Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 34

Tidak ada orang yang meragukan kehormatan garis keturunan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemuliaan tempat tinggal serta tempat dimana baginda tumbuh dan dibesarkan. Tidak membutuhkan pembuktian karena sangat jelas dan tidak samar.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berasal dari anak-anak Hasyim yang terbaik, dan dari suku Quraisy yang paling berpengaruh. Baginda adalah keturunan orang Arab yang paling mulia dan disegani, tidak hanya dari nasab ayah tetapi juga dari nasab ibu, serta termasuk penduduk Mekah, tanah termulia dalam Pandangan Allah, juga termulia dalam pandangan para penyembah Allah.
Merujuk pada keberkatan kemuliaan baginda, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa baginda bersabda, "Aku diutus dari generasi terbaik anak turun Adam, turun temurun, hingga aku muncul di generasi yang aku menjadi bagian darinya."
Abbas memberitahu bahwa baginda bersabda, "Sungguh Allah telah menciptakan semua makhluk, dan Dia menjadikan aku yang terbaik diantara mereka, dari keturunan yang terbaik. Kemudian Dia memilihkan suku bangsa, maka menjadikan aku dari suku bangsa terbaik, lalu memilihkan keluarga, maka menjadikan aku dari rumah tangga terbaik. Aku yang terbaik dari mereka secara pribadi dan dari rumah tangga yang terbaik."
Mengenai garis keturunannya, baginda telah bersabda, "Sungguh Allah telah memilih Ismail dari anak turun Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari anak turun Ismail, dan memilih kaum Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari bani Hasyim." Hadis ini diriwayatkan Watsilah bin Asqo'.
(Sisipan Syekh Darwish:
Nabi Ibrahim mempunyai dua istri, Siti Sarah dan Siti Hajar. Nabi Muhammad adalah keturunan Nabi Ibrahim dari perkawinannya dengan Siti Hajar.
Siti Hajar adalah anak perawan raja negeri Ain Syams di Mesir. Setelah kematian ayahnya, Siti Hajar tinggal di istana istri Firaun. Siti Hajar dikenal dengan kelembutan dan sifat yang mulia.
Siti Sarah telah dilindungi Allah dari niat jahat raja fir’aun Mesir, yang kemudian menyadari Siti Sarah adalah seorang wanita yang mulia serta berpikir bahwa Hajar akan menjadi teman yang sempurna untuk Sarah. Karena itulah, si perawan Hajar akhirnya tinggal sebagai pendamping Sarah dalam rumah tangga Ibrahim.
Siti Hajar seorang wanita manis berhati mulia dan beliau menyayangi Siti Sarah. Persahabatan sangat istimewa terjalin diantara mereka.)
Kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya

Tingkat keutamaan dalam kebutuhan harian seseorang dapat dikategorikan dalam tiga macam:
1. Utama dalam jumlah yang sedikit
2. Utama dalam jumlah yang besar
3. Bervariasi sesuai dengan situasi
Dalam ajaran Islam maupun dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimanapun keadaannya, bila merasa puas dengan yang sedikit, maka kebutuhan pokok sehari-sehari seperti makan, minum, dsb, akan dianggap sebagai hal yang layak dipuji dan merupakan kesempurnaan yang lebih besar. Tidak hanya orang-orang arab, orang-orang bijak pun memuji dengan sedikit tersebut, dan mengkritik jika berlebihan.
Memanjakan diri dengan banyak makan dan minum, merupakan tanda keserakahan, ketamakan, rakus serta menuruti hawa nafsu. Berlebih-lebihan dalam hal tersebut tidak hanya merugikan didunia tetapi juga di akhirat. Mengakibatkan penyakit hati dan jasmani serta kebekuan pikiran. Ketika seseorang merasa puas dengan yang sedikit, itulah pertanda kesenangan sejati dan pengendalian diri.