-
KESALAHAN_WAHABI, page : 12
Kitab mereka berjudul "Akhto' Sya'i‘ah" karya Muhammad Zainu halaman 73, Darul Shomi’i, Riyadh Golongan Wahabi berkata: suatu kesalahan jika mengucap perkataan tersebut ketika Hari Raya maupun pada hari-hari lainnya Ucapan tersebut menjadi doa kebaikan bagi sesama muslim Boleh mengucapkannya
Pada Hari Raya mengucap
"Kulla 'Aamin Wa Antum Bikhoir" (setiap tahun semoga kalian dalam kebaikan)
Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Liqa' As Syahri" nomor 3 halaman 47, Darul Wathan, Riyadh Usaimin, salah satu pemimpin Wahabi, berkata: Tidak boleh bagi kita untuk membuktikan bahwa Allah mempunyai lisan ataukah tidak karena kita tidak mengetahuinya Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya." (Q.S As Syura,42:11)
Imam Thahawi As Salafi berkata: Allah Swt Maha Suci dari segala batas dan batasan, pilar, anggota tubuh, dan peralatan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Hebat berbicara tanpa anggota tubuh yaitu tanpa lisan, mulut dan kedua bibir karena semuanya itu merupakan sifat-sifat manusia. Mustahil bagi Allah memiliki sifat seperti sifat-makhluk ciptaan-Nya Allah berbicara tanpa lisan
Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Liqa' As Syahri" nomor 11 halaman 32-33, Darul Wathan, Riyadh
Usaimin berkata: Tidak boleh mendengarkan kasidah keislaman yang ada tabuhan rebananya Suatu ketika Rasulullah menyusuri kota Madinah, tiba-tiba baginda melewati para wanita yang menabuh rebana sambil bernyanyi dan mereka mengucapkan:
"Kami adalah tetangga dari bani Najjar, Alangkah bagusnya baginda Muhammad menjadi tetangga kami" Maka Nabi bersabda, "Allah mengetahui bahwa aku mencintai kalian" Hadis riwayat Bin Majah Boleh menabuh rebana dalam kasidah keislaman dan mendengarkannya
Tabuhan rebana dalam kasidah keislaman Kitab berjudul "Al Qawa'id Al Mutsla" karya Usaimin halaman 45, Riyadh Golongan Wahabi menyebut orang-orang Ahlu Sunnah sebagai kelompok Mu'attholah (kelompok yang menghampakan sifat-sifat Allah) karena mereka menafsirkan kata-kata yang samar Nabi Muhammad pernah mendoakan Bin Abbas: "Ya Allah, ajarkanlah kepadanya Hikmah dan penafsiran Al Qur’an." Hadis riwayat Bin Majah. Menafsirkan kata-kata samar juga dilakukan oleh para Sahabat lainnya. Dalam kitab tafsir susunan Imam Tobari, syekhnya para ahli tafsir, isinya penuh dengan penafsiran para Sahabat Dibolehkan untuk menafsirkan ayat-ayat maupun hadis yang samar (Mutasyabihat) selama tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan sesuai dengan ilmu bahasa Arab Menafsirkan kata-kata yang samar Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Qawa'id Al Mutsla" halaman 51, Riyadh Usaimin berkata: Hati anak turun Adam seluruhnya adalah di antara dua jari dari jari-jari Yang Maha Pengasih secara hakiki dan tidak berarti bersentuhan maupun berada didalamnya. Contohnya adalah awan yang ditundukkan di antara langit dan bumi, namun tidak pernah menyentuh langit maupun bumi. Mekah dan Madinah adalah kota yang saling berjauhan dan keduanya juga jauh dari bulan namun kalian bisa melihat bulan purnama diantara kedua kota tersebut. Di akhir hadis tersebut, Rasulullahbersabda, "Dia membolak-balikkan hati sebagaimana yang Dia kehendaki." Rasulullah juga bersabda: "Jika menghendaki, maka Dia membuat seseorang berada dijalan yang lurus dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia membuatnya menyimpang."Rasulullah berdoa: "Wahai Pembolak balik hati, teguhkanlah hati kami dalam agama-Mu." Hadis riwayat Ahmad Suatu hadis yang berbunyi: Hati manusia adalah di antara dua jari dari jari-jari Allah Swt. Riwayat Tirmidzi
yang bermakna bahwa hati manusia adalah dibawah kehendak Allah Swt.
Pada Hari Raya mengucap
"Kulla 'Aamin Wa Antum Bikhoir" (setiap tahun semoga kalian dalam kebaikan)
Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Liqa' As Syahri" nomor 3 halaman 47, Darul Wathan, Riyadh Usaimin, salah satu pemimpin Wahabi, berkata: Tidak boleh bagi kita untuk membuktikan bahwa Allah mempunyai lisan ataukah tidak karena kita tidak mengetahuinya Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya." (Q.S As Syura,42:11)
Imam Thahawi As Salafi berkata: Allah Swt Maha Suci dari segala batas dan batasan, pilar, anggota tubuh, dan peralatan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Hebat berbicara tanpa anggota tubuh yaitu tanpa lisan, mulut dan kedua bibir karena semuanya itu merupakan sifat-sifat manusia. Mustahil bagi Allah memiliki sifat seperti sifat-makhluk ciptaan-Nya Allah berbicara tanpa lisan
Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Liqa' As Syahri" nomor 11 halaman 32-33, Darul Wathan, Riyadh
Usaimin berkata: Tidak boleh mendengarkan kasidah keislaman yang ada tabuhan rebananya Suatu ketika Rasulullah menyusuri kota Madinah, tiba-tiba baginda melewati para wanita yang menabuh rebana sambil bernyanyi dan mereka mengucapkan:
"Kami adalah tetangga dari bani Najjar, Alangkah bagusnya baginda Muhammad menjadi tetangga kami" Maka Nabi bersabda, "Allah mengetahui bahwa aku mencintai kalian" Hadis riwayat Bin Majah Boleh menabuh rebana dalam kasidah keislaman dan mendengarkannya
Tabuhan rebana dalam kasidah keislaman Kitab berjudul "Al Qawa'id Al Mutsla" karya Usaimin halaman 45, Riyadh Golongan Wahabi menyebut orang-orang Ahlu Sunnah sebagai kelompok Mu'attholah (kelompok yang menghampakan sifat-sifat Allah) karena mereka menafsirkan kata-kata yang samar Nabi Muhammad pernah mendoakan Bin Abbas: "Ya Allah, ajarkanlah kepadanya Hikmah dan penafsiran Al Qur’an." Hadis riwayat Bin Majah. Menafsirkan kata-kata samar juga dilakukan oleh para Sahabat lainnya. Dalam kitab tafsir susunan Imam Tobari, syekhnya para ahli tafsir, isinya penuh dengan penafsiran para Sahabat Dibolehkan untuk menafsirkan ayat-ayat maupun hadis yang samar (Mutasyabihat) selama tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan sesuai dengan ilmu bahasa Arab Menafsirkan kata-kata yang samar Kitab karangan Usaimin berjudul "Al Qawa'id Al Mutsla" halaman 51, Riyadh Usaimin berkata: Hati anak turun Adam seluruhnya adalah di antara dua jari dari jari-jari Yang Maha Pengasih secara hakiki dan tidak berarti bersentuhan maupun berada didalamnya. Contohnya adalah awan yang ditundukkan di antara langit dan bumi, namun tidak pernah menyentuh langit maupun bumi. Mekah dan Madinah adalah kota yang saling berjauhan dan keduanya juga jauh dari bulan namun kalian bisa melihat bulan purnama diantara kedua kota tersebut. Di akhir hadis tersebut, Rasulullahbersabda, "Dia membolak-balikkan hati sebagaimana yang Dia kehendaki." Rasulullah juga bersabda: "Jika menghendaki, maka Dia membuat seseorang berada dijalan yang lurus dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia membuatnya menyimpang."Rasulullah berdoa: "Wahai Pembolak balik hati, teguhkanlah hati kami dalam agama-Mu." Hadis riwayat Ahmad Suatu hadis yang berbunyi: Hati manusia adalah di antara dua jari dari jari-jari Allah Swt. Riwayat Tirmidzi
yang bermakna bahwa hati manusia adalah dibawah kehendak Allah Swt.