-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 13
Para ahli tafsir mengatakan, Allah mengambil perjanjian dengan wahyu. Sebelum mengutus seorang nabi maupun rasul bagi umat, Allah telah menyebut tentang Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan sifat-sifatnya, serta mengambil perjanjian dari setiap nabi maupun rasul agar jika mendapatinya, mereka beriman kepadanya.
Juga dikatakan, para nabi dan rasul supaya menjelaskan pada umatnya masing-masing, dan mengambil perjanjian umat mereka agar menjelaskan pula pada generasi setelahnya.
Kalimat, "Kemudian datang kepadamu seorang rasul" ditujukan kepada Ahli Kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani / Kristen yang sezaman dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan dizaman sesudahnya.
Ali bin Abi Talib dan sahabat lainnya menambahkan, sejak masa Nabi Adam, Allah telah membuat perjanjian dengan setiap nabi dan rasul, agar beriman dan membantu Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, jika muncul selama masa mereka. Ini berarti mereka pun berkewajiban mengambil perjanjian dengan umat mereka masing-masing.
As-Suddi dan Qotada menuturkan: beberapa ayat yang lain juga menggambarkan keutamaan baginda dengan cara yang serupa lebih dari satu kali.
Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil dari para nabi perjanjian mereka dan dari kamu (Muhammad) dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (Al-Ahzab, 33:7).
Dan, "Sungguh Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan para nabi sesudahnya, dan Kami mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub dan suku bangsanya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami memberikan Dawud Kitab Zabur; dan para rasul, Kami telah mengisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan (sebagian) para rasul tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan Allah telah berfirman kepada Musa dengan pembicaraan (firman yang langsung didengarnya). Allah telah mengutus para rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada bagi manusia alasan untuk membantah Allah, setelah (pengutusan) rasul-rasul itu (yang mengenalkan mereka kepada Allah). Dan Allah Maha Perkasa lagi, Maha Bijaksana; akan tetapi Allah bersaksi pada apa yang Dia turunkan kepadamu. Dia telah menurunkannya dengan Ilmu-Nya, dan para malaikat menjadi saksi. dan cukuplah Allah sebagai saksi." (Al-Maidah, 4:163-166).
Allah memberi keutamaan yang lebih pada sebagian para rasul, sebagaimana nampak dalam ayat, "Rasul-rasul itu, Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, diantara mereka yang Allah telah berbicara dan meninggikan derajat beberapa mereka." (Al-Baqarah, 2:253).
Ayat tersebut merujuk pada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, karena baginda diutus untuk seluruh umat manusia. Allah juga menghalalkan rampasan perang bagi baginda (yang mana dilarang pada nabi-nabi sebelumnya) serta memberikan aneka mukjizat yang mengagumkan.
Tak ada seorang nabi pun yang diberi keutamaan dan kemuliaan selain Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diberikan yang setara atau lebih tinggi. Allah telah menyebut nama baginda didalam Al-Qur'an memakai gelar seperti, 'Wahai Nabi', 'Wahai Rasul', sedang Dia menyebut para nabi mulia lainnya dengan nama mereka.
Umat manusia diperintah memuji Nabi Muhammad
dan penangguhan hukuman disebabkan olehnya
Pada periode ketika baginda tinggal di Mekah, Allah telah berfirman, "Dan tidaklah Allah menghukum mereka sementara kamu di tengah-tengah mereka ..." (Al-Anfal, 8:33).
Ketika baginda telah berhijrah (berimigrasi) dari Mekah ke Madinah, sebagian muslim masih tinggal di Mekah, maka bunyi firman
Juga dikatakan, para nabi dan rasul supaya menjelaskan pada umatnya masing-masing, dan mengambil perjanjian umat mereka agar menjelaskan pula pada generasi setelahnya.
Kalimat, "Kemudian datang kepadamu seorang rasul" ditujukan kepada Ahli Kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani / Kristen yang sezaman dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan dizaman sesudahnya.
Ali bin Abi Talib dan sahabat lainnya menambahkan, sejak masa Nabi Adam, Allah telah membuat perjanjian dengan setiap nabi dan rasul, agar beriman dan membantu Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, jika muncul selama masa mereka. Ini berarti mereka pun berkewajiban mengambil perjanjian dengan umat mereka masing-masing.
As-Suddi dan Qotada menuturkan: beberapa ayat yang lain juga menggambarkan keutamaan baginda dengan cara yang serupa lebih dari satu kali.
Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil dari para nabi perjanjian mereka dan dari kamu (Muhammad) dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (Al-Ahzab, 33:7).
Dan, "Sungguh Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan para nabi sesudahnya, dan Kami mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub dan suku bangsanya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami memberikan Dawud Kitab Zabur; dan para rasul, Kami telah mengisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan (sebagian) para rasul tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan Allah telah berfirman kepada Musa dengan pembicaraan (firman yang langsung didengarnya). Allah telah mengutus para rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada bagi manusia alasan untuk membantah Allah, setelah (pengutusan) rasul-rasul itu (yang mengenalkan mereka kepada Allah). Dan Allah Maha Perkasa lagi, Maha Bijaksana; akan tetapi Allah bersaksi pada apa yang Dia turunkan kepadamu. Dia telah menurunkannya dengan Ilmu-Nya, dan para malaikat menjadi saksi. dan cukuplah Allah sebagai saksi." (Al-Maidah, 4:163-166).
Allah memberi keutamaan yang lebih pada sebagian para rasul, sebagaimana nampak dalam ayat, "Rasul-rasul itu, Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, diantara mereka yang Allah telah berbicara dan meninggikan derajat beberapa mereka." (Al-Baqarah, 2:253).
Ayat tersebut merujuk pada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, karena baginda diutus untuk seluruh umat manusia. Allah juga menghalalkan rampasan perang bagi baginda (yang mana dilarang pada nabi-nabi sebelumnya) serta memberikan aneka mukjizat yang mengagumkan.
Tak ada seorang nabi pun yang diberi keutamaan dan kemuliaan selain Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diberikan yang setara atau lebih tinggi. Allah telah menyebut nama baginda didalam Al-Qur'an memakai gelar seperti, 'Wahai Nabi', 'Wahai Rasul', sedang Dia menyebut para nabi mulia lainnya dengan nama mereka.
Umat manusia diperintah memuji Nabi Muhammad
dan penangguhan hukuman disebabkan olehnya
Pada periode ketika baginda tinggal di Mekah, Allah telah berfirman, "Dan tidaklah Allah menghukum mereka sementara kamu di tengah-tengah mereka ..." (Al-Anfal, 8:33).
Ketika baginda telah berhijrah (berimigrasi) dari Mekah ke Madinah, sebagian muslim masih tinggal di Mekah, maka bunyi firman