-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 33
"Seseorang itu bersama siapa yang dia cintai (di Surga)"
"Manusia bagaikan barang tambang. Yang terbaik darimu di 'Zaman Jahiliyyah' adalah yang terbaik darimu dalam Islam jika memahami Hukum Islam."
"Tidaklah hancur seseorang yang mengetahui kadar nilai dirinya."
"Masuk Islam lah, engkau akan selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali."
"Yang paling kucintai diantaramu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat, adalah yang paling bagus akhlaknya, yang merendahkan hati, dan yang saling mengasihi."
"Orang berwajah dua tidak memiliki status (kedudukan) disisi Allah."
"Bergosip adalah dilarang, begitu pula terlalu banyak bertanya, menghambur-hamburkan harta, menolak secara berlebihan dan terlalu banyak menginginkan, durhaka kepada ibu dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup."
"Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka akan menghapusnya (keburukan), dan perlakukan manusia berdasarkan akhlak yang bagus."
"Cintailah orang yang kau sayangi sekadarnya barangkali dia akan menjadi orang yang membencimu suatu hari nanti."
"Kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat."
Di antara doa yang diucapkan baginda adalah, "Ya Allah, saya memohon rahmat-Mu, yang dengannya membimbing hatiku, menghimpun dan mengoreksi segala urusanku, memperbaiki mereka yang tak hadir, meninggikan derajat mereka yang hadir, dan menyucikan amal sehingga saya benar-benar berada dalam bimbingan, serta mengembalikan keakraban dan membentengi dari segala kejahatan. Ya Allah, saya memohon kemenangan dalam takdir, tempat kediaman para syuhada, kehidupan bahagia dan penaklukan atas musuh."
Masih terdapat banyak riwayat lainnya (lebih dari 12.000 pernyataan akurat) yang menyampaikan tentang kedudukan, perkataan, pidato, doa, percakapan dan hubungan sosial kemasyarakatan baginda. Tidak seorangpun yang menyangkal fakta bahwa baginda telah mencapai peringkat yang tiada bandingannya. Dan tiada pula yang dapat menyamai ketinggian derajat baginda.
Diantara kalimat yang baginda ucapkan,
"Tungku memanas (Pertempuran semakin sengit)."
"Orang beriman tidak disengat dari lubang batu dua kali."
"Orang beruntung siapa yang dinasehati dengan selainnya."
Terdapat banyak perkataan-perkataan serupa, yang akan menemukan kekaguman ketika memperhatikannya, dan menarik pemikiran untuk kedalaman isinya.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda kepada para sahabatnya, "Bagaimanapun, aku termasuk orang Quraisy, dan aku telah tumbuh di bani Sa'ad." Suku padang pasir Sa'ad sebagai warga pribumi asli terkenal dengan kemurnian bahasa Arabnya. Ditambah kondisi kebahasaan di Mekah yang tenar kefasihan serta keindahan kata-katanya. Semua elemen ini bergabung dengan dukungan ilahi, mendampingi Wahyu yang tidak bisa ditiru siapapun.
Kemuliaan nasab, tempat lahir, dan masa pertumbuhan Nabi Muhammad
"Manusia bagaikan barang tambang. Yang terbaik darimu di 'Zaman Jahiliyyah' adalah yang terbaik darimu dalam Islam jika memahami Hukum Islam."
"Tidaklah hancur seseorang yang mengetahui kadar nilai dirinya."
"Masuk Islam lah, engkau akan selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali."
"Yang paling kucintai diantaramu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat, adalah yang paling bagus akhlaknya, yang merendahkan hati, dan yang saling mengasihi."
"Orang berwajah dua tidak memiliki status (kedudukan) disisi Allah."
"Bergosip adalah dilarang, begitu pula terlalu banyak bertanya, menghambur-hamburkan harta, menolak secara berlebihan dan terlalu banyak menginginkan, durhaka kepada ibu dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup."
"Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka akan menghapusnya (keburukan), dan perlakukan manusia berdasarkan akhlak yang bagus."
"Cintailah orang yang kau sayangi sekadarnya barangkali dia akan menjadi orang yang membencimu suatu hari nanti."
"Kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat."
Di antara doa yang diucapkan baginda adalah, "Ya Allah, saya memohon rahmat-Mu, yang dengannya membimbing hatiku, menghimpun dan mengoreksi segala urusanku, memperbaiki mereka yang tak hadir, meninggikan derajat mereka yang hadir, dan menyucikan amal sehingga saya benar-benar berada dalam bimbingan, serta mengembalikan keakraban dan membentengi dari segala kejahatan. Ya Allah, saya memohon kemenangan dalam takdir, tempat kediaman para syuhada, kehidupan bahagia dan penaklukan atas musuh."
Masih terdapat banyak riwayat lainnya (lebih dari 12.000 pernyataan akurat) yang menyampaikan tentang kedudukan, perkataan, pidato, doa, percakapan dan hubungan sosial kemasyarakatan baginda. Tidak seorangpun yang menyangkal fakta bahwa baginda telah mencapai peringkat yang tiada bandingannya. Dan tiada pula yang dapat menyamai ketinggian derajat baginda.
Diantara kalimat yang baginda ucapkan,
"Tungku memanas (Pertempuran semakin sengit)."
"Orang beriman tidak disengat dari lubang batu dua kali."
"Orang beruntung siapa yang dinasehati dengan selainnya."
Terdapat banyak perkataan-perkataan serupa, yang akan menemukan kekaguman ketika memperhatikannya, dan menarik pemikiran untuk kedalaman isinya.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda kepada para sahabatnya, "Bagaimanapun, aku termasuk orang Quraisy, dan aku telah tumbuh di bani Sa'ad." Suku padang pasir Sa'ad sebagai warga pribumi asli terkenal dengan kemurnian bahasa Arabnya. Ditambah kondisi kebahasaan di Mekah yang tenar kefasihan serta keindahan kata-katanya. Semua elemen ini bergabung dengan dukungan ilahi, mendampingi Wahyu yang tidak bisa ditiru siapapun.
Kemuliaan nasab, tempat lahir, dan masa pertumbuhan Nabi Muhammad