-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 26
Sifat bawaan mempunyai hubungan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang, misalnya, makan, tidur, pakaian, rumah, perkawinan, harta kekayaan atau pengaruh dalam masyarakat.
Sifat bawaan dan kebutuhan harian dapat dihubungkan dengan urusan akhirat, jika memang berniat takut kepada Allah (takwa), dan mendidik tubuh supaya menuju jalan Allah, dimana semuanya itu telah ditentukan dan digariskan dalam agama Islam, serta merupakan kebutuhan dalam ajaran Islam.
Sifat yang diperoleh dengan bekerja keras dan berkaitan dengan akhirat, serta termasuk akhlak yang luhur dan tata krama dalam ajaran Islam, diantaranya adalah mengamalkan ajaran agama, berilmu pengetahuan, toleransi, sabar, bersyukur, adil, mengendalikan diri, rendah hati, suka memaafkan, menjaga harga diri, dermawan, pemberani, sederhana, menahan amarah, pendiam, suka merenung, ramah dan bersahabat, rahmat (berbelas kasih), dan yang semacamnya, dimana kesemuanya itu merupakan akhlak dan karakter yang baik.
Sebagian manusia memiliki karakter tersebut sebagai pembawaan alaminya, dan sebagian yang lain tidak memilikinya. Karena itu mereka harus berjuang untuk mendapatkannya, namun ada beberapa karakter yang harus ada untuk membentuk dasar sifat seseorang, Insya Allah hal ini akan dijelaskan kemudian.
Para ulama' bersepakat bahwa akhlak dan karakter tersebut merupakan sifat yang baik dan luhur, bahkan (sekalipun) ketika niatnya bukan untuk Allah, dan akhirat.
Karakter kesempurnaan dan keindahan Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Hakim Iyad berkata, "Ketika seseorang diketahui telah diberkati dengan satu atau dua sifat mulia, tidak peduli apakah ia sudah meninggal dunia atau masih hidup, maka dianggap sebagai orang saleh yang mulia, sehingga dijadikan sebagai panutan karena sifat-sifat keteladanannya, dan karena itulah ia dihormati dan dimuliakan dalam masyarakat.
Ketika seseorang diberkati dengan kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah, maka mustahil bagi kita untuk mengungkapkan keutamaannya. Sifat-sifat tersebut merupakan anugerah istimewa yang datang dari Allah, Yang Maha Kuasa.
Karunia kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah telah dianugerahkan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diantaranya adalah karunia kenabian, risalah (terpilih untuk menyampaikan Pesan Allah), Persahabatan karib dan mendapatkan kasih sayang Allah, serta karunia Isro’ Mi’roj dimana baginda diberkati dengan sebuah Penglihatan.
Termasuk juga karunia wahyu, syafaat, wasilah, kesempurnaan semua kebajikan, pangkat tinggi, tempat terpuji, mengendarai tunggangan bersayap Buroq, naik ke langit hingga mencapai sidratul muntaha, diutus untuk seluruh ras manusia, menjadi imam semua nabi mulia lainnya dalam solat dan menjadi saksi atas mereka dan umat-umat mereka, sebagai junjungan anak turun nabi Adam, sebagai pembawa Bendera Pujian, pembawa kabar gembira dan peringatan.
Karunia amanah, hidayah, rahmat bagi seluruh alam, penerima ridha Allah sehingga memungkinkan baginda untuk memohon kepada-Nya ketika semua makhluk terbungkam, telaga (dari sungai) Kawtsar, ucapan baginda didengar, kenikmatan yang sempurna, berada dalam status telah dimaafkan meliputi perlindungan dari tindakan-tindakan masa lalu maupun masa depan, pelapangan dada, peletakan beban, peninggian penyebutan baginda, ditolong dengan kemenangan yang besar, turunnya ketenangan, dukungan dari para malaikat, penyampaian Al Qur'an dan tujuh yang rangkap (Sab’ul Matsaanii), menyucikan dan mengajak umat menuju Allah serta karunia Hikmah kebijaksanaan (hadis).
Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk baginda, dan baginda bisa melihat sebagian ketetapan Allah, adalah diantara karunia untuk baginda.
Sifat bawaan dan kebutuhan harian dapat dihubungkan dengan urusan akhirat, jika memang berniat takut kepada Allah (takwa), dan mendidik tubuh supaya menuju jalan Allah, dimana semuanya itu telah ditentukan dan digariskan dalam agama Islam, serta merupakan kebutuhan dalam ajaran Islam.
Sifat yang diperoleh dengan bekerja keras dan berkaitan dengan akhirat, serta termasuk akhlak yang luhur dan tata krama dalam ajaran Islam, diantaranya adalah mengamalkan ajaran agama, berilmu pengetahuan, toleransi, sabar, bersyukur, adil, mengendalikan diri, rendah hati, suka memaafkan, menjaga harga diri, dermawan, pemberani, sederhana, menahan amarah, pendiam, suka merenung, ramah dan bersahabat, rahmat (berbelas kasih), dan yang semacamnya, dimana kesemuanya itu merupakan akhlak dan karakter yang baik.
Sebagian manusia memiliki karakter tersebut sebagai pembawaan alaminya, dan sebagian yang lain tidak memilikinya. Karena itu mereka harus berjuang untuk mendapatkannya, namun ada beberapa karakter yang harus ada untuk membentuk dasar sifat seseorang, Insya Allah hal ini akan dijelaskan kemudian.
Para ulama' bersepakat bahwa akhlak dan karakter tersebut merupakan sifat yang baik dan luhur, bahkan (sekalipun) ketika niatnya bukan untuk Allah, dan akhirat.
Karakter kesempurnaan dan keindahan Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Hakim Iyad berkata, "Ketika seseorang diketahui telah diberkati dengan satu atau dua sifat mulia, tidak peduli apakah ia sudah meninggal dunia atau masih hidup, maka dianggap sebagai orang saleh yang mulia, sehingga dijadikan sebagai panutan karena sifat-sifat keteladanannya, dan karena itulah ia dihormati dan dimuliakan dalam masyarakat.
Ketika seseorang diberkati dengan kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah, maka mustahil bagi kita untuk mengungkapkan keutamaannya. Sifat-sifat tersebut merupakan anugerah istimewa yang datang dari Allah, Yang Maha Kuasa.
Karunia kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah telah dianugerahkan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diantaranya adalah karunia kenabian, risalah (terpilih untuk menyampaikan Pesan Allah), Persahabatan karib dan mendapatkan kasih sayang Allah, serta karunia Isro’ Mi’roj dimana baginda diberkati dengan sebuah Penglihatan.
Termasuk juga karunia wahyu, syafaat, wasilah, kesempurnaan semua kebajikan, pangkat tinggi, tempat terpuji, mengendarai tunggangan bersayap Buroq, naik ke langit hingga mencapai sidratul muntaha, diutus untuk seluruh ras manusia, menjadi imam semua nabi mulia lainnya dalam solat dan menjadi saksi atas mereka dan umat-umat mereka, sebagai junjungan anak turun nabi Adam, sebagai pembawa Bendera Pujian, pembawa kabar gembira dan peringatan.
Karunia amanah, hidayah, rahmat bagi seluruh alam, penerima ridha Allah sehingga memungkinkan baginda untuk memohon kepada-Nya ketika semua makhluk terbungkam, telaga (dari sungai) Kawtsar, ucapan baginda didengar, kenikmatan yang sempurna, berada dalam status telah dimaafkan meliputi perlindungan dari tindakan-tindakan masa lalu maupun masa depan, pelapangan dada, peletakan beban, peninggian penyebutan baginda, ditolong dengan kemenangan yang besar, turunnya ketenangan, dukungan dari para malaikat, penyampaian Al Qur'an dan tujuh yang rangkap (Sab’ul Matsaanii), menyucikan dan mengajak umat menuju Allah serta karunia Hikmah kebijaksanaan (hadis).
Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk baginda, dan baginda bisa melihat sebagian ketetapan Allah, adalah diantara karunia untuk baginda.