jendela lalu dia memandang keluar jendela, yang bisa terlihat
pasar di kejauhan, dia kini jadi benar-benar kaget karena tak nampak satu orang pun disana.