Muhammad.com collection in 109 languages

  • KESALAHAN_WAHABI, page : 13

Jika menghendaki niscaya Dia membimbing hati anak turun Adam dan jika menghendaki niscaya Dia tidak membimbing mereka.
Hati anak turun Adam (Hati manusia)
"Albani Fatawa" halaman 63 Darul Jil, Beirut Sebagian orang-orang Wahabi berkata: Berziarah kepada sanak kerabat yang masih hidup ketika hari raya saja dan sepanjang tahun mereka tidak pernah berziarah maka merupakan bid’ah, demikian pula menziarahi orang mati, hukumnya adalah bid’ah sesat yang dilarang secara syariat Rasulullah berkata kepada Abu Hurairah, "Sebarkanlah salam, berilah makan, jalinlah tali silaturrahmi, dan beribadahlah di malam hari ketika orang-orang sedang tidur, niscaya engkau masuk Surga dengan sejahtera." Hadis riwayat Bin Hibban Berziarah kepada sanak kerabat pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha termasuk bagian dari silaturrahmi dan agar kebahagiaan masuk di hati orang Islam Saat hari raya berziarah pada sanak kerabat yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia Catatan kaki yang ditambahkan Bin Baz dalam kitab mereka berjudul "Fathul Majid" halaman 216, Dar Ulin Nuha Golongan Wahabi berkata: Bagi penduduk Mesir, tuhan mereka yang paling agung adalah Ahmad Badawi Para ulama berkata: Setiap muslim boleh berziarah ke makam nabi atau wali untuk mendapatkan keberkatan Penduduk Mesir menziarahi makam Imam Badawi (nama seorang wali dan ulama besar) bukan untuk menyembahnya tetapi niat kaum muslimin yang menziarahi makam beliau tersebut ialah memohon kepada Allah Swt agar memberikan keberkatan kepada mereka Penduduk Mesir
Catatan kaki yang ditambahkan Bin Baz dalam kitab mereka berjudul "Fathul Majid" halaman 217, Dar Ulin Nuha Golongan Wahabi berkata: Ditengah mereka lagi marak penyembahan berhala, pohon, batu dan kuburan Para ulama berkata: Setiap muslim boleh berziarah ke makam nabi atau wali untuk mendapatkan keberkatan Kaum muslimin di Hijaz dan Yaman hanya menyembah Allah Swt Penduduk Hijaz dan Yaman
Kitab "Al Maut 'Izhatuhu Wa Ahkamuhu" karya Ali Abdul Hamid halaman 29, Al Maktabah Al Islamiyah, Yordan Golongan Wahabi berkata: Tidak boleh mengucap ucapan yang mengesakan Allah karena hal itu melanggar syariat Dalam syariat Islam, tidak ada larangan untuk mengucapkannya Boleh melakukannya karena hal itu membuat orang-orang berzikir mengingat Allah dan menjauhkan mereka dari perbuatan gibah terhadap mayit muslim tersebut Mengiringi jenazah sambil membaca tahlil
Kitab "Al Maut 'Izhatuhu Wa Ahkamuhu" karya Ali Abdul Hamid halaman 30, 43, Al Maktabah Al Islamiyah, Yordan Golongan Wahabi berkata: Tidak dibolehkan membawa jenazah dengan menggunakan mobil jenazah dan mengantarnya ke kuburan sambil mengendarai mobil karena hal itu merupakan kebiasaan orang kafir Hukum asal setiap sesuatu adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya dan terbukti bukan merupakan kebiasaan orang kafir saja. Yang sunnah adalah mengangkat jenazah dan membawanya sambil berjalan kaki Boleh melakukannya dan tidak haram Membawa jenazah diatas mobil Kitab karangan Bin Fauzan "Al Wala' Wal Barra'" halaman 7, Al Wathan Lin Nasyr, Riyadh Bin Fauzan berkata: Haram hukumnya meniru orang kafir seperti berbicara dengan bahasa mereka Tidak ada dalil yang mengharamkannya Berbicara dengan bahasa Inggris, Perancis atau bahasa lainnya hukumnya boleh Berbicara dengan selain bahasa Arab Buku "Fatawa Wa Taujihat Lil Mar'ah" halaman 4 cetakan Riyadh Usaimin, seorang Wahabi, berkata: Haram hukumnya bagi perempuan naik mobil