-
KESALAHAN_WAHABI, page : 1
Referensi yang berlaku di kalangan Wahabi Akidah Wahabi pengikut Ibn Taimiyah yang mengaku Salaf Dalil akidah atau fikih Imam Syafi’i Akidah atau Fikih Imam Syafi’i pemimpin Ahlu Sunnah Wal Jamaah Pembahasan bidang Akidah atau Fikih Lihat kitab mereka yang berjudul "Fathul Majid" karangan Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab halaman 356 cetakan Maktabah Darus Salam, Riyadh Golongan Wahabi menyerupakan Allah dengan manusia, seraya mengatakan "Allah duduk di atas Kursi." Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S As Syura,42:11) Allah tidak duduk diatas Singgasana (Arsy) maupun diatas Kursi karena hal itu merupakan sifat manusia Kesucian Allah dari perbuatan duduk Kitab Bin Baz yang berjudul "Tanbihat Fi Roddi ala Man Ta'awwala al-Shifaat" halaman 19 cetakan Ar Ri'asah Al 'Ammah Lil Ifta', Riyadh. Bin Baz berkata:
Menyangkal perihal Allah memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan sifat-sifatnya adalah perkataan yang tercela Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S As Syura,42:11) Allah tidak memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan segala sifat anggota tubuh Kesucian Allah dari memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan sifat-sifatnya Lihat majalah Haji tahun 49 juz 11 tahun 1415 H Mekah, halaman 73-74 Bin Baz berkata: "Allah berada diatas Singgasana (Arsy) dengan Zat-Nya." Rasulullah bersabda, "Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun selain-Nya." (Hadis riwayat Bukhari) Allah ada tanpa berada di tempat manapun karena yang dibatasi tempat maka pasti terbatas dan memiliki kwantitas dan ukuran, sedangkan Allah Maha Suci dari semua itu Allah tidak bertempat Lihat kitab mereka yang berjudul "Kaifa Nafhamu at Tauhid" karya Muhammad Basymil halaman 16, cetakan Riyadh, Saudi Arabia
Golongan Wahabi mengatakan: Abu Lahab dan Abu Jahal lebih bertauhid kepada Allah dan lebih tulus keimanannya daripada orang-orang Islam yang mengucap "Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah Utusan Allah" yang bertawassul kepada para wali dan orang-orang saleh Allah berfirman tentang Abu Lahab, "Kelak ia akan masuk ke dalam Api yang bergejolak." (Q.S Al Lahab,111:3)
Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa tawassul boleh dilakukan namun golongan Wahabi menolak tawassul meski mereka menyatakan mengikuti Imam Ahmad bin Hanbal Abu Jahal dan Abu Lahab bukan orang yang beriman maupun bertauhid karena mereka tidak mempercayai keesaan Allah Abu Jahal dan Abu Lahab Lihat kitab karya Saleh bin Fauzan berjudul "Min Masyahiril Mujaddidiin fil Islam: Bin Taimiyah Wa Muhammad bin Abdul Wahab" hlm 32 cetakan Ar Ri'asah Al 'Ammah Lil Ifta', Riyadh Saleh bin Fauzan berkomentar: Al Asya'irah dan Al Maturidiyah tidak layak disebut sebagai kelompok Ahlu Sunnah Wal Jamaah Murtadha Az Zubaidi berkata: Ketika golongan Ahlu Sunnah Wal Jamaah disebut, maka yang dimaksud adalah Al Asya'irah dan Al Maturidiyah (Ithafus Sadah/6) Al Asya'irah dan Al Maturidiyah adalah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Al Asya'irah (Para pengikut Imam Abu Hasan Al-Asy’ari) dan Al Maturidiyah (para pengikut Imam Abu Mansyur Al Maturidi) Lihat kitab mereka berjudul "Fathul Majid" karya Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Wahab, halaman 352 cetakan Maktabah Darus Salam, Riyadh
Orang-orang Wahabi telah berdusta dengan mengatakan: "Banyak orang Ahlu Sunnah Wal
Menyangkal perihal Allah memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan sifat-sifatnya adalah perkataan yang tercela Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S As Syura,42:11) Allah tidak memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan segala sifat anggota tubuh Kesucian Allah dari memiliki tubuh maupun anggota tubuh dan sifat-sifatnya Lihat majalah Haji tahun 49 juz 11 tahun 1415 H Mekah, halaman 73-74 Bin Baz berkata: "Allah berada diatas Singgasana (Arsy) dengan Zat-Nya." Rasulullah bersabda, "Allah telah ada dan tidak ada sesuatu pun selain-Nya." (Hadis riwayat Bukhari) Allah ada tanpa berada di tempat manapun karena yang dibatasi tempat maka pasti terbatas dan memiliki kwantitas dan ukuran, sedangkan Allah Maha Suci dari semua itu Allah tidak bertempat Lihat kitab mereka yang berjudul "Kaifa Nafhamu at Tauhid" karya Muhammad Basymil halaman 16, cetakan Riyadh, Saudi Arabia
Golongan Wahabi mengatakan: Abu Lahab dan Abu Jahal lebih bertauhid kepada Allah dan lebih tulus keimanannya daripada orang-orang Islam yang mengucap "Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah Utusan Allah" yang bertawassul kepada para wali dan orang-orang saleh Allah berfirman tentang Abu Lahab, "Kelak ia akan masuk ke dalam Api yang bergejolak." (Q.S Al Lahab,111:3)
Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa tawassul boleh dilakukan namun golongan Wahabi menolak tawassul meski mereka menyatakan mengikuti Imam Ahmad bin Hanbal Abu Jahal dan Abu Lahab bukan orang yang beriman maupun bertauhid karena mereka tidak mempercayai keesaan Allah Abu Jahal dan Abu Lahab Lihat kitab karya Saleh bin Fauzan berjudul "Min Masyahiril Mujaddidiin fil Islam: Bin Taimiyah Wa Muhammad bin Abdul Wahab" hlm 32 cetakan Ar Ri'asah Al 'Ammah Lil Ifta', Riyadh Saleh bin Fauzan berkomentar: Al Asya'irah dan Al Maturidiyah tidak layak disebut sebagai kelompok Ahlu Sunnah Wal Jamaah Murtadha Az Zubaidi berkata: Ketika golongan Ahlu Sunnah Wal Jamaah disebut, maka yang dimaksud adalah Al Asya'irah dan Al Maturidiyah (Ithafus Sadah/6) Al Asya'irah dan Al Maturidiyah adalah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Al Asya'irah (Para pengikut Imam Abu Hasan Al-Asy’ari) dan Al Maturidiyah (para pengikut Imam Abu Mansyur Al Maturidi) Lihat kitab mereka berjudul "Fathul Majid" karya Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Wahab, halaman 352 cetakan Maktabah Darus Salam, Riyadh
Orang-orang Wahabi telah berdusta dengan mengatakan: "Banyak orang Ahlu Sunnah Wal