-
PenguasaYangSadar, page : 3
Dia tak habis pikir kenapa tidak ada orang di sekitarnya, maka di panggilnya si penasehat
bijak dan kemudian berkata kepadanya, "Seorang penguasa bisa berkuasa jika memiliki
rakyat, jika tidak ada rakyat, dia akan sengsara."
Bahram tidak pernah menyangka terjadi peristiwa seperti ini. Untuk jadi penguasa tentu dia
butuh rakyat. Dan sekarang untuk pertama kalinya, dia mempersiapkan diri untuk
mendengarkan penasehatnya dan bertanya, "Apa menurutmu yang sebaiknya kulakukan?"
Dengan santun penasehat itu menjawab, "Ubahlah perilaku anda!" Inilah yang pertama
dalam hidupnya, Bahram menerima nasihat dari penasehatnya itu dan berkata, "Aku janji
mulai sekarang aku akan menjadi penguasa yang adil, aku akan mendengarkan keluhan
rakyatku dan membantu mereka sebisa mungkin. Aku sadar selama ini aku telah salah dan
aku menyesal telah menyalahgunakan kekuasaanku. Allah telah menempatkan aku di
kedudukan yang seharusnya bisa dipercaya."
Ketika orang-orang mendengar berita bagus ini, mereka segera berkemas-kemas untuk
kembali ke negeri mereka. Bahram tetap memegang janjinya dan mulai detik itu dan
seterusnya, dia memerintah dengan keadilan dan kebijaksanaan. Ketahuilah, bahwa Allah
Maha Mengawasi.
bijak dan kemudian berkata kepadanya, "Seorang penguasa bisa berkuasa jika memiliki
rakyat, jika tidak ada rakyat, dia akan sengsara."
Bahram tidak pernah menyangka terjadi peristiwa seperti ini. Untuk jadi penguasa tentu dia
butuh rakyat. Dan sekarang untuk pertama kalinya, dia mempersiapkan diri untuk
mendengarkan penasehatnya dan bertanya, "Apa menurutmu yang sebaiknya kulakukan?"
Dengan santun penasehat itu menjawab, "Ubahlah perilaku anda!" Inilah yang pertama
dalam hidupnya, Bahram menerima nasihat dari penasehatnya itu dan berkata, "Aku janji
mulai sekarang aku akan menjadi penguasa yang adil, aku akan mendengarkan keluhan
rakyatku dan membantu mereka sebisa mungkin. Aku sadar selama ini aku telah salah dan
aku menyesal telah menyalahgunakan kekuasaanku. Allah telah menempatkan aku di
kedudukan yang seharusnya bisa dipercaya."
Ketika orang-orang mendengar berita bagus ini, mereka segera berkemas-kemas untuk
kembali ke negeri mereka. Bahram tetap memegang janjinya dan mulai detik itu dan
seterusnya, dia memerintah dengan keadilan dan kebijaksanaan. Ketahuilah, bahwa Allah
Maha Mengawasi.